Gairah Tante Kos

Gairah Tante Kos
Tidak bisa memasak


__ADS_3

#Jangan lupa follow dan kasih bintang lima, supaya author lebih semangat berkarya dan menulis cerita ini terimakasih #.


Keesokan harinya Lala sedang memasak di dapur, sedangkan Evan masih enggan untuk bangun dari kasur, selesai memasak Lala masuk ke dalam kamarnya dan membangunkan Evan "mas ayo bangun sudah siang nih" Lala menepuk-nepuk pipinya Evan.


"Iya, hoam.." balas Evan yang masih enggan untuk bangun.


"Ayo cepetan bangun mas.." Lala terus menerus membangunkan Evan sambil menarik tangan Evan.


"Iya bawel, gak usah tarik tangan kenapa?" Ucap Evan sambil sedikit membuka matanya.


"Makanya kalau di bangunin cepat bangun, sana mandi dulu lalu kita sarapan" Lala menyuruh Evan untuk segera mandi.


Evan dengan langkah yang malas terpaksa berjalan ke kamar mandi, sedangkan Lala menyiapkan makanan di meja makan sambil menunggu Evan selesai mandi, tak lama kemudian Evan datang menghampiri dan duduk di kursi.


"Segini cukup?" Lala bertanya kepada Evan apakah nasi yang diambilnya sudah cukup apa masih kurang.


"Cukup" jawab Evan sambil mengangguk kepalanya.

__ADS_1


Setelah mengambilkan buat suaminya lalu Lala mengambil buat dirinya sendiri, mereka berdua menyantap makanan tersebut, Evan merasakan hambar dengan masakan yang sudah di buat oleh Lala.


"Kamu harus belajar memasak dengan Ibu kamu lagi La?" Evan menyuruh Lala untuk belajar memasak kepada Ibunya.


"Emang masakanku kenapa?" Lala menanyakan masakannya kepada Evan.


"Coba sendiri, gimana rasanya" Evan menyuruh Lala untuk memakannya supaya bisa merasakan makanan tersebut.


Lala menyuapkan sesendok makanan tersebut kedalam mulutnya dan merasakan "huek.." langsung Lala memuntahkan makanan tersebut.


"ya udah kita pesan gopud aja" Evan lalu membuka handphone miliknya dan memesan makanan di gopud


"Iya, iya.." Lala membereskan makanan tersebut sambil menunggu pesanan datang.


"Ting..tong, ting...tong" suara bel pintu berbunyi, Evan berjalan kedepan dan membuka pintunya.


"Ini mas pesanannya" ucap kurir pengantar makanan tersebut lalu menyodorkan makanan itu kepada Evan.

__ADS_1


"Makasih" jawab Evan sambil tersenyum.


"Jangan lupa kasih bintang lima yah mas?" Ucap kurir tersebut kepada Evan.


"Oke" jawab Evan singkat.


Kurir itu lalu pergi dan Evan masuk ke dalam lalu menghampiri Lala di meja makan "ayo makan!?"


Evan membuka plastik tersebut dan memberikan satu bungkus kepada Lala, mereka berdua akhirnya memakan makanan tersebut, Lala merasa tak enak hati dengan Evan karena dirinya belum bisa memasak. Lala akan berusaha menjadi istri yang baik buat Evan, dirinya akan belajar untuk memasak dengan Ibunya.


Sedangkan Fitri bersama dengan Dimas masih di kantor, Fitri berada di ruang kerjanya dan Dimas berada di lantai lima sambil memandangi komputer pengawas, setelah siang hari Dimas turun menuju ke parkiran lalu menelfon Fitri untuk mengajak makan siang bersama.


Fitri keluar dari kantor tersebut dan menemui Dimas, "ayo naik!?" Dimas menyuruh Fitri untuk membonceng. Mereka berdua melaju dengan sepeda motor menuju ke restoran yang tak jauh dari kantor tersebut. "Kita mau kemana mas?" Fitri bertanya kepada Dimas.


"Mau makan enak, hehehe.." Dimas menjawab sambil tersenyum melirik Fitri.


Mereka akhirnya sampai di restoran tersebut, setelah Dimas memarkirkan motornya lalu menggandeng tangan Fitri dan berjalan masuk kedalam restoran itu.

__ADS_1


"Mas apa kamu punya uang mengajak aku makan disini?" Fitri bertanya kepada Dimas dengan suara lirih.


*Bersambung*


__ADS_2