
Melihat tanda nama di Rumah tersebut, membuat Renty mengernyitkan dahi, pasalnya Garin juga memanggil dirinya dengan marga Rox.
Renty menoleh ke arah Garin "apa maksudnya ini Garin?" tanyanya dengan penasaran.
Garin menatap rumah tersebut sambil menaruh kedua tangannya di saku celana "Rumah generasi Rox yang terakhir, mereka di buru mafia-mafia di seluruh penjuru dunia saat keturunan terakhir keluarga Rox di lahirkan."
"Garin, sebenarnya apa yang ingin kamu katakan padaku? Tidak usah berbelit-belit seperti ini!" bentak Renty yang sudah tidak sabar dengan Garin.
Garin mengulas sebuah senyum "Dailmar Rox, Ayahmu pemimpin Mafia Dark Hell. Saat Ibumu hamil kamu, Dailmar memutuskan untuk menghilang dari kelompok Mafia Dark Hell. Namun, sayangnya Dailmar terlalu ceroboh, meskipun dia tinggal di sini dan tidak ada yang tahu keberadaannya, suatu ketika musuhnya menemukan dirinya dan keluarganya."
Garin menoleh ke arah Renty "Dailmar yang menghilang dari kelompok Mafia Dark Hell, dia tidak bisa menahan para musuhnya sendirian, akhirnya Dailmar menyuruh Ibumu yang sedang hamil tua untuk pergi ke keluarga Crusher, pelayan setia Keluarga Rox."
"Tunggu dulu Garin. Apa kamu sedang menceritakan dongeng untukku?" tanya Renty tidak percaya.
"Aku tahu kamu tidak akan percaya dengan kata-kataku, tapi ketahuilah Renty, bukan aku yang menginginkan kamu menjadi pelayanmu, melainkan Hanz sendiri yang awalnya bernegosiasi denganku, sebelum kejadian di gedung itu." ucap Garin santai.
Sontak saja Renty terkejut, karena Garin tidak pernah mengharapkan dia jadi pelayan-nya. Melainkan Ayahnya yang menginginkan dia untuk bersama Garin.
"Tidak mungkin! Kamu pasti bercanda Garin!" Renty masih belum bisa menerima kenyataan kalau dirinya bukan berasal dari keluarga Crusher.
"Apa aku terlihat berbohong padamu? Kalau tidak percaya telepon saja Hanz!" jawab Garin santai.
Renty langsung mengeluarkan Ponselnya dari tas kecil yang selalu dia buat. Namun, panggilannya tidak di jawab oleh Hanz.
"Ayah, ayo angkat!" gumam Renty dengan perasaan yang campur aduk.
Ketika Renty sedang sibuk menghubungi Hanz, Kss dua muncul dan memberikan laporan pada Garin.
Garin terkejut saat mendengar laporan dari Kss dua "Apa kamu serius?!"
"Benar tuan, mereka menangkap Hanz tadi malam." jawab Kss dua.
Garin tidak bertanya lagi, dia langsung menghampiri Renty dan mencekal lengan-nya "Kita pergi dari sini!"
Garin tidak menjelaskan apa yang sedang terjadi, sehingga Renty tentu saja menolak ajakan Garin.
"Lepaskan Garin! Walaupun kamu tuan muda Moor, tapi kami juga punya hak untuk bicara!"
Renty menghempaskan tangan Garin, karena perasaan-nya sedang amburadul, dia jadi tidak bisa mengontrol diri dan meluapkan emosinya.
Garin berhenti melangkah, dia membalik badannya, menatap Renty yang sedang marah pada dirinya.
Terlihat mata Renty yang memerah dan mengembun, wajahnya gelap seperti langit yang mendung, siap menumpahkan air hujan.
__ADS_1
Baru juga Garin mau membuka mulut, tiba-tiba suara tembakan melesat ke arahnya. Kss dua yang masih di sana langsung melindungi tuannya dengan menggunakan katana, sehingga peluru yang melesat ke arah Garin langsung terbelah menjadi dua.
"Tuan, pergilah dari sini, biar kami yang atasi ini."
Klon System yang di bawah perintah Kss dua langsung keluar semua, mereka langsung mengerumuni Garin dan Renty agar tidak jadi sasaran tembakan.
Tentu saja Renty yang tadinya sedang marah, dia langsung ketakutan setelah melihat puluhan Klon System yang tiba-tiba muncul.
