![Grisella Story [Revisi ]](https://asset.asean.biz.id/grisella-story--revisi--.webp)
Grisella Anarasya adalah seorang mahasiswi tingkat akhir yang berusia 21 tahun Grisella lahir di Changsha, Tiongkok pada tahun 1999. Ayahnya berdarah Indonesia dan ibunya berdarah Chinese. Grisella memiliki wajah yang sangat cantik, berkulit putih, bermata hitam pekat, hidung kecil yang mancung, rambut sepinggang yang berwarna hitam pula. Perpaduan antara ibu dan ayahnya membuat Grisella sangat cantik dan imut secara bersamaan. Tinggi badan Grisella 165 cm dengan berat badan ideal 48 kg dan memiliki bakat pengobatan sejak usia 7 tahun yang diturunkan langsung dari sang kakek. Grisella sendiri memiliki cita-cita menjadi seorang pengusaha sukses yang nantinya mampu memegang perusahaan sang ayah.
Hidup Grisella sangat menyedihkan. Ia harus bersembunyi di balik topeng ondel-ondel untuk menutupi jati dirinya yang sesungguhnya. Grisella begitu dibenci oleh ibu tiri dan kakak tirinya. Bahkan sang ayah juga sangat membencinya tanpa ada sebab yang nyata. Hidup Grisella atau kerap di sapa Gisel ini sangat rumit karena ia harus berusaha keras untuk menggapai cinta sang ayah. Di lain sisi ia harus dipertemukan dengan seorang pria yang dirumorkan bodoh dan cacat.
Andreas Jonathan Pramudya adalah seorang pria berdarah Indonesia-Thailand. Nathan lahir 27 tahun silam di Thailand saat orang tuanya memilih menetap di sana untuk membangun bisnis di bidang properti sebelum kembali ke Indonesia. Nathan harus bersembunyi dari publik karena dia diketahui bodoh dan cacat. Ia cacat akibat kecelakaan yang menimpanya dua tahun lalu.
Sebelumnya, Nathan adalah seorang CEO di perusahaan AJ Group. Namun, karena kecelakaan itu ia harus break dan menyerahkan urusan perusahaan kepada asistennya. Kata bodoh dan cacat sudah menjadi sebutan yang tidak asing lagi bagi putra dari Jessica Pramudya dan Wisnu Pramudya ini, ia tak pernah lagi muncul di depan publik. Namun, tiada yang tahu bahwa ia telah sembuh dari sakitnya. Akan tetapi, sebelum kecelakaan itu Nathan sempat membawa nama perusahaannya ke tingkat Eropa untuk perusahaan yang baru berdiri di pasar Eropa yang membuat semua orang menganguminya, tapi sekarang ia hanyalah sampah.
Nathan ditinggalkan oleh sang kekasih yang telah menjadi tunangannya setelah mengetahui ia lumpuh dan tak dapat berdiri lagi. Namun, tanpa ia sadari pertemuan singkatnya dengan Gisel membuat Nathan bertekad untuk kembali dan mengatakan kepada dunia bahwa apa yang mereka katakan adalah omong koson semata.
Citrania Carvelyn adalah seorang model berusia 25 tahun asal Indonesia dia adalah calon istri Nathan yang sudah bertunangan empat tahun silam. Dia adalah seorang model papan atas di Inggris yang memiliki Job terbang yang sangat banyak. Hubungan mereka terputus setelah Nathan kecelakaan dan tak mampu lagi berdiri sejak itu Citra menetap di Inggris. Ia pun memutuskan pertunangan tersebut dengan dalih tidak ingin merepotkan Nathan. Orang tua Citra pun seakan tutup mata akan masalah tersebut. Keluarga Nathan harus menanggung malu karena batalnya pertunangan tersebut.
Saat ini Gisel berdiri dengan raut wajah ketakutan di depan sang ayah. Matanya sembab akibat air mata tiada henti mengalir. Ada tiga orang dewasa yang berdiri di depannya dan menatap Gisel dengan pandangan berbeda. Tatapan kebencian mereka layangkan kepada Gisel yang membuat gadis lugu semakin ketakutan.
