Garin Moor

Garin Moor
Kemampuan Di Luar Nalar


__ADS_3

Sontak saja penembak jitu tersebut langsung meringis kesakitan akibat serangan tiba-tiba tersebut.


Penembak jitu tersebut sambil memegangi kepalanya yang sakit karena terbentur lantai, dia menatap orang yang membantingnya.


"Si-siapa kamu?!" tegurnya dengan suara keras.


Namun orang tersebut tidak menjawab sama sekali, dengan kecepatan di luar nalar dia tiba-tiba saja sudah mematahkan dua kaki penembak jitu tersebut.


Penembak jitu meraung kesakitan. sepanjang dirinya menjalankan misi, baru kali ini malah dirinya yang mendapatkan siksaan, biasanya dia yang menyiksa musuhnya jika ingin bermain-main dengannya.


Penembak jitu, menatap nanar pria yang menghajarnya tanpa rasa belas kasihan sama sekali itu, dia berharap bisa di beri kesempatan kedua.


Pria tersebut menarik kerah penembak Jitu dan membawanya ke tempat Garin yang sedang menunggunya.


Penembak Jitu tidak bisa berkata-kata ketika dia diseret dengan kecepatan melebihi kecepatan Mobil.


Brug


"Tuan, ini orangnya!" pria yang menangkap penembak Jitu melemparkannya di hadapan Garin.


Garin menenggak Jus jeruknya seperti anak kecil pada umumnya, dia terlihat tidak peduli sama sekali dengan penembak jitu tersebut.

__ADS_1


Penembak jitu merasa ada yang aneh dengan Garin, meskipun dia hanya di beri tugas hanya untuk membunuh Garin. Namun, dia merasakan ada yang salah dengan Garin.


"Ah... enaknya." Garin mengusap bibirnya dengan lengan baju miliknya.


Garin kemudian menatap penembak Jitu dengan sorot mata yang berbeda dari sebelumnya, dia menunjukkan tatapan mendominasi.


Penembak jitu menelan ludah, dia begidik ngeri ketika Garin menatapnya dengan tatapan seperti itu.


"Siapa yang menyuruhmu!" Garin buka suara.


Penembak jitu tidak mau buka suara, dia lebih memilih menundukkan kepalanya, dari pada harus bertatap muka dengan Garin.


Penembak jitu masih kekeh dengan pendiriannya, dia tidak mau buka mulut sama sekali pada Garin.


Duar


Peluru yang Garin tangkap, dia lemparkan ke kepala penembak jitu dengan sangat cepat, sehingga peluru tersebut melesat melebihi daya lontar sebuah senapan.


Peluru itu menembus kepala Penembak jitu, hingga menembus tanah yang ada di sana. Penembak jitu pun tewas seketika.


"Bereskan mayatnya! Cari tahu dari organisasi mana dia berasal!" perintah Garin pada pria yang tadi dia ajak bicara.

__ADS_1


"Baik tuan!" Pria itu langsung membawa mayat penembak jitu menjauh.


Mendengar suara tembakan, para Eksekutor baru datang ketika penembak jitu sudah di bawa pergi. Mereka semua terlihat langsung mengelilingi Garin dan bersikap waspada.


Garin tersenyum getir, ternyata bawahan Ayahnya terlalu lemah menurutnya, reaksi mereka sangat lambat untuk ukuran kelompok elite Narika.


"Kalian tidak perlu Khawatir, itu Akau tadi mencoba pistol." Garin mengelak agar para bawahan Ayahnya tidak terlalu bertindak mencolok.


Gard yang mendengar suara tembakan ketika selesai belanja bersama dengan Moli, dia juga bergegas ke tempat Garin, karena dia takut Garin kenapa-kenapa. Berbeda dengan Gard, Moli sangat santai, dia sangat yakin kalau Garin bisa melakukan Apapun yang dia inginkan.


"Syukurlah anda tidak apa-apa tuan." Gard menghela napas lega ketika melihat Garin yang tidak kenapa-kenapa.


"Memangnya aku kenapa?" Garin malah balik bertanya.


Gard hanya bisa tersenyum Getir, dia tidak bisa menjawab kembali pertanyaan tuan Mudanya tersebut. Moli kemudian datang dengan troli besar penuh dengan belanjaan milik Garin.


"Tuan muda, semuanya sudah saya beli, silahkan cek kembali takutnya ada yang salah saya beli atau kurang." ucap Moli sopan pada tuannya itu.


"Tidak perlu, cepat masukkan ke dalam Mobil, kita langsung pulang sekarang!" Garin beranjak dari duduknya dan langsung ke Mobil.


Para Eksekutor bergegas membantu Moli memasukkan barang-barang milik Garin untuk segera di bawa Pulang.

__ADS_1


__ADS_2