
Garin langsung mengajak Renty pulang, dia tidak mau kalau Renty kenapa-kenapa. Garin yang awalnya hanya cuek saja dengan orang-orang yang mengincarnya, kali ini dia benar-benar ingin tahu siapa mereka dan apa Motifnya sehingga mengincar dirinya.
Di dalam Mobil Garin terdiam memikirkan kejadian barusan, Renty yang melihat Garin hanya diam, dia menegurnya.
"Kamu kenapa Garin?"
Sontak Garin langsung tersadar "ah.. tidak apa-apa." ucapnya sambil memaksakan sebuah senyum.
"Apa karena masalah tadi Garin?" cecar Renty yang ingin tahu apa yang sedang kekasihnya tersebut pikirkan.
Garin mengusap rambut Renty, meskipun dia lebih muda dari Renty, tapi sekarang Renty kekasihnya jadi dia berani melakukan hal tersebut.
"Jangan berpikiran macam-macam, aku tidak apa-apa, oke."
Garin tidak mau Renty memikirkan masalahnya, dia sekarang ingin melindunginya dengan sepenuh hati, karena Garin sadar, kalau Renty wanita yang bisa membuat dirinya nyaman.
Renty menyenderkan kepalanya di bahu Garin "aku tidak ingin kehilangan kamu Garin."
__ADS_1
Garin mengangguk lirih, dia memeluk Renty yang sedang bersender di bahunya sambil mengecup puncak kepalanya "aku tidak akan kemana-mana, tidak usah berpikir berlebihan seperti itu."
Renty hanya bisa berharap kalau hubungan mereka akan baik-baik saja, tidak ada yang memisahkan hubungan mereka nantinya.
...***...
Mobil yang di naiki mereka berdua sampai di kediaman Keluarga Moor, mereka berdua turun dari Mobil sambil bergandengan tangan. Sementara Klon Sistem sibuk membawa barang-barang yang di beli oleh Renty.
Alvin yang kebetulan sedang ada di teras, dia mengernyitkan dahi saat melihat anaknya bercanda mesra dengan Renty, apa lagi Renty merangkul lengan Garin sepanjang jalan.
"Ada apa ini? Kalian berdua....?" Alvin bertanya sambil menaikan satu alisnya, seolah bertanya hubungan mereka berdua.
"Ayah seperti tidak pernah muda saja, Garin masuk dulu Ayah." Garin meninggalkan Alvin yang masih duduk di teras sambil memerhatikan mereka lekat-lekat.
Alvin tidak tahu apa yang terjadi dengan mereka berdua, tapi melihat keduanya seperti itu dia cukup senang, setidaknya tidak akan ada lagi suara pertengkaran keduanya di rumah itu.
"Benar kata orang dulu, benci pertanda suka." gumam Alvin sambil tersenyum kecut, mengingat bagaimana Garin dan Renty yang sejak dulu seperti anjing dan Kucing.
__ADS_1
Garin dan Renty pergi ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri sebelum mereka makan malam bersama nantinya.
Di dalam kamar, Garin bukannya langsung mandi, dia menghampiri komputernya. Garin langsung menyuruh Ai cerdas buatannya untuk mencari data orang yang menyerangnya.
Ai cerdas memperlihatkan Video pertarungan Klon Sistem dan penembak Jitu, sambil mencari data orang tersebut.
"Data di dapatkan Tuan! Orang tersebut merupakan pensiunan Miliar Grosovs, dia bekerja sebagai pembunuh bayaran selama ini." Ai Cerdas memberikan informasi pada Garin.
"Apa tidak ada yang lain lagi?" tanya Garin memastikan.
"Ketika pertarungan pengawal anda, ada sebuah satelit yang terus menangkap video mereka, kemungkinan itu orang yang menyuruh pembunuh bayaran tersebut. Sayangnya saya sudah mencoba terhubung dengan data orang tersebut tapi tidak bisa, dia juga memiliki keamanan data yang kuat."
Garin menghela napas "cari celah untuk masuk kesana, aku ingin melihat siapa orang itu sebenarnya!"
"Dimengerti Tuan!" Ai cerdas langsung mematikan Komputernya.
Garin merebahkan tubuhnya di kursi, dia mendongak menatap langit-langit kamarnya "tidak akan ku biarkan siapapun menyentuh orang-orang yang aku sayang!"
__ADS_1