
Royan, Huge dan beberapa anak buahnya, semalaman begadang untuk mengintai Rumah Alvin. Mereka sampai ada yang tertidur pulas di sana, meskipun banyak nyamuk yang menggigiti tubuh mereka
"Bedebah! Sia-sia saja kita semalaman di sini!" raung Royan marah.
Sontak saja mereka yang tertidur langsung bangun karena terkejut, mereka langsung berdiri sigap seolah mau upacara bendera saja.
Tentu saja hal tersebut mengusik Royan yang sedang marah "Sialan! Aku semalaman mengawasi, kalian ternyata malah enak-enakan tidur?"
Royan menampar mereka satu persatu, sehingga para bawahan Huge langsung tersadar dengan jelas.
"Bos, lihat itu!" Huge memanggil Royan yang sedang memberikan pelajaran bawahannya.
Royan langsung menoleh "ada apa? Aku ingin mencekik anak buahmu sampai mati!"
"Lihat dulu, ini lebih penting dari mereka." jawab Huge serius.
Royan menghela napas, dia kemudian mendekat ke arah Huge, mata Royan berbinar, seulas senyum terlihat di bibirnya.
"Itu mereka, cepat bersiap! Kita ikuti mereka dan hadang di jalan!" Royan memberikan perintah.
__ADS_1
Seketika mereka semua mengangguk dan masuk ke dalam Mobil masing-masing. Royan tidak tahu saja, kalau keberadaan mereka sebenarnya sudah di ketahui Ai cerdas Garin dan juga Klon Sistem, tapi berhubung Royan dan Huge tidak bergerak, jadi Garin membiarkan mereka.
Sementara itu di Mobil Garin, terlihat Renty dan Garin sedang bercanda mesra. Mereka berdua lebih akrab daripada biasanya.
"Sayang, kamu pecat saja Asisten kamu itu." ucap Renty merajuk manja.
Garin menghela napas "kamu tidak boleh begitu, lagi pula dia kerjanya bagus, tidak ada alasan untukku memecatnya."
"Tapi, dia selalu menggodamu." Renty mengerucutkan bibirnya.
"Kamu ini yah, kapan dia menggodaku? Kamu saja yang terlalu cemburu." Garin mencubit hidung Renty dengan gemas.
"Ih... Aku tidak suka kamu dekat dengannya."
Renty membuang muka, dia menyilangkan kedua tangannya di depan dada sambil melihat keluar jendela Mobil, Garin yang melihat hal itu dia tersenyum getir.
Ciiiitt....!
Tiba-tiba sopir menginjak Rem mendadak, membuat Garin dan Renty terhantuk kursi depan.
__ADS_1
"Aww!" pekik Renty memegangi kepalanya yang terbentur kursi depan.
"Kamu tidak apa-apa?" Garin bergegas memapah kekasihnya itu, dia menegur sopir "pak, kalau ngerem jangan mendadak bisa tidak?!" ucapnya ketus.
"Maaf Tuan muda, tapi di depan banyak Mobil yang menghadang kita." jawab Sopir dengan takut.
Garin melihat ke depan, benar saja banyak Mobil yang menghadang Mobilnya, dia menghela napas malas.
"Ada apa sayang?" Renty melihat ke depan Mobil, matanya membelalak besar ketika dia melihat puluhan orang berpakaian serba hitam mendekat ke arah mereka.
"Sayang, siapa mereka?" tanya Renty dengan tubuh bergetar karena ketakutan.
Garin langsung memeluk Renty "kamu tenang yah, anak buahku akan menyingkirkan mereka.
Benar saja, Klon Sistem bermunculan. Sontak saja Royan dan Huge terkejut, karena tadi mereka tidak melihat ada yang menjaga Mobil Garin.
Klon Sistem menarik bawahan Huge yang sudah mau mengetuk Mobil dan melemparnya ke belakang hingga tersungkur puluhan meter.
Garin dan Renty hanya di dalam Mobil, mereka menyaksikan pergulatan antara Klon Sistem dan para bawahan Huge.
__ADS_1
Royan mengeluarkan pistolnya, dia menembak Kepala Klon Sistem tanpa ragu. Satu Klon Sistem jatuh, hingga membuat Royan tersenyum.
"Cih! Kalian pikir aku akan berbe...." ucapan Royan terhenti ketika melihat Klon Sistem yang tertembak kepalanya bangkit lagi.