Handsome Ruler Queen

Handsome Ruler Queen
episode 11


__ADS_3

Ratu malisa terdiam sejenak, 'benar yang di ucapkan pangeran edgar..bukan kah akan sulit membuat anakku menjadi ratu jika titah dulj sudah di umumkan dan akan ada pemberontakan jika aku melakukan penggatian kadidat ratu masa depan'


Menatap putrinya yang tenang dan tidak bersuara dari tadi hanya mendengarkan percakapan mereka. Ia tidak yakin kalau putrinya apa bisa memenangkan pertarungan pedang ini, bukan karena ia meremehkan putrinya namun ia belum pernah melihat putrinya bermain senjata.


Zahra yang di tatap oleh ratu malisa menatap balik ratu malisa.. Dari tatapannya saja ia paham kalau ratu malisa kurang yakin dan takut dirinya kalah.


Menatap edgar yang duduk tenang menunggu keputusan ratu malisa. "Baiklah saya setuju pangeran edgar..jika   saya menang anda harus bersedia menjadi raja saya pangeran"


Semua orang yang mendengar ucapan zahra kaget dan khawatir kecuali sila.


"Putriku apa kamu yakin?" Ucap ratu malisa ragu ia tidak ingin putrinya terluka.


"Saya yakin bunda ratu, putri ini akan mengambil jalan adil kare-


" Bagaimana kalau kakak kalah? Bukankah kakak tidak bisa berpedang?" Ucap sila memotong ucapan zahra dengan wajah lugu dan polos nya.


"Putri sila dimana sopan santun mu?!" Ucap ratu malisa menatap tajam sila. "Apa raja tidak mengajarkan mu tatakrama sopan santun ha?.memotong ucapan orang lain hmm tata krama yang baik sekali raja" Lanjutnya menatap tajam raja saint yang menunduk dalam tidak berani menatap dirinya.


"Maafkan sila bunda ratu...tapi yang sila ucapkan benar bukan kalau kakak tidak bisa berpedang? Sila takut kakak akan terluka parah karena sila" Ucap sila menunduk sedih seolah-olah ia mengkhawatirkan zahra.


"Kau sangat lancang" Ratu malisa menunjuk wajah sila dengan wajah merah padam karena emosi.


Zahra hanya menatap datar sila yang dari tadi men drama dengan ekspresi yang lugu tak berdosa.


"Adik ku ini ternyata sangat mengkhawatirkan kakakmu ini"


"Sila memang sangat khawatir dengan kakak..karena sila sayang kakak" Ucap sila tersenyum di paksakan.


Zahra yang mendengar ucapan sila ingin rasanya muntah.. 'Apa? Sayang?huekkk najis' batin zahra jijik. Namun tetap berusaha tersenyum manis supaya matanya mau menyipit.. "Oh terima kasih karena sayang terhadap kakakmu ini..tapi kakak takut adik akan kehilangan muka untuk menampakkan diri" Ucap zahra dengan suara berdanyut lembut.


Sila yang mendengar ucapan zahra mengepalkan tangan nya. "Kalau kakak kalah kakak akan menjadi putri agung namun tenang saja sila akan selalu sayang kakak" Ucap sila tersenyum lembut..berbeda dengan suara hatinya 'jika kakak menjadi putri agung..adik ini tidak akan sulit untuk menyiksa mu dan membunuhmu kakak hahahahah'

__ADS_1


"Ohh adikku sangat baik" Ucap zahra bersedekap dada menyenderkan punggungnya tak peduli dengan sila yang panas.


"Baiklah kesepakatan ini di terima bukan yang mulia?" Ucap edgar menyimpulkan apa yang ia dengar dari perdebatan dan drama barusan.


"Tentu saja pangeran edgar..dan bersiap lah untuk menjadi rajaku" Bukan ratu malisa yang menjawab melainkan zahra.


"Tentu calon ratuku" Ucap edgar tersenyum manis dan membungkuk sedikit.


Zahra membalas senyuman edgar dengan tak kalah manis. Berdiri menatap ratu malisa


"Ibunda ratu..putri ini undur diri karena sudah waktunya tidur" Ucap zahra menundukkan kepala sedikit lalu pamit undur diri.