Garin menghela napas, dia mencekal lengan Renty "Atap pergi, di sini bahaya!"
Kali ini Renty tidak menolak sama sekali, dia dengan patuh ikut dengan Garin yang menarik tangannya.
Klon System terus mengikuti mereka berdua hingga sampai ke Mobil, karena mereka tidak mau tuannya kenapa-kenapa.
Sementara itu Kss dua yang sudah tahu kalau para penembak tersebut sedang mengejar Garin dan Renty, dia dengan sigap mencarinya.
Hanya dalam sekejap mata, Kss dua sudah menemukan penembak jitu yang ada di di lorong sebuah bangunan.
Duak
Kss dua langsung memukul orang tersebut, tapi penembak jitu masih bisa menahan pukulan Kss dua dengan senjata yang sedang dia pegang, meskipun dirinya terhempas dua meter ke belakang.
"Cih! Ternyata benar kalau kalian bukan manusia!" ucap penembak jitu.
Kss dua menatap tajam penembak jitu yang menaruh senapannya dan menggantinya dengan dua buah pisau militer.
Srat
Srat
Sayatan-sayatan pisau dia lancarkan pada Kss dua, tapi Kass dua mampu menghindari serangan-serangan penembak jitu.
srat
Trang
Entah dari mana munculnya, tiba-tiba Kss dua juga memegang sebuah Pisau di tangannya, sehingga membuat penembak jitu terkejut.
Mereka berdua terus beradu senjata masing-masing, penembak jitu terlihat sangat ahli menggunakan pisaunya.
Kss dua terlihat tersayat di beberapa bagian tubuhnya, sehingga pakaian yang di kenakannya robek-robek karena sayatan Penembak jitu.
Namun, penembak jitu juga tidak luput dari serangan Kss dua, dia terlihat berdarah di beberapa bagian tubuhnya karena serangan dari Kss dua.
__ADS_1
Penembak Jitu menggertakkan giginya, karena serangannya tidak melukai sama sekali lawannya, padahal dia sudah berusaha menyayat dengan sangat dalam bagian tubuh Kss dua.
Swuzz
Trang
Trang
Suara benturan empat pisau yang mereka gunakan terus terdengar, percikan api kecil terlihat saat ke empat benda pilih tersebut saling berbenturan satu sama lain.
Clap
Pral
Arghh
Penembak jitu berteriak histeris ketika, tangan kirinya terpotong oleh Kss dua.
Penembak jitu melangkah mundur sambil memegangi tangannya yang terpotong dengan begitu mudahnya oleh Kss dua.
Penembak Jitu menatap tidak percaya orang di depannya, teknik bertarungnya sudah di atas kewajaran manusia biasa. Dia baru menyadari kalau lawannya sangatlah kuat, kepercayaan dirinya yang tadi ada sekarang seolah menguap entah kemana.
Keringat dingin mulai menetes di dahinya, menandakan jika dia sekarang benar-benar ketakutan, padahal dalam kamusnya dia yang biasa membuat ketakutan lawannya.
Namun, egonya sebagai pembunuh bayaran tentu saja tidak runtuh begitu saja, dia mengatupkan rahangnya dan langsung menyerang kembali Kss dua.
Kss dua menunggu Penembak jitu datang dengan sendiri, pisaunya yang masih meneteskan darah segar pembunuh jitu, membuat pisau tersebut terlihat begitu mengerikan.
"Arghhh! Akan ku bunuh kamu bedebah!" teriaknya sambil menerjang Kss dua.
Kss dua mengambil kuda-kuda, dia juga menerjang dengan kecepatan penuh.
Trang
Pral
Clap
Pisau Penembak jitu jatuh menancap tanah, bersamaan dengan itu lehernya terpotong dan kepalanya terlepas dari tubuhnya.
Brugg
Seketika tubuh tanpa kepalanya ambruk ke tanah dengan darah segar yang menyembur keluar dari potongan lehernya.
__ADS_1
Kss dua mengibaskan pisaunya, kemudian pisau tersebut menghilang seolah menyatu dengan tubuhnya.
Kss dua menghubungi Klon System bawahannya, untuk segera membereskan mayat penembak jitu, agar tidak membuat keributan di tempat tersebut. Selepas itu dia langsung bergerak kembali mengejar Mobil Garin yang sudah meninggalkan taman Kota.