Handsome Ruler Queen

Handsome Ruler Queen
chapter 19


__ADS_3

"salam yang mulia"


Zahra hanya menatap dengan kurang minat.. ini bukan pelayan yang dulu berteriak hanya karena melihat wajahnya. Ya wajar si dia teriak karena wajahnya sedikit mengerikan.


"Hmm..apa tujuan mu kemari" ucap Zahra melewati pelayan itu masuk ke kamarnya.


Pelayan tersebut hanya menundukkan kepala tapi Zahra bisa melihat tangan itu terkepal erat. "Kau bukan memiliki tujuan untuk menonton lantai kan? Apa perlu aku membuatkan lantai yang lebih indah?" Ucap Zahra tajam melihat pelayan itu menatap penuh dendam ke lantai. Padahal lantainya tidak salah apapun.


Pelayan itu mendongak dengan senyum manis "maafkan saya yang mulia..saya disini pelayan pribadi anda yang telah di kirim langsung oleh yang mulia raja" ucap pelayan itu dengan suara pelan dan lembut


Zahra hanya berdeheman padahal di dalam hati ia berusaha untuk tidak muntah mendengar suara yang menjijikan itu "siapa namamu? Kau terlihat tidak asing seperti pernah melihatmu" tanya Zahra dengan suara yang lemah lembut, ia akan mengikuti drama pelayan di depannya. Ia bukan orang bodoh yang tidak tahu kalau pelayan di depannya adalah orang yang membentaknya hanya untuk membela si sila PBB.


"Nama saya nola, saya siap melayani anda yang mulia.. mohon yang mulia menerima pelayan ini"


"Huh...saya tidak akan menerimamu sebagai seorang pelayan pribadi " ucap Zahra santai berjalan ke arah lemarinya mengambil sebuah kertas yang berisi sebuah bubuk lalu memasukkan ke gelas yang telah di isi dengan anggur "kecuali kau meminum anggur ini " zahra bisa melihat tubuh pelayan itu menegang, CK sangat menarik melihat manusia di depannya tegang tidak bisa berkutik.


Zahra berdecak gemas dengan pelayan di depannya yang tak kunjung bergerak ini sudah lama ia berdiri dengan menyodorkan anggur meskipun ini baru 1 menit "kalau kau tidak mau meminumnya pergi saja kau dari sini..saya tidak menyukai pelayan pengecut yang saya inginkan pelayan tangguh"


Pelayan Nola tidak dapat mengambil keputusan kalau dia mengambil gelas itu dan meminumnya dia akan berada antara hidup atau akan mati kalau dia memilih mundur ia akan mendapatkan hukuman cambuk dari kediaman putri kedua 'sial ternyata..putri bodoh ini tidak bisa di bodohi lagi' batin pelayan Nola menatap tajam wajah bertopeng itu.


Tak


"Berhenti menatap saya seperti itu, putri ini sangat tidak menyukainya. Jadi cepatlah memilih kalau kau tidak mau pisau itu nyasar ke matamu" ucap Zahra dengan seringai menakutkan ia sedikit suka dengan keberanian pelayan di depannya ya meskipun itu wajah karena ini bukan tubuh aslinya. Ia sengaja melemparkan pisau buah itu begitu saja membuat pelayan di depannya bergetar takut. Yah setidaknya sedikit untuk menghiburnya, karena dari awal ia datang merasuki tubuh putri zahra mertanesia ia tidak bisa membu*Nuh dan berburu darah seperti yang dia lakukan seperti saat menjadi Zahra Aleksander itu membuatnya sedikit memiliki nafsu yang tinggi akan da*ah.


Brukk

__ADS_1


"Maafkan saya yang mulia...saya tidak bisa melakukannya saya tidak ingin meninggal sia sia..saya hanya pelayan kecil yang mencari nafkah, saya mohon untuk meringankan pilihan yang anda buat" ucap pelayan Nola menjatuhkan tubuhnya berlutut di kaki Zahra.


"Cihh..kalau kau tidak bisa memilih pilihan saya.. silahkan pergi dari tempat ini dan bilang pada tuanmu kalau misi nya gagal" ucap Zahra berdecih sinis tidak peduli ucapan pelayan Nola yang menurutnya itu hanya membual.. itu hanya kesedihan yang di buat buat bukan alami tetapi buatan.


