
Fatma terus mengoceh tanpa menyadari papahnya yang mulai kesusahan bernapas. bahkan Fatma mengajak anak-anaknya pergi begitu saja tanpa mempeduli kondisi kakek tua itu. untunglah para perawat cepat datang dan langsung menolong pria tua itu.
.
.
.
Malam harinya, semua keluar mulai berdatangan satu persatu ke rumah kakek. Malam ini akan menjadi malam penting bagi keluarga besar Nugroho, dimana akan ditetapkan pewaris utama PT Cahaya Nugroho. Dan akan ada juga penetapan pimpinan di beberapa anak perusahaan.
Di meja panjang itu semua sudah duduk tersusun rapi, di depan mereka terdapat banyak sekali makanan dengan berbagai macam menu.
Pada sisi bagian kanan, terdapat anak-anak Kakek Nugroho yaitu, Fatma, Pras dan Frans bersama pasangan mereka masing-masing. Dan disisi bagian kiri ada cucu-cucu Kakek Nugroho. Duduk tersusun mulai dari cucu tertua hingga cucu paling kecil, yaitu. Bram, Radit, Felix, Niko dan Faith adik Felix. Tidak lupa ada Rania juga duduk disamping Bram.
__ADS_1
Meski Fatma menikah lebih dulu dari adiknya Pras, tetapi waktu itu Fatma tidak langsung punya anak waktu. Sementara Pras langsung punya anak setelah menikah. karena itulah Fatma sangat membenci pada Anggita, Fatma merasa Anggita hamil untuk mempermalukan dirinya.
Fatma menganggp Anggita adalah ipar yang tidak berperasaan, harusnya sebagai ipar yang baik, Anggita menunda kehamilan agar tidak melangkahinya sebagai anak paling tertua.
Setelah usia kandungan Anggita tuju bulan, barulah Fatma hamil. Fatma ngotot dan berusaha keras agar anaknya menjadi cucu pertama dalam keluar Nugroho, tetapi tidak bisa merubah kenyataan bahwa Bram adalah cucu pertama dalam keluarga Nugroho.
Karena semua sudah duduk pada posisi masing-masing, Kakek Nugroho pun keluar.
Kakek mulai membuka suara menyapa semua yang hadir, sebelum masuk ke pembahasan inti, kakek mengutarakan perasaan bahagianya memiliki anak-anak dan cucu-cucu yang sangat baik dan begitu mengganti dirinya.
Kakek juga berpesan agar siapapun yang akan ditetapkan menjadi pewaris nanti jangan sampai iri apalagi menyimpan dendam. karena siapapun pewaris utamanya, perusahaan akan tetapi menjadi usaha keluarga yang akan membagi hasil setiap tahunnya.
Ketika Kakek hendak masuk ke pembahasan inti, Fatma berdiri dan meminta izin untuk berbicara sebentar.
__ADS_1
"Maaf Pah, Fatma potong pembicaraan Papah. Sebelum Papa lanjut bicara, ada yang ingin Fatma sampaikan untuk semua yang hadir disini, " ucap Fatma membuat semua yang ada disitu melihat ke arahnya termasuk Bram dan Rania.
Pras terlihat tidak suka dengan apa yang dilakukan kakak perempuannya itu. Pras tahu hal ini pasti akan terjadi karena kakak perempuannya itu tidak mungkin akan membiarkan Bram menjadi pewaris Cahaya Nugroho Group begitu saja, tetapi Pras yakin papanya pasti tahu mana yang lebih pantas menjadi seorang pemimpin.
"Sebelum saya lanjut, saya akan memperkenalkan seseorng u
pada kalian semua yang ada disini, terutama pada, Papah," ucap Fatma. "Masuk!" timpannya.
Erina pun berjalan dari arah ruang tamu ke meja makan, wanita itu berjalan dengan kepala menunduk membuat Bram dan Rania membulatkan mata sempurna.
Bram dan Rania saling menatap seolah bertanya ada urusan apa wanita itu kesini. Hal demikain juga terjadi pada kedua orang tua Bram. Pras dan Anggita yang tahu betul siapa Erina dan bagaimana kisah cinta Bram dan Erina dulu merasa tidak percaya, ada hubungan apa antara Fatma dan Erina.
"Erina, kemarinlah," panggil Fatma. Dengan penuh hati-hati Erina mendekat dan berdiri di samping Fatma. "Angkat mukamu Erina, kau tidak perlu takut pada orang-orang yang tidak menghargaimu," timpa Farma sambil menatap sinis pada Bram dan Anggita bergantian.
__ADS_1