
Sementara di tempat lain, Erina sedang makan malam berdua bersama Radit di sebuah restoran berbintang. Kedua terlihat serius dalam berbincang.
"Cheers untuk kerja sama kita," Radit mengangkat gelas berisi minuman, begitu pun Erina.
"Cheers," ucap Erina. Sambil meneguk minuman masing-masih, tatapan keduanya tidak terlepas dari satu sama lain.
Entah perbincangan apa yang terjadi diantara mereka, Erina dan Radi melakukan check in di sebuah hotel mewah yang tak jauh dari restoran tempat mereka makan tadi.
.
.
.
Waktu yang di tunggu-tunggu oleh keluarga besar Nugroho akhirnya tiba. Hari ini adalah penetapan perwaris utama PT. Cahaya Nugroho Group.
Di rumah Fatma, wanita itu terlihat gelisah bagaimana jika papahnya memberi hak sebagai perwaris utama CN Group pada Bram.
"Bibik!" teriak Fatma.
"iya Nyonya?"
"Dimana Radit dan Niko?" tanya Fatma.
"Masih Tidur Nyonya, semalam Tuan Muda Radit dan Tuan Muda Niko pulang jam lima subuh," jelas Bibik.
Fatma terlihat kesal mendengar penjelasan pelayan rumahnya.
"Cepat bangunkan mereka sekarang juga," perintah Fatma.
"Tetapi Nyonya," Bibik bukan ingin membantah perintah sang Nyonya tetapi kedua majikan mudanya itu akan selalu marah-marah jika dibangun.
__ADS_1
"Tidak ada tapi-tapi, cepat bangunkan mereka sekarang juga!" bentak Fatma.
tidak punya pilihan lain, Bibik pun segara naik ke lantai atas untuk membangunkan Radit dan Niko.
"Jangan Turun sebelum mereka bangun!" teriak Fatma lagi.
Bik Surti menuju ke kamar Radit terlebih dahulu.
"Tuan, Tuan Mudah Radit," ucap Bikin Surti sambil mengetuk pintu beberapa kali.
Radit yang merasa tidurnya tertanggu pun keluar dengan muka marah.
"Brisik bangat sih, ada apa?" tanya Radit ketus dan mata masih mengantuk.
"Anu itu Taun, Nyo-Nyonya besar menunggu dibawa," sahut Buk Surti.
"Aaaggrrrhh, udah sana pergi," Radit mengusir Buk Surti dan menutup pintu dengan kasar.
Selesai dari kamar Radit, Bik Surti menuju kamar Niko. Sama halnya dengan Radit, Niko juga sangat susah di bangunkan. Tetapi Bik Surti tidak menyarah, wanita yang sudah menginjak usia kepala lima itu terus mengetuk pintu sampai akhirnya Niko keluar kamar dan langsung menyiarkan air satu ceret ke wajahnya.
Tanpa rasa bersalah apalagi rasa berdosa, Niko membanting dengan kasar membuat Bik Surti terlonjak kaget.
"Dimana mereka?" tanya Fatma saat melihat Bik Surti turun. Fatma tidak peduli dengan kondisi Bibik yang sudah stengah basah.
"Anu itu Nyonya, Tuan Radit dan Tuan Niko masuk kamar lagi,"
"Sudah sana pergi, dasar tidak bejusss," omel Fatma.
Bik Surti kembali ke kamar Niko untuk membersihkan lantai yang basah sebelum mengganti bajunya yang juga basah.
Bik Surti sudah terbiasa mendapat perlakuan seperti itu tiap hari dari keluarga Fatma. Baik Fatma sendiri mau pun anak-anaknya, semua kasar bahkan memperlakukan Bik Surti semau mereka.
__ADS_1
Sebenarnya Bik Surti sudah sangat lelah bekerja di rumah itu, tetapi ia memiliki utang yang bernilai lumayan besar pada keluarga Fatma sehingga Bik Surti tidak punya pilihan selain. Hanya bisa bertahan dan menerima perlakuan kasar dari keluarga itu.
.
.
"Bagus ya kalian berdua, perusahan sudah mau di rebut sama Bram, kalian berdua masih saja molor," omel Fatma.
"Apaan sih Mah, tenang aja Radit bukan orang bodoh," sahut Radit lalu melempar sebuah amplop diatas meja makan.
"Apa ini?" tanya Fatma penasaran.
"Di dalam situ ada bukti-bukti kebusuk Bram, termasuk tetang istri paksanya itu," jelas Radit.
Fatma membuka isi amplop coklat itu dengan wajah serius. Wanita itu tersenyum penuh arti ketika melihat semua bukti-bukti itu.
"Kerja bagus, kau memang anak mama." puji Fatma. "Ayo siap-siap kita ke rumah kakek sekarang, Mama gak sabar pengen lihat reaksi kakek kamu ketika tahu kebusukan Bram,"
"Mama sama Kakak aja yang ke sana, aku mau lanjut tidur," ucap Niko.
"Tidak, kamu juga harus ikut Niko. Kalian berdua harus tunjukan pada Kakek kalau kalian itu layak dan lebih pantas menjadi pewaris perusahaan," Fatma terlihat ambisi.
"Cihhhh, menjengkelkan," omel Niko lalu kembali ke kamarnya.
..
..
..
Hallo Apa kabar Guys? Ada yang masih nungguin gak kisah Bram dan Rania? Semoga aja ada ya😅😅 Maaf Author hibernasi nya kelamaan🙏🙏
__ADS_1