"Baik yang mulia" pelayan Nola mengepalkan tangannya ia merasa sangat di permalukan. Putri bodoh di depannya ini sangat berani mempermalukannya.


Pelayan Nola mendongak menatap tajam mata Zahra yang menatapnya datar 'lihat saja aku akan membalasnya seribu kali lipat' batin pelayan Nola dengan mata kebencian.


"Alihkan pandangan kebencianmu itu sebelum aku mengorek mata kau untuk koleksi saya..kebetulan putri ini sangat geram padamu " ucap Zahra mencengkram erat pipi pelayan Nola. Lalu menghempaskan dengan kasar membuat tubuh pelayan Nola ambruk di lantai.


"Dahh hust hust...sana ngadu dulu pada tuanmu supaya segera mendapatkan imbalan yang manis" ucap Zahra memandang nendang tubuh pelayan Nola dengan kejam. Ia tidak ingin memperpanjang drama ini dengan orang lain atau bawahan dari sila ia ingin tuannya turun sendiri.


Pelayan Nola segera pergi dengan amarah dan gelisah yang ketara. Ia gagal masuk dan mendapatkan kepercayaan putri tidak berguna itu dan malah mendapatkan hinaan.


Zahra menguap dengan suara keras, ia bosan ternyata drama itu hanya sebentar CK ia sedikit tidak suka 'hah...aku membutuhkan kenza agar aura cahayanya menyebar'


'nona... itu tadi sangat tidak asik sekali. Drama nya kurang panjang nona' ucap Rober kesal karena ia sudah menyiapkan banyak pop corn ujung -ujungnya drama hitungan jari.


Zahra memutar bola matanya malas "kamu tahu Rober..aku ingin agar sila langsung yang turun tangan agar aku bisa memegang erat tangannya dan membaginya untuk semua orang "


'bagi-bagi? Anda ingin memperkosanya? Anda menjadi penyuka tomat ya?' Ucap Rober polos


Zahra ingin sekali menabok wajah Rober tetapi ia tidak tahu bagaimana wajah itu "aku masih normal menyukai terong tidak menyukai tomat apalagi tomat itu sudah kadaluarsa "


'kadaluarsa gimana nona? Bukannya sayuran tidak bisa kadaluarsa? Bukannya sayuran hanya bisanya busuk ya?' Ucap Rober bodoh menguji kesabaran Zahra

__ADS_1


"Aku masih penyuka yang segar segar apalagi terong yang baru di petik dari pohonnya langsung pasti sangat nikmat "


'kok malah bahas sayur nona?'


"Yang duluan bahas sayuran siapa hah? Kan lu duluan yang berbicara soal tomat " ucap Zahra kesal. Sistemnya ini sudah erorkah apakah ia harus meng upgrade agar lebih waras atau perlu memindahkan otaknya ke kaki.


'Hehe... Nona sayuran yang telat di makan atau di olah baru kadaluarsa jadi anda sudah kadaluarsa dong' ucap Rober dengan tertawa keras lalu menghilang begitu saja meninggalkan Zahra yang kesal setengah mati.


"Masa iya gw kadaluarsa? Masa kadaluarsa kan masih panjang ck aku jadi menyesal mengucapkan sayuran kadaluarsa" gumam Zahra dengan suara sesal. Ia mengucapkannya untuk orang lain malah dia yang kena.


Tok


Tok


Tok


Zahra mengalihkan perhatiannya mendengar suara ketukan pintu.


"Masuk "


Zahra bisa melihat pemuda yang tidak asing baginya, wan pemuda yang mendampingi ratu malisa.


"Salam yang mulia putri, maafkan saya mengganggu waktu anda. Saya menghadap kepada anda karena saya di titahkan untuk selalu mendampingi anda dan saya di tugaskan untuk melindungi anda" ucap wan membungkuk kan badannya.


Zahra hanya menganggukkan kepalanya "berdiri dengan tegak lah.. kau harus bisa meminum anggur ini baru bisa saya menerimamu.. kalau kau tidak mau silahkan tinggalkan kediaman ini "

__ADS_1


__ADS_2