“Dasar putri tidak berguna!” Makian kembali terdengar yang membuat hati Gisel mencelos. Ia hanya mampu terisak tanpa mampu berkata-kata. Sesakit inikah menjadi putri yang tak diinginkan?
Sembari menyeka linangan air mata Gisel berkata, “Maafin, Gisel, Yah.” Ia hanya mampu mengatakan hal tersebut dengan suara bergetar.
“Maaf kamu bilang?! Karena dirimu aku dipermalukan! Maafmu tidak bisa mengembalikan kehormatanku!” Pria itu kembali berteriak murka yang membuat si gadis meringsuk ketakutan.
“Ck, dasar anak tidak berguna. Sudah, Pa dia hanya membuang tenagamu saja,” sela wanita setengah baya sambil menatap gadis itu sinis yang hanya mampu menatap penuh ketakutan kepada tiga orang dewasa di depannya. Matanya merah akibat menangis tanpa henti, pipinya membengkak akibat tamparan dari pria yang dipanggil sebagai ayah. Hal tersebut tidak membuat hati mereka tergerak untuk mengobati memar pada beberapa bagian tubuh Gisel.
__ADS_1
Pria itu mengusap wajahnya kasar sembari menatap gadis yang ketakutan itu tajam. Bibirnya seperti ingin mengatakan sesuatu. Namun, tak ada sepatah kata pun yang keluar. Masih dengan perasaan marah pria tersebut meninggalkan gadis yang berstatus sebagai putrinya itu dalam keadaan babak belur.
“Aki ingetin ya, jangan pernah mengganggu hubungan kami!” peringat sang kakak. Setelah mengatakan demikian wanita itu juga berlalu.
‘Dasar Gisel bodoh!’ rutuknya dalam hati. Ia menyebut dirinya bodoh karena telah melakukan hal yang sangat mereka benci, tapi apakah ia tak berhak mengeluarkan ketidak puasannya?
Hari ini adalah hari bersejarah bagi sang kakak Elshandra Aceline yaitu hari ulang tahun Celine, di saat itu pula seorang pria tampan melamar Celine. Tentunya Celine sangat senang karena dilamar oleh sang pujaan hati. Pria itu adalah seorang pengusaha di bidang properti—Marcel Pradipta Mahendra—pemilik perusahaan MP Corp.
Semua orang terpukau akan aksi nekat Marcel. Namun, hal tersebut dikacauakan oleh seorang gadis yang berpenampilan mirip ondel-ondel—menamparnya dan menyebut Marcel brengsek. Gadis itu tak lain adalah Gisel, ia baru sadar ternyata pria ini mendekatinya hanya ingin membuat sang kakak bahagia. Sebab, sekarang ia sangat terluka—menyesal pernah menaruh harapan yang bersemi menjadi cinta pada pria tersebut. Karena pada akhirnya ia yang dipermalukan. Gisel menatap sekilas sang kakak, benar ia tersenyum mengejek. Pasti ia sekarang menganggapnya seperti orang idiot.
Semua orang masih terhenyak tidak menyangka bahwa seorang gadis kecil berani menampar pria itu di depan umum. Sedangkan yang bersangkutan begitu marah ditampar oleh gadis jelek tersebut.
Para tamu yang tersadar menonton dengan antusias seakan drama keluarga akan segera dimulai. Mereka menatap jijik kepada gadis tersebut yang berpenampilan tidak menarik di mata mereka.
“Kamu mengatakan ingin melamarku mana janjimu? Dasar pembohong, brengsek, bajingan kamu!” jawab Gisel dengan suara bergetar. Tanpa terasa lapisan embun mulai melingkupi netranya yang siap untuk tumpah kapan saja. Tak perduli lagi dengan citra sang ayah, toh ujung-ujungnya semua kesalahan kembali pada dirinya.
“Gisel!” Keheningan yang baru beberapa saat tercipta harus pecah akibat suara menggelegar seorang pria paruh baya yang berpenampilan sangat rapi.
