Grisella Story [Revisi ]

Grisella Story [Revisi ]
part 21


__ADS_3

Hari ini adalah hari di mana Aditya pulang ke tanah air. Dia belum memberitahu sang Ibu jika ia membawa seseorang yang sangat mereka sayangi dan seorang malaikat kecil datang bersama mereka.


Saat ini Aditya menemani Yasmin untuk melakukan pertemuan pers untuk mendeklarasikan bahwa pemilik salah satu rumah sakit terbesar Indonesia akan hadir dan memimpin rumah sakit itu, karena sebenarnya pemimpin sekarang hanyalah pamannya yang telah diberikan amanah untuk menjalankan rumah sakit tersebut.


Suara riuh di sebuah gedung yang khusus di dekor untuk melakukan perkenalan pemilik perusahaan sebenarnya. Banyak yang beranggapan bahwa itu adalah Ginan putra dari dr. Dimas Heryanto Herlambang.


Semua pertanyaan mereka akan terjawab beberapa menit lagi. Kebanyakan tamu yang datang adalah seorang dokter dan perawat.


Dari arah pintu masuk seorang wanita cantik bersama seorang pria tampan berjalan masuk. Mereka sudah mengenal siapa pria itu, dia adalah pengusaha terkenal Indonesia yang mampu melebarkan sayapnya sampai ke Eropa.


"Sini, Sayang," panggil om Dimas ketika melihat Yasmin datang bersama dengan Aditya, dia sudah tidak terkejut lagi karena Ginan telah menceritakan segalanya apa yang terjadi kemarin. Semua orang kaget, karena pemimpin rumah sakit tempat mereka bekerja memanggilnya dengan panggilan akrab. Sudah jelas mereka memiliki hubungan yang dekat begitulah pemikiran mereka.


Yasmin tersenyum dan menghampiri pamannya itu. Aditya masih senantiasa menemani. Banyak sekali wartawan yang menangkap gambar mereka berdua dan mungkin akan jadi trending topik jika CEO sukses bersama seorang wanita cantik. Mata mereka memang tidak teliti karena tidak mengenali istri CEO sukses itu.


"Baiklah hadirin semua, wanita cantik yang ada di samping saya adalah pemilik sesungguhnya rumah sakit yang saya pegang ini, dia hanya belum siap waktu itu jadi masih membutuhkan saya. Saya sebagai Pamannya dengan senang hati membantu keponakan saya, dan hari ini saya akan memberikan kembali kursi kepemimpinan rumah sakit ini kepada keponakan saya. Kalian tidak perlu khawatir karena dia adalah lulusan terbaik di universitas kedokteran yang ada di Singapura," jelas om Dimas yang membuat mereka semua membeku seakan tidak percaya.


"Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Paman, terima kasih karena menjaga rumah sakit milik Bunda saya," ujar Yasmin berterima kasih dengan tulus.


Prok ... prok ... prok!


Suara riuh tepuk tangan mereka layangkan untuk Yasmin. Mereka tidak menyangka ternyata wanita cantik di depan mereka adalah lulusan terbaik Universitas kedokteran yang ada di Singapura. Walaupun begitu masih ada yang sedikit tidak setuju karena menurut mereka Yasmin tidak pernah melakukan kerja lapangan dalam menangani kasus yang ada di rumah sakit itu. Apalagi gadis itu masih sangat mudah untuk memegang kursi kepemimpinan rumah sakit.


"Keponakan saya ini, pernah bekerja di rumah sakit ini. Apa kalian mengenal dr. Putri yang merupakan dokter spesialis syaraf?" tanya Dimas karena mengetahui apa yang mereka pikirkan.


Seketika ruangan itu jatuh dalam keheningan menunggu apa yang akan Dokter itu katakan. Mereka jelas ingat dr. Putri dokter yang sangat berbakat dan juga baik hati. Namun, dokter putri sangat berbeda dengan wanita yang ada di depan mereka sekarang. Wanita itu lebih dewasa.


"Iya, dia adalah dr. Yasmin Putri Prayoga yang sekarang ini berdiri di hadapan kalian dan dia juga sudah bertugas di salah satu rumah sakit terkenal yang ada di Singapura," jelas om Dimas panjang lebar dan memperhatikan raut wajah mereka yang penuh keterkejutan.


