
#Sebelum membaca cerita ini follow dulu yah supaya author semangat untuk menulis, terima kasih#.
Keesokan harinya Evan dan Lala sedang membereskan dagangannya, mereka berdua saling membantu dalam bekerja di toko miliknya itu. Datang seorang Ibu-ibu yang ingin berbelanja lalu Evan melayani orang tersebut dengan ramah.
‘’Berapa semuanya mas Evan?’’ ucap Ibu itu kepada Evan sambil tersenyum manis.
‘’Lima puluh ribu Bu?’’ jawab Evan sambil menyodorkan belanjaan Ibu itu.
‘’Ini uangnya mas, makasih ya..’’ balas Ibu itu sambil menerima kantong plastik yang berisi barang belanjaannya.
‘’Iya sama-sama Bu’’ ucap Evan sambil tersenyum kepada Ibu itu.
Ibu tersebut lalu meninggalkan toko itu sambil membawa kantong plastik yang berisi belanjaan, Evan menghampiri istrinya dan duduk disamping Lala, ‘’kamu capek sayang?’’ tanya Evan kepada istrinya sambil memijat pundak Lala.
‘’Iya mas aku capek, tadi habis beres-beres’’ jawab Lala sambil melirik kearah suaminya.
‘’Ya sudah kamu istirahat dulu biar gak terlalu capek, kasihan anak kita nanti’’ Evan menyuruh istrinya untuk istirahat.
Lala berjalan masuk kedalam kamar, sedangkan Evan melanjutkan membereskan barang-barang dagangannya.
__ADS_1
Di dalam kantor Fitri sedang menatap komputer sambil jari-jarinya mengetik keyboard, setelah selesai dan mencetaknya lalu Fitri berjalan keluar dari ruangannya dan menuju ke ruangan yang lain untuk menemui seseorang.
Setelah mengetok pintu, Fitri disuruh untuk masuk lalu berjalan dan duduk ‘’ini Pak berkas yang perlu anda tanda tangani?’’ ucap Fitri sambil menyodorkan berkas itu.
‘’Makasih, kamu boleh melanjutkan pekerjaan, jangan lupa tutup pintunya’’ balas orang itu kepada Fitri dan menyuruhnya keluar dari ruangan tersebut.
Fitri bangkit dan berjalan keluar dari ruangan itu menuju ke ruangannya sendiri. ‘’Fit kamu dari mana?’’ tanya Meli kepada Fitri yang datang dari belakang.
‘’Habis nganter berkas ke Pak Bambang Mel’’ jawab Fitri sambil menghentikan langkahnya.
‘’Oh aku juga mau kesana?’’ sahut Meli kepada Fitri sambil menunjukkan sebuah berkas, ‘’ya udah aku kesana dulu?’’ ucap Meli lagi lalu berjalan meninggalkan Fitri.
‘’Duit..duit..duit...’’ dering ponsel milik Fitri berbunyi, Fitri lalu mengambilnya dan menerima panggilan tersebut.
‘’(Halo ada apa mas?)’’ ucap Fitri dalam sambungan telefon itu.
‘’(Nanti makan siang bersama, aku tunggu di tempat parkir?)’’ jawab Dimas kepada Fitri lewat sambungan telefon.
‘’(Ya, sebentar lagi aku keluar, kamu tunggu yah?)’’ balas Fitri lalu menutup sambungan telefon tersebut.
__ADS_1
Fitri melirik jam tangannya lalu membereskan kertas-kertas yang ada dimejanya, setelah itu berjalan keluar dari ruangannya menuju ke tempat parkir untuk menemui Dimas.
Setelah melihat Dimas lalu Fitri berjalan menghampirinya, ‘’Ayo mas, kita mau makan dimana?’’ tanya Fitri kepada Dimas.
‘’Di restoran biasa, ayo naik?’’ jawab Dimas dan menyuruh Fitri untuk memboncengnya.
Fitri membonceng lalu Dimas menjalankan sepeda motornya menuju ke restoran, setelah sampai mereka berdua masuk dan duduk, mereka memesan makan kesukannya.
‘’Gimana pekerjaan kamu hari ini?’’ Dimas bertanya kepada Fitri sambil memegang tangannya.
‘’Lancar mas, kamu sendiri gimana ngojeknya?’’ jawab Fitri dan bertanya balik kepada Dimas.
‘’Hari ini cukup melelahkan dan lumayan rame’’ balas Dimas yang tersenyum kepada Fitri sambil terus memegang tangan lembut itu.
‘’Kamu capek yah? Sini aku pijitin? Ucap Fitri lalu memijat pundak Dimas.
‘’Gak usah sayang? Kamu juga pasti capek kan?’’ sahut Dimas sambil melepaskan tangan lembut Fitri dari pundaknya.
*Bersambung*
__ADS_1