Semua mata langsung menyorot di mana asal suara tersebut. Di tengah kerumunan tamu sosok laki-laki paruh itu menatap penuh benci kepada gadis tersebut. Wajah pria paruh baya itu merah padam tangannya terkepal erat seperti ingin meninju seseorang. Pria itu berjalan mendekat di mana gadis yang bernama Gisel tersebut berada.
Plak!
__ADS_1
Tamparan keras pria itu layangkan pada putrinya sendiri, saking kerasnya tamparan tersebut wajah gadis itu sampai menoleh ke kanan yang membuat para tamu kembali terkejut, tapi tidak mengatakan apa pun. Ya, gadis jelek itu adalah putri kandung dari Devian Prayoga. Tiada belas kasih yang ia tunjukkan untuk sang putri seakan gadis itu hanyalah parasit yang harus segera disingkirkan.
“Dasar tidak punya sopan santun, anak pembawa sial kamu!” Tuan Devin memaki—mengeluarkan kata-kata yang seharusnya tidak dilontarkan oleh seorang ayah kepada putrinya.
Gisel memegang pipinya yang memerah akibat tamparan tersebut. Hatinya ngilu diperlakukan tidak adil oleh sang ayah. Apakah ia sehina ini di mata ayahnya? Apakah ia hanya anak pembawa sial? Gisel terdiam sejenak—menatap gamang ke arah sang ayah. Jelas, jika ia sedang terluka baik fisik maupun batin.
Sepeninggal Gisel. Tuan Devin meminta maaf kepada tamu yang hadir di pesta ulang tahun putrinya yang ke-25 tahun. Seakan tidak terjadi apa-apa pesta kembali dimulai dan Marcel kembali melanjutkan aksinya melamar Celine.
Di keheningan malam suara isakan terdengar dari bibir seorang gadis kecil yang meringkuk di sudut tembok sembari memeluk kedua lutut— isakannya mengusik ketenangan di malam hari. Rambutnya yang acak-acakan membuat gadis itu terlihat sangat mengerikan. Sesekali suara isakan lolos dari bibirnya yang terdengar sangat memilukan.
Grisella Anarasya nama gadis yang meringkuk itu, tatapannya kosong seakan tak ada kehidupan di sana yang ada hanya aura keputusasaan. Gisel adalah sosok gadis yang baik. Dia sangat menyayangi sang ayah. Namun, ayahnya selalu menyakiti gadis itu. Gadis yang selalu dipandang sebelah mata oleh masyarakat sekitar. Karena tidak mempunyai bakat dan juga dicap sebagai gadis bodoh. Hanya Aceline yang ditatap dan dianggap ada oleh semua orang. Hanya Aceline yang dianggap ada di rumah nan mewah itu. Hanya Aceline putri dari Devian Prayoga salah satu penguasa sukses yang ada di Indonesia. Selalunya hanya ada nama sang kakak tidak pernah sekalipun terselip namanya. Hal tersebut kerap kali membuatnya merasa buruk.
Hidup Gisel sangat menyedihkan. Gisel selalu mencari perhatian sang ayah. Namun, apa yang ia dapat? Hanya bentakan, hinaan, dan cacian dari sang ayah. Berbanding terbalik dengan perlakuan sang ayah kepada Aceline. Seakan yang putri kandung di sini adalah Aceline, tapi nyatanya Gisel adalah putri kandung dari tuan Devian Prayoga dan nyonya Amelia Claristie. Lihat betapa kejamnya dunia memperlakukan Gisel tanpa ada belas kasih.
Gisel tidak pernah berpenampilan menarik seperti sang kakak, karena menurutnya itu tidak penting dan dia takut akan amarah ibu tirinya. Dia selalu disuruh berdandan menor oleh sang ibu tiri dan kakak tirinya ketika ingin pergi ke kampus. Sehingga siapa saja akan mengejeknya sebagai wanita penggoda dan bahkan banyak yang mengejeknya seperti ondel-ondel setiap Gisel akan ke kampus. Namun, Gisel sangat bersyukur dengan begitu dia menyembunyikan wajah cantiknya dari tatapan pria lapar di luar sana.
_________
_Bersmabung_
nama pemainnya aku gantii dan sedikit perubahan alur. semoga masih mau baca, ya.
__ADS_1