Garin Moor

Garin Moor
Terjerat dalam Ketidakpastian


__ADS_3

Garin menggelengkan kepalanya tidak berdaya, karena Wanita tersebut setiap hari kerjanya marah-marah melulu sama dirinya.


Renty Rox, dia sekarang sudah tumbuh menjadi wanita dewasa yang anggun. Hubungannya dengan Garin bisa di bilang sangat dekat. Mereka berdua malah cenderung terlihat seperti sepasang kekasih, hanya saja Garin menganggap Renty sudah seperti kakaknya sendiri.


Renty tidak mengambil alih posisi Ayahnya sebagai pemimpin Mafia, dia lebih memilih menjadi wanita karir dari pada harus bergelut dalam bidang kegelapan.


Sebenarnya Renty selalu di cari kelompok Mafia yang membesarkan nama Ayahnya, tapi berkat Garin yang selalu menutupi keberadaan Renty, dia bisa hidup normal seperti sekarang.


Mereka berdua memang tinggal satu atap di kediaman Garin, tapi meski begitu mereka saling menjaga jarak satu sama lain.


...***...


"Lama banget sih! Habis ngapain saja kamu?!" tegur Renty saat Garin sudah masuk ke Mobil.


"Ini juga baru jam berapa? Bawel banget sih!" dengus Garin kesal pada Renty.


"Kamu yang selalu tidak tepat waktu!" elak Renty pada Garin.


Garin hanya menghela napas berat, dia malas menjawab perkataan Renty lagi, karena dia tahu bakal panjang urusannya jika terus di ladeni.

__ADS_1


Renty melirik Garin yang membuang muka ke arah jendela Mobil, dia mengerucutkan bibirnya karena Garin tidak membalas perkataannya.


Setelah sebelas tahun bersama, Renty yang sudah mengenal Garin luar dalam, tentu saja ada sedikit perasaan yang mulai tumbuh di hati Renty. Ap lagi Garin selalu melindunginya setiap saat, meskipun dari hal-hal kecil. Tentu Renty perlahan sedikit merasakan desiran hangat dalam hatinya.


Namun, sayangnya Garin seperti tidak merasakan apa yang di rasakan oleh Renty, dia masih saja dingin seperti pertama kali bertemu dengan Renty. Karena itulah Renty selalu marah-marah pada Garin, sebenarnya bukan karena apa, tapi dia ingin mendapatkan perhatian dari Garin.


Mobil yang mereka naiki sampai di Guard Tower, sebuah perusahaan permodalan terbesar di Narika yang Garin kelola langsung tanpa bantuan Ayahnya.


Garin turun dari Mobil tanpa bicara sepatah katapun pada Renty, sehingga membuat Renty semakin cemberut.


"Pelan-pelan bisa gak sih jalannya!" gerutu Renty mengejar Garin yang berjalan meninggalkannya.


Garin berhenti melangkah, dia membalik badannya "bisa gak sih, satu hari jangan marah-marah?, gendang telingaku rasanya mau pecah Nona Rox!"


Seketika Renty berhenti dengan raut wajah yang sedikit ketakutan "siapa yang marah-marah?" elak Renty dengan suara memelas.


"Susah ngomong sama orang keras kepala!" dengus Garin yang langsung membalik badannya dan meninggalkan Renty.


Renty tersenyum, meskipun Garin terlihat kesal padanya, tapi dia malah merasa senang, karena akhirnya Garin mau menegurnya.

__ADS_1


Mereka berdua memasuki Guard Tower tanpa ada yang bicara, walaupun Renty sebenarnya ingin berbicara pada Garin.


Semua karyawan yang melihat CEO dan Wakilnya datang, mereka semua membungkuk hormat dan menyapa Garin dan Renty dengan sopan.


Garin dan Renty hanya menganggukkan kepala, untuk menyapa mereka kembali. Mereka berdua masuk ke dalam Lift.


Di dalam Lift Garin buka suara "bilang pada Syla, suruh dia untuk ke ruanganku nanti!"


Wajah Renty berubah jelek saat mendengar nama Syla, Asisten Bohay yang di miliki Garin, Renty merasa tersaingi jika ada Syla di dekat Garin.


"Mau apa nyuruh dia ke ruangan kamu? Aku juga bisa melakukan apa yang dia kerjakan!" jawab Renty ketus.


"Kamu mau jadi asisten sekaligus wakil CEO? Baik kalau begitu, kamu handle kerjaan Syla sekaligus, nanti aku pindahkan dia ke kantor Ayah!" ucap Garin enteng.


Sontak saja Renty tercengang, menjadi wakil CEO saja pekerjaannya banyak, bagaimana nantinya kalau dia merangkap jabatan.


"Jangan gitu lah Garin, masa kamu tega sih aku handle dua kerjaan?" suara Renty kembali melembut.


Garin terdengar menghela napas "makanya jangan bawel jadi orang!"

__ADS_1


__ADS_2