
'Cepu' batin zahra hanya menunduk seolah takut.
"Ada apa ini?" Tiba-tiba suara yang lembut namun tetap berkharisma datang dari pintu.
Zahra yang tahu siapa itu hanya memutar bola matanya malas namun masih dalam posisi menunduk. 'Yo dateng juga ni, memang yang bodoh selalu panjang umur' zahra sangat malas bertemu pria cantik yang bodoh namun sayangnya merupakan ayahnya.
Sila yang mendengar suara raja saint segera mengubah mimik wajah nya "hiks hiks ayah lihat wajahku" Tangis sila sambil menatap raja saint.
'Yo seperti biasa... Licik sekali'
Raja saint yang mendengar suara tangisan sila segera mendekati sila melewati zahra yang sedang menunduk "astaga putriku ada apa dengan wajahmu?" Ujar raja saint khawatir menangkup wajah sila yang penuh dengan ruam-ruam merah.
"Ayah hiks hiks tolong beri putri ini keadilan" Ujar sila menjatuhkan kakinya bersimpuh di memegang kaki raja saint menunduk dengan isak tangis.
Raja saint yang melihat itu memegang bahu sila lalu menuntun nya berdiri dan duduk kursi panjang yang sudah tersedia.
"Ayah pasti akan memberikan keadilan untuk putriku"
Zahra menatap malas drama di depan nya. Berjalan di kursi tunggal sebelah kursi panjang duduk mengangkat kakinya di meja. Ia malas melanjutkan drama tadi lebih baik jadi diri sendiri.
__ADS_1
Raja saint dan sila yang melihat hal itu terkejut. Putri yang di rumorkan bodoh itu berani melakukan hal yang tidak sopan padahal biasanya hanya menunduk.
"Putri zahra di mana sopan santun mu?" Ujar raja saint menatap tidak suka zahra yang memainkan rambutnya.
Zahra tidak tersinggung dengan tatapan itu karena ia sudah mengendalikan perasaan pemilik tubuh ini.
"Oh sopan santun? Apa itu?" Ucap zahra malas masih memainkan rambutnya tanpa menatap di dua orang di depannya.
"Apa? Kau tidak di ajari sopan santun? Apa kau tidak masuk sekolah tata krama?"
Zahra menatap datar raja saint "saya belajar tatakrama maupun sopan santun tapi.." Jeda zahra menatap dua orang yang terlihat geram dengan nya " Sopan santun saya tidak cocok untuk kalian berdua"
Raja saint mengepalkan tangannnya.. Ucapan putri di depan nya secara tidak langsung menganggap ia dengan sila merupakan orang rendahan.
"Hahahaha" Zahra tertawa keras mendwngar perkataan raja saint. Itu lucu baginya.
Raja saint dan sila bingung melihat zahra tertawa keras.
"Apa yang kau tertawakan kakak?"
__ADS_1
Zahra menghentikan tawanya dan mengangkat alisnya bersedakap dada dengan angkuh menatap datar dua orang di depan nya. " Ayah? Anda hanya ayah kandung berkedok tiri, dan bagiku kau hanya ayah tiri bukan ayah kandung sementara para ayah selir adalah ibu tiri yang berkedok kandung. Tapi bagiku mereka ayah kandungku bukan ayah tiri" Desis zahra menatap tajam raja saint yang terdiam mendengar ucapan nya.
Sila yang melihat raja saint terdiam mengepalkan tangan nya. 'Jangan sampai raja bodoh ini terpengaruh'
Sila menatap sedih zahra "kakak kenapa kakak mengucapkan itu? Apa kakak tidak mengakui ayah sebagai ayah kakak?"
"Buat apa saya harus menganggap nya ayah? Sementara dirinya saja yang tidak becus menjaga anaknya dan lebih memilih anak angkat tidak tahu diri" Ucap zahra santai.
"Kakak? Menganggap adik ini tidak tahu diri? Hiks hiks a-ku hanya ingin merasakan kasih sayang hiks hiks ayah dan ibu" Isak tangis sila menunduk dengan badan bergetar.
Raja saint yang mendengar itu menatap tajam zahra "putri zahra, sila tidak bersalah ia hanya anak polos yang tidak tahu apapun" Raja saint menatap tajam zahra.
"Oh?"
"Polos diam-diam ingin merebut kekuasaan dan kasih sayang semuanya dari orang yang tidak bersalah begitu yang mulia?" Zahra menatap sila yang menangis sambil menundukkan kepala " Ia tidak lebih dari orang yang egois, dan menarik perhatian ayah orang lain dan merebutnya dari anak yang tidak bersalah. Setelah itu dia ingin merebut kekuasaan anak yang merupakan anak sah jadi? Siapa yang perlu di kasihani? Putri angkat yang merebut semuanya? Atau putri tidak bersalah yang kehilangan semuanya? "
Raja saint tidak mengerti ucapan zahra "apa maksudmu?"
"Hah...yang mulia terlalu baik dan naif sehingga bisa di manfaatkan begitu saja" Ucap zahra berdiri.
__ADS_1
"Putri ini pamit yang mulia, saya harap anda paham yang saya ucapkan" Pergi begitu saja tanpa menunggu jawaban dari raja saint yang terdiam.
Setelah zahra pergi menghilang, ruangan hening. Raja saint masih terdiam tidak mengerti akan ucapan zahra. Sementara sila menahan emosj mendengar ucapan zahra yang merendahkan dirinya.