"Jadi, dia adalah dr. Putri sekaligus putri tunggal pengusaha sukses tuan Prayoga yang dirumorkan tidak berbakat dan aku pernah dengar dia telah menikah dengan pengusaha sukses bernama Aditya Wisnu Priatmaja, pria yang berdiri di depan kita sekarang," bisik salah satu perawat.


"Pria tampan itu adalah tuan Aditya, astaga ternyata selama ini kita salah menilai orang dari luar dan aku ingat istri pengusaha sukses itu meninggal dalam sebuah kecelakaan. Jadi, itu tidak benar?" papar perawat satunya lagi dan membuat mereka semua bingung. Namun, mereka tidak berani bergosip yang nantinya akan menyinggung orang berpengaruh itu. Acara pun berlangsung dengan khidmat tanpa adanya kesalahan.


PEMILIK TUNGGAL RUMAH SAKIT TERBESAR INDONESIA TELAH MUNCUL ISTRI CEO MUDA YANG DIKABARKAN TELAH MENINGGAL KARENA KECELAKAAN 3 TAHUN LALU KINI MUNCUL DI DEPAN PUBLIK DAN DIA ADALAH PEMILIK ASLI RUMAH SAKIT TERBESAR INDONESIA YANG SELAMA INI TIDAK DIKETAHUI IDENTITAS ASLINYA. HAL INI SANGAT MENGEJUTKAN PABULIK APA LAGI GADIS ITU ADALAH GADIS YANG DICAP SEBAGAI GADIS SAMPAH OLEH SEMUA ORANG. NYATANYA DIA ADALAH SEORANG GENIUS.

__ADS_1


Tulisan itu tercetak jelas di berita utama pagi ini di HOT NEWS dan di sampaikan diberbagai media berita, bahkan acara TV juga menanyangkan hot news itu.


“Pa, Papa," panggil seorang wanita setengah baya.


Dari arah kamar seorang pria yang masih gagah walaupun sudah tidak mudah lagi menghampiri wanita itu.


"Kenapa Ma?" tanyanya.


"I-itu, Yasmin 'kan sama Aditya, Mama enggak salah liat 'kan?" tanya wanita itu dengan wajah blonk tidak percaya akan penglihatannya.


"I-iya Ma, dia beneran Yasmin menantu kita. Jadi, bener selama ini dia tidak meninggal, Alhamdulillah ya Allah," syukur tuan Wisnu walaupun masih tidak percaya akan penglihatannya.


Hal yang sama pun terjadi di kediaman Prayoga yang di dalamnya tinggal Aryo dan juga kerabatnya dari Jerman yang baru sampai pagi tadi.


"Astaghfirullah, di-dia Yasmin Om," pekik Ziah saat melihat layar kaca TV yang menampilkan wajah Yasmin dan juga Aditya.


"Astaga, kita tidak salah lihat 'kan, ya Allah anak Om masih hidup dan sehat wal Afiat walaupun sekarang dia tampak berbeda," tutur Aryo seakan tidak percaya akan penglihatannya.


"Kita kerumah Om Wisnu, mungkin mereka ke sana sekarang," usul Aryo dan bergegas diikuti oleh Ziah yang juga bersemangat. Walaupun dia masih tidak percaya.


Rumah yang awalnya damai kini sudah heboh karena ulah bunda Lalita yang mengetahui menantu kesayangannya masih hidup dia sudah tidak peduli siapa yang dikuburkan waktu itu dan kenapa Yasmin masih hidup dia buang semua pemikiran itu yang penting sekarang adalah Yasmin sehat dan makin cantik dengan rambut hitam legamnya yang sangat panjang.


Berbagai hidangan enak sudah tertata di meja makan semuanya makanan kesukaan Yasmin dan Aditya. Baru saja Aryo dan juga Ziah datang dengan perasaan campur aduk sama seperti apa yang mereka rasakan.


Berita tentang istri seorang Presdir yang dikabarkan telah tiada 3 tahun kini muncul sebagai pemilik rumah sakit terbesar di Indonesia.


Dari luar terdengar deruh mobil yang berhenti di pekarangan rumah megah itu. Mereka harap-harap cemas semoga saat ini mereka tidak bermimpi atau berhalusinasi.


