Garin Moor

Garin Moor
Kesedihan


__ADS_3

Hati Alvin terasa sangat perih ketika Jeni berteriak histeris seperti itu, tubuhnya melemas seketika, tapi dia tetap coba untuk terus menghampiri kamar Jeni.


Tenggorokan Alvin tercekat, dadanya sangat sakit, dia merasa ini semua tidak adil untuknya. Alvin sudah membayangkan bagaimana Jeni di sana.


Brak


Bag


Bug


"Bedebah!" terdengar Gard menghajar seseorang di dalam.


Alvin sampai di pintu kamarnya, dengan napas tersengal-sengal, dia melihat apa yang terjadi di dalam.


Betapa terkejutnya Alvin ketika melihat kakeknya yang sudah bersimbah darah dalam dekapan Jeni yang sudah tidak memperdulikan dia belum fit setelah operasi.


"Kakek!" teriak Alvin yang langsung menghampiri Pak tua Moor yang dadanya tertusuk pisau Militer.


Eksekutor lainnya berdatangan, mereka tertegun saat melihat Pak tua Moor yang sudah bersimbah darah.


"Cepat panggil Ambulance!" Teriak Alvin sambil menitihkkan air matanya. " Kakek!" Alvin terisak sambil menggantikan istrinya memangku pak tua Moor.


Entah kenapa Klon System seperti tidak ada yang menolong sama sekali. Mereka seolah lenyap tanpa jejak.


Bersamaan dengan Itu, Garin menangis sangat keras, padahal biasanya dia tidak pernah menangis, bergerak saja sangat jarang karena dia sangat mungil.


Di kamar tersebut langsung ramai seketika, Darla langsung melihat Garin, dia ingin menggendongnya, tapi takut karena Garin sangat lemah.


"Sean cepat panggil perawat!" Darla kalut melihat Garin yang terus menangis keras.


Sementara itu orang yang menyamar menjadi Saria tertawa "Hahahaha... setidaknya aku bisa membunuh salah satu dari kalian!"


Suaranya berubah menjadi suara pria, Walaupun dia sudah berlumur darah, giginya berjatuhan, kedua kaki dan tangannya di patahkan oleh Gard, tapi dia seolah tidak merasakan sakit sama sekali.


"Bungkam mulutnya!" Teriak Alvin memberikan perintah.


Duak


Rahang penyamar tersebut langsung bengkok, dia seketika berhenti tertawa dan ambruk tidak sadarkan diri.

__ADS_1


Alvin mau meneriakkan Klon System medis, tapi dia tidak bisa, karena tidak mungkin memberitahu semua orang yang ada di sana kalau pengawalnya bukanlah manusia.


Pak tua Moor buka suara dengan suara parahnya "Al-vin dengarkan permintaan terakhir Kakek" suara pak tua Moor sudah terdengar sangat berat.


"Tidak kek, tidak! Kakek pasti selamat! Mana Dokternya!" Alvin menangis terisak memangku Pak tua Moor yang wajahnya semakin pucat saja.


"Al-vin, buatlah keluarga Moor menjadi seperti dulu lagi....." suara Pak tua Moor menghilang, tangannya yang di pegang Alvin melemas, matanya langsung terpejam.


"Kakek, Kakek, Kakek!" teriak Alvin sangat kencang sambil menggoyang-goyangkan tubuh pak tua Moor.


Tapi tubuh ringkih tersebut sudah tidak mau bergerak lagi. Pak tua Moor menghembuskan napas terakhir-nya demi menyelamatkan cucu menantunya.


Bukan hanya Alvin saja yang menangis di sana, Gard, Darla, Sean dan Jeni juga menitihkan air matanya. Orang yang selalu memberikan mereka semua wejangan-wejangan hidup, kini telah tiada di panggil sang pencipta.


Tidak akan ada lagi tawa khasnya yang selalu membuat orang lain ikut tersenyum, tidak ada perintah tegas lagi yang akan keluar dari mulutnya.


Pendiri Keluarga Moor telah tiada, sekarang hanya tersisa Alvin Moor yang akan memegang semua kekuasaan Keluarga Moor yang di tinggalkan olehnya.


Di tambah dengan kekuasaan Alvin yang sekarang, bisa di pastikan keluarga Moor akan menjadi Keluarga yang sangat menakutkan.


Dokter dan perawat baru datang, mereka terlambat. Sudah tidak ada yang bisa mereka lakukan lagi untuk menolong Pak tua Moor.


[ Ding ]


[ Misi Selesai : Host harus membunuh seluruh yang terlibat dalam pembantaian Keluarga Moor.


