
#Dukung terus novel ini supaya author lebih semangat berkarya dan menulis cerita ini. Terimakasih# (21+).
Hari demi hari Fitri bekerja dengan semangat, Dimas selalu memberi motivasi kepada Fitri agar dirinya bisa menguasai segala materi, sudah satu minggu Fitri bekerja di perusahaan itu membuat dampak positif bagi perusahaan tersebut, disamping dirinya selalu ramah, Fitri juga tegas dan konsisten terhadap bawahannya.
Fitri membawa perkembangan untuk perusahaan tersebut, Dimas pun senang karena Fitri mampu menjalani tugasnya sebagai kepala marketing dengan baik.
Keesokan harinya Evan menjemput Lala untuk berangkat bersama dengan menggunakan sepeda motornya, mereka berdua menuju ke perusahaan mutiara cahaya dimana mereka telah diterima bekerja di perusahaan tersebut. Setelah mereka sampai, Evan dan Lala beserta karyawan baru yang lain disuruh untuk memasuki ruang rapat yang sebentar lagi akan segera dimulai.
"Ayo La kita masuk, jangan sampai di hari pertama kita kerja langsung di pecat, kan gak lucu?" Evan lalu menarik tangan Lala dan memasuki ruangan tersebut.
"Sebentar lagi ketua divisi marketing akan segera datang, untuk membimbing kita dan menjelaskan apa yang harus kita lakukan, mengerti?!" Ucap salah satu senior tersebut kepada karyawan baru.
"Mengerti Pak" jawab mereka semua dengan kompak.
__ADS_1
Tak lama kemudian Fitri datang memasuki ruang rapat tersebut dan duduk di kursinya. Lala dan Evan saling berpandangan tak percaya kalau ketua divisi marketing itu adalah Fitri.
"Selamat pagi semua?" Sapa Fitri kepada karyawan baru yang akan menjadi bawahannya tersebut.
"Pagi juga Bu" jawab mereka semua kepada Fitri.
"Perkenalkan nama saya Fitri Amalia ketua divisi marketing kalian, disini kita bekerja dengan tim bukan bekerja seorangan, jika saya mengetahui diantara kalian yang bekerja sendiri-sendiri saya pastikan kalian akan keluar dari perusahaan ini, mengerti?!" Fitri memperkenalkan dirinya dan memberikan penjelasan kepada mereka semua untuk selalu bekerja bersama tim dan akan mengeluarkan mereka yang membangkang atau ingin bekerja sendiri-sendiri.
Mereka semua sangat senang dengan semua penjelasan dari Fitri dan mengatur bawahannya dengan tegas, hanya Lala dan Evan yang tampak tidak menyukai keputusan tersebut.
"Gimana ini Van? Masa kita jadi bawahannya Fitri?" Lala gak terima kalau dirinya menjadi bawahannya Fitri.
"Ya mau gimana lagi La, kalau kita masih ingin bekerja di sini? Kita harus terima itu" balas Evan yang juga bingung harus berbuat apa lagi untuk menyingkirkan Fitri dari perusahaan tersebut.
__ADS_1
"Hei kalian berdua cepat selesaikan ini?" Ucap Nani yang baru saja datang dan memberikan berkas kepada mereka berdua.
"Apa ini?" Jawab Lala yang tidak semangat bekerja.
"Ini berkas yang harus kalian pelajari dan ingat! Ini harus segera selesai? Cepat kerjakan?" Ucap Nani menyuruh mereka berdua untuk segera menyelesaikan tugasnya.
"Iya, iya.." jawab Lala sambil memandang Evan dengan cemberut.
"Nanti aku kesini lagi untuk mengambil berkas yang sudah selesai dikerjakan" ucap Nani lalu meninggalkan mereka berdua.
"Ayo La kita harus cepat selesaikan ini?" Evan mengajak Lala untuk segera menyelesaikan pekerjaannya.
"Iya" jawab Lala dengan terpaksa.
__ADS_1
Mereka berdua lalu mengerjakan tugas yang diberikan oleh Nani, Lala masih dengan muka masamnya terpaksa mengerjakan tugas tersebut, Evan hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Lala tersebut.
*Bersambung*