
"Ciiihhhh, belum dapat kekuasaan saja kau sudah berani membentakku, Anggita. Lihatkan Pah, benar kata orang, uang dan keduduk bisa berubah segalanya," cibir Fatma.
"Cukup Fatma!" ucap Papa Pras tegas. Selama ini Pras ingin menegur kakak perempuannya itu tetapi Anggita selalu menghentikannya karena Anggita tidak ingin hubungan kekuar mereka hancur hanya karena masalah tidak jelas.
"Kenapa kau selalu buat masalah? Apa yang kau risaukan sebebarnya?' tanya Pras.
"Cah, bahkan kau juga berani membentak kakakmu sendiri," Fatma menatap tajam pada Pras.
"Semua yang dikatakan Tante Gita benar, Felix sendiri yang temani Bram menghadiri pesta pernikahan Erina." ucap Felix lulu mengeluarkan sesuatu dari dalam tasya. "Ini bukti kalo Erina sudah menikah jauh sebelum Bram menikah dengan Rania," Felix menyebarkan foto-foto Erina dan suaminya pada semua orang.
Fatma terlihat sangat marah, usahanya menjatuh Bram di depan papanya tidak berhasil. Tetapi Fatma belum putus asa semangat.
"Oke, katakanlah bukti-bukti yang kalian bawa itu benar, tapi coba jelaskan apakah pernikahan Bram dan Rania itu juga benar?" Fatma terus mencari cela untuk menjatuhkan Bram.
"Apa maksud ucapamu Fatma? Rania gadis yang aku pilihkan utuk Bram, apanya yang tidak benar?" tanya Papa Pras.
__ADS_1
"Oh ya? Bukannya kalian cepat-cepat menikahkan Bram agar terlihat lebih pantas didepan papah?" sahut Fatma. "Asal Papah tau, pernikahan Bram itu bukan atas dasar cinta. Mereka di paksa menikah dan mereka tidak pernah tidur seranjang," timpannya.
Ucapan Fatma membuat Rania menunduk malu, walau sekarang hubungan dengan Bram telah baik-baik saja. tetapi semuanya yang dikatakan Tante Fatma itu benar-benar terjadi diawal pernikahan mereka.
Bram mulai geram mendengar ocehan pedas mulut tantenya, apalagi saat melihat Rania menunduk malu.
"Cukup Tante! Tidak bisakah Tante bersikap lebih dewasa sedikit?" ucap Bram.
"Dewasa seperti apa yang kau maksud Bram? Dewasa dalam mempermainkan sebuah ikatan pernikahan? Jangan mencoba menyela disaat orang tua sedang berbicara!" sarkas Radit. Pria itu tidak Terima Ibunya dibentak oleh Bram.
"Tidak Kek, Rania dan Bram saling mencintai. Memang benar diawal pernikahan kami sering berantem bahkan kami tidak mau tidur sekamar, tetapi itu dulu Kek, sekarang kami saling mencintai dan sangat bahagia dengan pernikahan kami," Jelas Rania jujur.
"Omong kosong, kau aktornya sudah pasti kau dapat bayar makanya kau bela mereka," sela Fatma. "Buktikan kata-katamu itu biar kami semua yang hadir disini bisa percayan. Kalian suami istri bukan? Dan kalian menikah juga sudah lebih dari tiga bulan, kalo pasangan normal dan sudah saling mencintai seperti apa yang kamu katakan barusan harus kamu sudah hamil bukan?" Fatma tersenyum mengejek.
Padahal Fatma tahu Bram mengidap penyakit impoten yang artinya susah untuk punya keturunan, tetapi ia sengaja menuntut bukti itu untuk mempermaluka Bram.
__ADS_1
"Aku menghargaimu selama ini, Aku anggap kau paling tertua dalam keluarga ini, tetapi aku tidak menyangka hatimu sebusuk itu," Anggita tidak menyangka Fatma akan mempermalukan anaknya seperti itu.
Bram yang Impoten bagaimna bisa punya keturunan. Hati Anggita sakit merasa gagal menjadi seorang ibu.
Fatma tersenyum melihat Anggita meneteskan air mata. memang ini yang ia inginkan melihat Anggita menderita.
Bram sangat marah dan tidak Terima melihat mamanya menangis, Bram ingin membalas perbuatan Fatma tetapi Rania menahan tangannya.
Rania. menggem erat tangan Bram dan meminta suaminya itu tetap tenang.
Rania berdiri dan menatap serius pada Fatma.
"Aku akan membuktikan semua itu Tante, tapi setelah itu aku mohon Tante berhenti ganggu keluargaku," ucap Rania membuat semua orang melihat ke arahnya. Termasuk Anggita yang sementara menangis.
Bram menarik-narik tangan Rania seolah bertanya apa yang kamu lakukan Honey? Tetapi Rania hanya tersenyum seolah mengatakan percayakan semunya padaku Honey.
__ADS_1