
#Dukung terus karya author supaya lebih semangat untuk menulis cerita ini, jangan lupa follow dan kasih bintang lima. Terimakasih#.
Fitri masih bingung mau melamar pekerjaan di perusahaan mana, belum ada pandangan buat dirinya. "Kamarin sih perusahaan mutiara cahaya menawarkan ke kampus, barang kali mahasiswa dan mahasiswi ada yang berniat untuk bekerja di perusahaan itu, nanti aku akan mencobanya". Ucap Fitri sambil tersenyum kepada Dimas.
"Baguslah kalau kamu bisa masuk di perusahaan tersebut, aku dukung kamu Fit" Dimas mendukung Fitri kalau mau melamar pekerjaan di perusahaan tersebut.
Perusahaan mutiara cahaya cukup terkenal di daerah tersebut, banyak orang berebut untuk bisa bekerja di perusahaan itu.
Dirumah kos Tante Fany, Evan sedang mengobrol dengan Lala diruang tengah sambil nonton film, "La, nanti kita ikut melamar pekerjaan di perusahaan mutiara cahaya aja, siapa tau kita bisa lolos seleksi?" Evan mengajak Lala untuk ikut bersamanya melamar pekerjaan di perusahaan tersebut.
"Iya sayang, aku ikut biar kita terus bersama" jawab Lala sambil manja kepada Evan.
"Gitu dong, itu baru pacar aku" Evan berkata lalu mencium pipi milik Lala.
"Kok ciumannya di pipi?" Lala merajuk kepada Evan.
__ADS_1
"Terus dimana? Tanya Evan sambil mengelus rambut milik Lala.
"Disini sayang" balas Lala sambil menempelkan jari ke bibir manis miliknya.
"Oh disitu" ucap Evan lalu mengecup bibir milik Lala dengan lembut lalu menjulurkan lidahnya menelusuri setiap sudut dari bibir manisnya Lala.
Dengan memejamkan matanya Lala membalas ciuman dari bibirnya Evan dan membuka mulutnya sedikit, lidah mereka saling berbagi kehangatan dan saling merasakan kelembutan dari bibir mereka yang sedang bergulat.
Tangan Lala mengelus diantara kedua paha milik Evan sambil *******-*****, Evan terus menyapu bersih bibir manis milik Lala, sambil merasakan sensasi tangan Lala yang sedang membelai burungnya.
Setelah semua kancing baju milik Lala terlepas lalu Evan menelusuri jalan menuju belahan bukit kembar yang putih bersih tidak di tumbuhi pepohonan, hehehe.
Evan terus memutari bukit kembar tersebut sampai di pucuk bukit itu.
Sedangkan Tante Fany baru saja pulang dari toko pakaian miliknya dan bergegas masuk, setelah melewati ruang tamu lalu menuju ke ruang tengah tapi segera menghentikan langkahnya karena melihat Evan dan Lala sedang olah raga bersama di atas sofa.
__ADS_1
Tante Fany menelan ludahnya karena terbawa permainan olahraga yang dilakukan oleh Evan dan Lala, Tante Fany terbayang dengan dirinya yang sedang olahraga bersama Evan diatas ranjang, Tante Fany menggigit bibirnya sambil meremas miliknya sendiri.
"Tok, tok, tok" suara ketokan pintu terdengar di telinganya Fitri dan Dimas yang baru saja selesai makan "ada tamu Fit?" Dimas bertanya kepada Fitri.
"Iya mas" jawab Fitri lalu menaruh piring yang sudah kotor tersebut, mereka berdua lalu menuju ke pintu dan membukanya.
"Eh Bu RT, ada apa yah Bu?" Fitri bertanya kepada Bu RT setempat.
"Ini Fit, bingkisan buat Ibu kamu?" Jawab Bu RT sambil menyodorkan bingkisan tersebut kepada Fitri.
"Makasih ya Bu?" Ucap Fitri sambil tersenyum.
"Iya sama-sama Fit, ya udah Ibu pamit dulu, salam buat Ibu kamu?" Jawab Bu RT lalu meninggalkan mereka berdua.
Mereka berdua masuk ke dalam, Dimas duduk di ruang tamu, sedangkan Fitri menaruh bingkisan tersebut di ruang tengah. Dan kembali lagi menemui Dimas dan duduk di sampingnya.
__ADS_1
*Bersambung*