
#Jangan lupa baca juga "gairah sang Milyader" lebih seru ceritanya dan follow juga kasih bintang lima, supaya author lebih semangat berkarya dan menulis cerita ini terimakasih #.
Evan lalu mengambil nota pembayaran itu dan membacanya dengan teliti, Lala pun ikut membacanya, mereka berdua tercengang melihat nama yang tertera di kertas nota tersebut.
Lalu datang lagi mobil truk yang membawa genteng dan mobil yang membawa keramik beserta cat dan bahan bangunan lainnya, Evan dan Lala masih bengong dengan kedatangan mereka.
"Apa benar ini bangunan milik Pak Evan?" Ucap salah satu dari sopir yang baru saja datang.
"Benar, ini darimana yah?" Jawab Evan dan bertanya kepada sopir tersebut.
"Saya dari toko material dan mengantarkan ini semua untuk Pak Evan?" Sahut sopir itu lalu menunjukkan nota pembelian kepada Evan.
"Kenapa dia memberikan semua ini kepadaku? Siapa dia sebenarnya?" Gumam Evan dalam hatinya merasa tidak menyangka kalau orang yang dia benci malah membantu dirinya.
"La, ini semua buat kita?" Evan berkata sambil memeluk tubuh istrinya.
__ADS_1
"Iya mas, kita harus bersyukur, ini adalah rezeki untuk keluarga kecil kita mas" jawab Lala sambil tersenyum dan membalas pelukan dari suaminya.
Satu persatu mobil material tersebut menurunkan barang-barang yang dibawanya, setelah semua mobil menurunkan barang-barang itu lalu pergi meninggalkan tempat tersebut.
Para pekerja pun senang karena bahan bangunan sudah tersedia komplit, mereka bekerja lebih semangat tak perlu khawatir dengan bahan bangunan itu akan habis, karena semuanya sudah ada tinggal pengerjaannya saja.
Setelah dua bulan akhirnya bangunan toko sembako milik Evan selesai juga, Lala dan suaminya sangat senang karena toko miliknya sudah jadi, Evan mengajak Lala untuk berbelanja bahan-bahan yang akan dijualnya.
Evan dan Lala akhirnya membuka toko sembako setelah dua hari berikutnya, Evan mengadakan diskon selama satu minggu setelah toko miliknya dibuka, banyak warga yang antusias untuk datang dan berbelanja di toko sembako milik Evan.
"Berapa semuanya mas Evan?" Ucap salah satu dari ibu-ibu yang berbelanja tersebut.
"Lima puluh ribu Bu!?" Jawab Evan sambil tersenyum kepada ibu tersebut lalu memberikan belanjaan tersebut. "Makasih Bu, semoga ibu bisa menjadi pelanggan saya, hehehe" ucap Evan sambil menerima uang dari ibu tersebut.
"Iya mas Evan, aku akan belanja disini terus, ya gak ibu-ibu?" Jawab ibu itu sambil menoleh kepada ibu-ibu yang ada disitu.
__ADS_1
"Betul kita akan sering belanja disini, kan yang jualan ganteng, hehehe?" Sahut salah satu dari warga yang sedang mengantri untuk berbelanja.
"Ah ibu bisa saja?" Jawab Evan sambil tersenyum kepada semua ibu-ibu yang sedang mengantri untuk berbelanja.
Evan melayani satu persatu dari warga yang berbelanja di tokonya, Lala datang untuk membantu suaminya, setelah keadaan senggang lalu Evan menyuruh Lala untuk mengambilkan air minum karena dirinya merasa haus, Lala pun segera mengambilnya dan memberikan kepada suaminya.
"Istirahat dulu mas, mumpung masih senggang?" Lala menyuruh suaminya untuk istirahat sebentar.
"Iya sayang makasih yah" jawab Evan lalu mengelus rambut milik istrinya.
"Semoga toko kita semakin banyak pelanggan yah mas?" Ucap Lala kepada suaminya dan tersenyum.
"Iya, kamu do'a kan yah sayang" sahut Evan membalas senyuman kepada istrinya.
Mereka berdua saling canda tawa bersama sambil menunggu warga yang akan berbelanja.
__ADS_1
*Bersambung*