
#Terima kasih atas dukungan para pembaca, semoga karya author semakin berkembang dan juga menghibur anda semua#.
Maya terus menggoda Evan dengan senyum manisnya, Evan pun merespon goda'an dari Maya dan berniat akan main kerumahnya, Maya sesekali menjawil dagu milik Evan sambil tersenyum, tak jauh dari mereka ada seseorang yang sedang melihat kebersamaan Evan dan Maya, orang itu hanya geleng-geleng kepala lalu menjalankan mobilnya pergi meninggalkan Evan dan Maya.
''Kapan kamu akan main ke rumahku mas?'' Maya bertanya kepada Evan sambil mengelus lengan lelaki itu.
''Em..kapan yah? nanti malam boleh?'' jawab Evan sambil tersenyum dan menjawil hidungnya Maya.
''Oke nanti malam aku tunggu?'' balas Maya dengan senyum manisnya.
''Iya sayang? eh maaf keceplosan?'' ucap Evan pura-pura salah bicara kepada Maya.
''Gak papa kok? kamu panggil sayang juga boleh malah aku senang mendengarnya?'' balas Maya sambil bergelayut di lengannya Evan.
''Bener nih gak papa aku panggil kamu sayang?'' ucap Evan lagi sambil membelai rambutnya Maya.
''Gak papa mas Evan? malah aku senang sayang?'' jawab Maya yang juga ikut memanggil Evan dengan sebutan sayang.
__ADS_1
Evan menarik Maya ke dalam dan Maya duduk di pangkuannya Evan ''Bener gak papa nih sayang?'' ucap Evan sambil membelai bibir manisnya Maya.
''Iya sayang gak papa kok?'' jawab Maya yang duduk di pangkuan Evan sambil mengelus dada lelaki itu.
''Kamu cantik banget sih sayang?'' ucap Evan merayu Maya sambil terus membelai bibir manis itu.
Evan mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Maya dengan lembut, Maya memejamkan mata membalas ciuman dari Evan lalu membuka sedikit mulutnya supaya lidah evan bisa masuk dan leluasa bermain.
''Permisi...permisi..'' suara seseorang yang baru saja datang ke toko itu.
Evan berjalan kedepan tokonya menemui orang itu, ''ada apa yah? siapa anda?'' ucap Evan kepada orang itu.
''Maaf saya dari perusahaan angin ribut ingin menawarkan produk kami di toko anda?'' balas sales tersebut kepada Evan.
''Produk apa Pak?'' ucap Evan lagi kepada sales itu.
''Kami ingin menawarkan berbagai sabun mandi dengan ukuran yang berbeda-beda, silahkan anda bisa melihatnya dan mengecek produk kami?'' balas sales itu sambil memperlihatkan produk yang di tawarkan kepada Evan.
__ADS_1
Evan mengecek produk tersebut dengan seksama, berbagai sample pun di cek oleh Evan, Maya menghampiri Evan dan sales itu, ''Produk apa mas? ini sabun yang sudah lumayan terkenal di daerah sini?'' ucap Maya kepada Evan sambil memegang lengannya.
''Betul sekali Bu? produk kami sudah terkenal di wilayah ini?!'' celetuk sales itu kepada Maya sambil menunjukkan produk dari perusahaannya itu.
Setelah mereka bernegosiasi akhirnya Evan mau menerima kesepakatan dari sales itu, beberapa sabun yang di pilih oleh Evan lalu dibawa oleh Maya dan di taruh di dalam etalase. sales itu pun pergi meninggalkan tokonya Evan. sedangkan Evan tersenyum kepada Maya.
"Kenapa kamu senyum-senyum mas?" tanya Maya kepada Evan, "apa aku lucu yah?" Maya berkata lagi kepada Evan.
"Gak kok, kamu itu cantik sayang?" balas Evan sambil menjawil hidungnya Maya.
"Alah gombal?" ucap Maya kepada Evan sambil menepuk lengannya lelaki itu.
"Beneran kamu cantik sayang? aku gak bohong?" balas Evan sambil tersenyum kepada Maya.
Mereka melanjutkan kegiatan yang tadi sudah di ganggu oleh sales tersebut.
*Bersambung*
__ADS_1