Sila yang melihat zahra pergi lalu segera ikut berpamitan.


Zahra saat ini berjalan di taman seorang diri tanpa adanya dayang maupun prajurit.


"Kakak" Zahra berhenti mendengar suara yang di lembut-lembutkan namun baginya alay dan cempreng.


Zahra memutar bola mata nya malas lalu menoleh menatap sila dengan mata yang menyipit. "Ada apa adikku sayang?"


"Kakak apa kakak yakin kakak akan bertarung pedang dengan sila?" Ucap sila dengan wajah yang di khawatir.


'Kokok opo kokok yokon kokok okon bortorong podong dongon solo' cibir zahra kesal, khawatir berkedok merendahkan.


Zahra berbalik lalu memegang tangan sila dengan lembut namun sebenarnya ingin mematahkan tulang nya "adik tidak perlu khawatir, adik hanya fokus untuk pertarungan itu"


"Tapi kakak bukan nya tidak bisa berpedang? Sementara sila adalah pemenang berpedang yang terkenal"


'Ini maksud sombong gitu? Hasil bayar aja bangga' batin zahra sinis.


Apalagi melihat dayang-prajurit yang mengikuti sila tersenyum merendahkan padanya..ingin rasamya ia ek**kusi sekarang.

__ADS_1


"Adik tidak perlu khawatir, kakak akan berusaha mengimbangi" Ucap zahra 'merendah sementara lah' "kalau begitu kakak istirahat dulu ya kakak lelah" Zahra berbalik pergi ke kamarnya. Ia sudah muak melihat wajah ppb itu yang seperti setan karena make up tepungnya pudar alias sudah di uleni.


"Kalau kakak kalah jangan sedih ya" Teriak sila


'Bac*t kau setann' batin zahra malas menjawab suara cempreng sila. Zahra sampai di depan kamar dengan mood yg sangat buruk dan tidak sadar mengeluarkan aura membunuh membuat pelayan dan prajurit yang melewatinya merinding dan takut bahkan tidak ada lagi bisik-bisik hanya hening.


Zahra membuka pintunya dengan kasar dan menutupnya dengan kasar setelah masuk ke kamarnya, ia sangat kesal. Tapi tidak lama kemudian seringai muncul di bibirnya.


'Rober apa aku bisa meminta sesuatu padamu?' ucap zahra memanggil rober


'Rober siap melaksanakan permintaan dan perintah anda nona'


'Hmm tolong sebarkan bubuk gatal di kamarnya ppb..nona ini muak dengan mulut jablay itu'


'Siap nona laksanakan, saya dengan senang hati melakukan nya' 


Zahra berjalan ke meja rias dan membuka topengnya dengan wajah yg terlihat berseri-seri namun bagi yang dekat dengan nya mungkin akan ngeri.


"Yahh...besok akan ada kejutan yang sangat bagus" Gumam zahra beranjak membuka hanfu hingga tersisa hanfu tipis, berjalan ke ranjang dan merebahkan tubuhnya.


"Mimpi indah adik heheh"


🐍


Disisi lain, terlihat seorang wanita yang duduk di meja rias dengan di dampingi para dayang yang melepaskan aksesoris dan membersihkan wajahnya serta melepaskan hanfu hingga tersisa hanfu tipis saja.


"Kami pamit undur diri yang mulia" Ucap para dayang membungkukkan badan lalu pergi keluar.


Sila menatap wajahnya di cermin,


"Hahah aku akan menjadi ratu penguasan kerajaan martanesia" Ucap sila sambil tertawa tawa "putri buruk rupa itu tidak akan bisa mengalahkanku putri tertampan" Lanjutnya dengan seringai.

__ADS_1


'Hueekk apaan tuh..pantesan nona menyuruh menaruh bubuk gatal' batin rober yang sedari tadi berada di udara dengan bentuk arwah (jadi dia tu tidak kelihatan ya karena dia arwah dan untuk perawakan nya, aku rahasiakan dulu hehe) 'terlalu najis ternyata'


__ADS_2