Gairah Tante Kos

Gairah Tante Kos
Di bawa ke rumah sakit


__ADS_3

#Sebelum membaca follow dulu yah dan kasih bintang lima, terima kasih#


Tante Fany berlahan melepaskan kancing baju milik Zaky dan menciumi lehernya sampai berwarna merah, giliran Zaky mulai mencium bibirnya Tante Fany dengan lembut sambil menjulurkan lidahnya menelusuri setiap pinggir bibir tersebut, Tante Fany pun ikut menjulurkan lidahnya mengikuti gerakan lidah milik Zaky yang sedang mengitari bibirnya.


Mereka berdua tak menghiraukan kalau mereka sedang berada di toko pakaian, mereka asyik bermain di dalam ruangan tersebut, sedangkan Desi penasaran dengan Zaky kenapa di panggil ke ruangannya Bu Fany, Desi pun berjalan mendekati pintu ruangan tersebut dan menguping pembicaraan antara Bu Fany dengan Zaky.


Desi terkejut mendengar suara mereka yang sedang asyik bercinta di dalam ruangan itu, Desi menutup telinganya sambil membayangkan mereka di dalam yang sedang bercinta.


‘’Dasar semua laki-laki sama saja, kalau lihat yang monxxx langsung nyamber aja’’ gumam Desi sambil membayangkan kegiatan mereka di dalam ruangan itu, ‘’apa punyaku kurang besar yah? Tidak besar seperti punya Bu Fany?’’ gumam Desi lirih sambil memegang dadanya yang menonjol itu.


Desi terus membayangkan Zaky sedang menciumi dada milik Bu Fany yang menonjol besar itu, sambil meremas miliknya sendiri, ‘’pantas saja Zaky tidak suka kepadaku? Punyaku kecil tidak seperti milik Bu Fany yang besar itu?’’ Desi berbicara pada dirinya sendiri sambil membandingkan dada miliknya dengan milik Bu Fany. ‘’ah enaknya kalau punyaku besar, pasti Zaky suka kepadaku? Gimana yah rasanya kalau punyaku di ciumi?’’ gumam Desi lagi sambil membayangkan dada miliknya sedang di ciumi oleh Zaky.

__ADS_1


Sedangkan di dalam ruangan, Tante Fany dan Zaky sedang mengadu kekuatan sampai keringat mereka bercucuran membasahi tubuh, ‘’ terus sayang lebih cepat biar enak?’’ ucap Tante Fany menyuruh Zaky untuk mempercepat gerakan tubuhnya.


‘’Oke Tante cantik’’ jawab Zaky dengan senyuman menggoda.


Zaky dengan semangat mengabulkan permintaan Tante Fany, mereka terus bergulat di atas sofa menikmati permainan mereka, Tante Fany tersenyum karena dirinya merasakan kenikmatan yang luar biasa.


Di lain tempat Evan sedang menonton televisi di toko sembako miliknya, sedangkan Lala sedang membungkus belanjaan Ibu-ibu yang sedang membeli, tiba-tiba perutnya merasakan sakit ‘’aduh sakit sekali perutku?’’ ucap Lala sambil memegang perutnya yang sakit.


‘’Sudah jalan sembilan bulan Bu!?’’ balas Lala sambil meringis menahan rasa sakit di perutnya.


‘’Mas Evan ayo antarkan istrinya ke rumah sakit?! Barang kali mau melahirkan?’’ ucap Ibu itu setengah teriak menyuruh Evan untuk membawa istrinya ke rumah sakit.

__ADS_1


Evan bangkit dari duduknya dan menghampiri istrinya ‘’ada apa sayang?’’ tanya Evan kepada Lala.


‘’Perutku sakit sekali Mas? Jawab Lala yang sedang memegang perutnya sambil menahan rasa sakit.


‘’Buruan Mas Evan!? Bawa istrinya ke rumah sakit, ayo cepat!?’’celetuk Ibu tersebut di sela-sela pembicaraan antara Evan dan istrinya itu.


‘’Baik Bu, aku akan menutup tokonya dulu? Tolong Ibu pegangin istri saya?’’ jawab Evan setengah panik, Evan bergegas untuk menutup tokonya.


Setelah toko di tutup, Evan membawa Lala ke rumah sakit, sesampainya di ruangan IGD Lala langsung di bawa masuk oleh perawat rumah sakit tersebut, Evan berdiri di samping istrinya sambil memegang tangan Lala, ‘’kamu harus kuat sayang? Kita berdo’a yah, supaya semuanya berjalan lancar?’’ Evan memberikan semangat kepada istrinya.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2