"Aclamualaikum, Kakek, Nenek." Mereka bingung kenapa ada suara anak kecil di luar dan kenapa memanggil mereka.


Dari arah luar seorang gadis mungil membawa sebuket bunga lily tersenyum cerah ke arah mereka yang sukses membuat mereka juga ikut tersenyum.


"Adik kecil, kamu lagi ngapain di sini?" tanya Ziah ramah seraya menghampiri gadis mungil yang sangat mirip dengan Aditya dan Yasmin itu. Mereka ber0ikir dia adalah perpaduan Aditya dan Yasmin.

__ADS_1


"Ala, datang mau nyapa Nenek dan Kakek, Ala kangen," jawab Ara seraya menghampiri Aryo, Wisnu, dan juga Lalita. Jawaban Ara makin memperkuat asumsi mereka. Jika, gadis mungil cantik di hadapan mereka ini adalah anak Aditya dan Yasmin.


"Assalamualaikum." Salam seseorang di luar sana.


"Wa'alaikumsalam," jawab mereka saat mendengar seseorang memberi salam. Betapa kagetnya mereka ternyata benar Yasmin masih hidup. Wanita cantik itu sekarang berdiri seraya tersenyum di hadapan mereka.


"Bunda, Ayah," pekik Ara dan langsung menghampiri keduanya. Di belakang mereka Erza menyusul dan tersenyum melihat keluarganya yang sangat berbahagia.


"Assalamualaikum, Ma, Pa, Ayah," salam Aditya dan langsung mencium punggung tangan mereka.


"Wa'alaikumsalam, Sayang," jawab Lalita.


"Yasmin, Bunda kangen," ujar Lalita beralih dari Aditya dan langsung memeluk menantu kesayangannya yang masih membisu.


"Yasmin juga kangen sama Bunda," balas Yasmin dan membalas pelukan Bunda Lalita.


"Kamu enggak kangen sama Ayah, Sayang," tegur tuan Aryo seraya memasang wajah cemberut yang sudah tidak cocok dengan usianya.


"Yasmin kangen banget sama Ayah," ucap Yasmin dan langsung memeluk Aryo yang sudah tersenyum membalas pelukan anaknya yang sudah hampir 4 tahun lamanya tidak ia jumpai karena mengira sosoknya sudah tidak bisa kembali lagi bersama mereka.


"Udah dulu reunianya, kita ke ruang makan yuk, Bumil lagi laper, nih," tegur Ziah tiba-tiba.


"Hei, kamu hamil Ze?" tanya Yasmin sembari menghampiri Ziah yang sedang menatapnya aneh.


"Aku punya suami, jadi gak takut kalau aku hamil," jawab Ziah enteng.


"Oh, gitu, udah deh katanya tadi laper nanti dedek bayinya ngiler kalau enggak dikasih maunya," tutur Yasmin tersenyum aneh ke arah Ziah.


"Buset, aku enggak mau anakku ileran," teriak Ziah kaget dan langsung berjalan menuju ruang makan. Sementara, anggota keluarga yang lain hanya menggeleng dan tersenyum maklum melihat tingkah bumil yang satu ini.


Suasana meja makan begitu ramai dan dipenuhi kehangatan. Candaan mereka kebanyakan diisi oleh tingkah konyol Ziah dan juga Ara yang berebut makanan. Mereka lagi-lagi hanya dapat tertawa melihat tingkah aneh dari Ziah yang berdebat dengan ponakannya sendiri. Kebahagiaan yang begitu kental terasa sangat manis di hati mereka setelah sekian lama dirundum kepiluan dan akhirnya semua kepiluan itu telah berkhir lika-liku kehidupan Aditya dan Yasmin telah selesai. Asam , manis, pahitnya dunia dalam menjalankan hubungan telah mereka rasakan bahkan sampai kejenjang pernikahan masalah selalu menghantui mereka. Akan tetapi, saat ini, itu semua telah berakhir dan digantikan beribu-ribu kebahagiaan yang tidak akan di telan usia atau akan dihancurkan oleh orang lain.


bersambung....

__ADS_1


hehe aku ubah statusnya jadi bersambung lagi, soalnya mau kulanjutkan lagi hehe.


__ADS_2