Jangka Waktu : Satu tahun


Hukuman : Mati di tempat.


Selamat anda mendapatkan Hadiah : Kotak Spesial ].


Alvin tidak peduli jika System telah menyatakan kalau misinya telah selesai, bersamaan dengan kematian Pak tua Moor.


Alvin tidak menyadari kalau awal masalah pembantaian keluarga Moor adalah pak tua Moor sendiri. Karena itulah System baru memberikan respon seperti itu. Mungkin jika Pak tua Moor tidak tewas karena penyamar tersebut bisa di katakan misinya tidak akan pernah selesai.


...***...


Ke esokan harinya, Jenazah Pak tua Moor di bawa kembali ke Chinate, karena di sanalah tempat Keluarga Moor berada, jadi Alvin ingin memakamkan Pak tua Moor di sana.

__ADS_1


Entah kenapa Klon System benar-benar menghilang. System juga tidak memberikan Respon pada Alvin setelah kematian Pak tua Moor.


System seolah menghilang dari tubuh Alvin seketika, mungkin karena kekayaan Alvin sudah mencapai nomor satu di dunia.


Alvin, Jeni, Sera dan Arisa pulang ke Chinate untuk memakamkan Pak tua Moor. Jeni yang belum sepenuhnya pulih juga ikut pergi.


Garin Moor Putra Alvin yang perubahannya signifikan, dia yang tadinya lemah seolah menjadi bayi yang sangat sehat dan sangat Aktif. Dia juga mengalami perubahan pandangan, Walaupun Bayi tapi seolah memahami keadaan yang sedang terjadi.


Garin tidak menangis sama sekali ketika di ajak pulang ke Chinate, dia hanya memperhatikan Ibunya yang sedang menggendong dirinya.


Sesampainya di pemakaman Chinate, terlihat ribuan Eksekutor yang ada di seluruh penjuru kekuasaan Alvin, sudah berada di sana menyambut kedatangan jenazah.


Keluarga-keluarga ternama di Chinate juga mengikuti pemakaman tersebut, mereka tidak mungkin diam mendengar kematian pendiri keluarga Moor.


Keluarga Su juga ada di sana dengan Robert yang sekarang memegang kursi pemimpin, karena sekarang Robert lah yang menjadi sandaran hidup keluarga Su.


Melihat Anak dan menantunya datang, Robert dan Leni Su langsung menghampiri mereka.


"Sini sayang, biar Ibu gendong Cucu Ibu." Leni mengambil Garin dari gendongan Jeni.


"Alvin, Ayah dan Ibu turut berduka, kamu yang sabar yah" ucap Robert dengan lembut dan Sopan.


Alvin hanya mengangguk, dia tidak menjawab perkataan Robert dan langsung berjalan ke arah Makam.


Keluarga Su yang baru melihat Alvin sekarang, mereka semua sangat menyesal dengan perbuatannya dulu. Siapa yang menyangka kalau menantu terhina tersebut bisa menjelma menjadi orang terkaya di dunia.


Wibawa Alvin sangat terlihat, ketika dia melewati para Eksekutor yang sudah berbaris rapi memberikan jalan, mereka semua langsung membungkuk hormat, tidak ada satu Eksekutor pun yang tidak melakukan hal tersebut.


Para Keluarga ternama di Chinate juga melakukan hal yang sama. Alvin seolah telah menjadi Sosok panutan untuk mereka semua.


Alvin mendekati peti jenazah kakeknya, dia bersimpuh di hadapan peti jenazah tersebut dan mengusapnya "Selamat jalan Kek, Alvin Janji akan menjadikan keluarga Moor yang terbaik di dunia"


Brugg


Seketika para Eksekutor juga berlutut melihat Alvin yang bersimpuh di depan Peti mati Pak tua Moor, mereka juga sama seperti Alvin untuk memberikan penghormatan terakhir untuk tuan Besarnya.


Setelah itu peti Mati di kuburkan, Alvin menahan air matanya yang akan jatuh, dia hanya tertegun melihat peti Mati tersebut perlahan tertutup dengan tanah.


Jeni yang ada di samping Alvin, dia merangkulnya dan menyenderkan kepala di bahu Alvin. Dia tahu kalau suaminya sedang menahan kesedihannya.

__ADS_1


Sementara itu di jalan raya dekat Pemakaman, seseorang di dalam Mobil yang melihat pemakaman tersebut tersenyum. Dia memakai kacamata hitamnya dan langsung menyuruh sopirnya untuk bergegas meninggalkan tempat tersebut.


__ADS_2