Garin Moor

Garin Moor
Garin Moor


__ADS_3

Moli masih ketakutan dengan Garin, tapi mau bagaimanapun itu adalah pekerjaannya, Moli hanya bisa pasrah dengan keadaan saja.


"Baguslah kalau kamu sudah bisa menerima kenyataan! Sekarang ambilkan aku susu, Aku lapar!" Garin buka suara lagi.


Tubuh Moli langsung melemas, dia ambruk di lantai sambil menatap tidak berdaya Garin yang mulai memiringkan tubuhnya menghadap Moli.


Rasanya Moli ingin berteriak sekencang mungkin, tapi dia tidak bisa berkata-kata karena saking terkejutnya.


"Jangan beritahu ini semua pada siapapun, hanya kamu saja yang tahu tentang aku, apa kamu mengerti?!" Garin buka suara lagi.


Moli hanya bisa mengangguk-anggukan kepalanya tidak berdaya. Dia pikir bilang pada siapapun juga tidak akan ada yang percaya, lebih baik menerima kenyataan saja.


"Bagus, sekarang buatkan aku susu, aku lapar!" perintah Garin pada Moli.


Moli dengan susah payah berdiri, dia menyiapkan susu untuk Garin secepatnya, walaupun masih belum bisa menerima itu semua dengan biasa.


Dengan tangan bergetar Moli menyerahkan Susu yang ada di Dot untuk Garin" Tu-tuan Muda i-ini." ucapnya tergugup.


"Terima kasih" Garin meraih Dot yang di berikan Moli.


Moli menatap tidak percaya tuan Mudanya, di usianya yang belum genap satu bulan dia sudah bisa memegang Dot dan meminum susu sendiri.

__ADS_1


Dunia Moli seolah di hancurkan Bayi mungil yang ada di depan-nya itu. Bayi yang seharusnya masih membutuhkan kasih sayang, seperti layaknya pirang Dewasa yang tidak perlu bantuan siapapun.


Ketika Moli sedang memandangi Garin dengan seksama, pintu kamar terbuka. Garin langsung menjatuhkan Dirinya dan pura-pura menangis.


Sontak saja Moli terkejut, dia langsung mengambil Dot yang di jatuhkan Garin di samping tubuhnya.


"Loh, kenapa dengan Garin Moli?" tanya Jeni yang baru masuk ke dalam kabar.


"Eh... emm.. Anu Nyonya, tu-tuan muda mungkin pengen nangis saja" celetuk Moli sekenanya.


Jeni mengerutkan keningnya, alasan Moli tidak masuk akal baginya "kamu ini, coba aku gendong"


Garin seketika berhenti menangis setelah Jeni menggendongnya, Moli hanya bisa tersenyum getir, karena tuan Mudanya masih Bayi saja sudah pandai berakting.


...***...


Sementara itu Alvin di teras rumah sedang mengobrol dengan Swan, yang memang dia panggil untuk membahas sesuatu.


"Swan, berikan perintah pada Eksekutor untuk menaruh semua orangnya di masing-masing negara yang sudah aku kendalikan ekonomi-nya, dan juga kamu ambil orang-orang di perusahaan Body guard untuk menambah jumlah kalian!" Alvin memberikan perintah pada Swan.


"Baik tuan!" jawab Swan tegas.

__ADS_1


Swan ingin bertanya di mana para pengawal tuan-nya tersebut, karena satu bulan ini mereka tidak terlihat sama sekali. Namun, Swan tidak berani menanyakan-nya, di tambah dia juga tahu kalau pengawal Alvin biasanya muncul tiba-tiba tanpa terduga sama sekali.


Alvin juga sebenarnya sama bingungnya, karena tiba-tiba mereka semua menghilang di barengi dengan System yang menghilang, padahal Alvin belum membuka sebuah kotak Hadiah yang di dapatkan-nya ketika menyelesaikan Misi terakhir System.


Untungnya setelah kepergian System, tidak ada musuh Alvin yang terlihat lagi. Keluarga mereka hidup dengan damai untuk saat ini.


...****************...


9 tahun telah berlalu, Garin kecil sekarang sudah menjadi seorang Bocah yang sangat jenius. Di usianya yang baru 9 tahun dia sudah melahap semua mata pelajaran yang harusnya belum dia kuasai.


Garin tidak perlu bersekolah lagi, karena semua mata pelajaran sudah dia kuasai, bahkan Dosen yang sudah pangkat ' S ' nya banyak pun tidak bisa menandingi kecerdasan Garin yang baru berumur 9 tahun.


"Tuan Muda, Ini minumannya" Moli yang sudah tahu kecerdasan Garin dari bayi, dia sekarang menjadi asisten pribadi Garin.


"Terima kasih Moli" jawabnya sambil memainkan Laptop yang ada di pangkuannya, terlihat jari jemari terampil Garin mengetuk Keyboard dengan sangat cepat. Entah apa yang sedang dia lakukan.


Moli menegur Garin "tuan Muda, anda harus beristirahat terlebih dahulu, nanti tuan Besar bisa marah pada saya" ucapnya sopan.


"Ya sebentar lagi" jawab Garin singkat.


Moli menghela napas berat, Garin memang sangat senang bermain laptopnya. Dari kecil dia selalu melakukan hal tersebut melihat data-data yang tidak di ketahui oleh orang lain.

__ADS_1


__ADS_2