Handsome Ruler Queen

Handsome Ruler Queen
chapter 24


__ADS_3

"Be-narkah? Nona tidak akan menyakiti neza kan? Seperti yang di lakukan kakak-kakak yang memberi neza makan" ucap laki laki itu dengan raut polos.


Zahra tertegun melihat bagaimana wajah laki-laki didepan matanya sekarang. Ini bukan seperti tatapan pura pura seperti yang pernah dapatkan dari sila. Ini adalah tatapan polos yang di ikuti dengan mata kelam penuh luka dan keputusasaan frustasi yang berlebih.


'Pemikiran anda memang benar adanya nona, jika wan polos karena begitu naif maka laki-laki didepan anda polos karena itu ia di pengaruhi oleh penyakit mentalnya karena terus tersiksa dan di sakiti' ucap Rober menatap iba pada laki laki Surai putih.


" bagaimana bisa laki-laki ini berada disini? Siapa yang tega mengurung laki-laki ini di tempat seperti ini " tanya Zahra penasaran, kediaman ini begitu kotor tidak terurus.


'di dunia ini, budak di perlakukan seperti ini merupakan hal wajar. Tidak ada yang komentar tentang bagaimana budak tidak mendapatkan keadilan selayaknya manusia yang setara' jelas Rober


"Kalau seperti itu, apa gunanya kerajaan di dunia ini? Apa itu hanya sistem pajangan saja?"


'ini tidak ada hubungannya dengan kerajaan nona, karena budak di depan anda bukan berasal dari kerajaan mertanesia anda bisa melihat dari warna rambutnya yang berbeda dari ciri khas orang-orang kerajaan mertanesia' Zahra menatap rambut laki-laki di depannya yang acak-acakan, 'rambut putih bisa jadi laki-laki ini dari kerajaan barat' batin Zahra entah kenapa tangannya gatal ingin mengurus dan memanjakan laki-laki di depannya.


'yah NEZA dahulu merupakan seorang pangeran kerajaan barat. Namun karena tuduhan dari para tetua yang membuatnya di turunkan jadi budak oleh ayahnya sendiri'


"Oh jangan bilang tuduhan abal-abal" ucap Zahra malas, kalau cerita seperti ini biasanya karena tuduhan ataupun penghianatan.


'yah seperti tebakan anda namun bedanya orang yang selama ini ia sebut ayah, orang yang selama ini di sebut superhero ternyata adalah kembaran ayah kandungnya alias pamannya sendiri. Untuk ayah kandungnya mati di tangan sang kembaran'


"Yah tragis sekali" gumam Zahra mengulurkan tangannya hendak mengelus rambut laki-laki di depannya. Namun tangannya terhenti melihat yang di gapainya mundur meringsut ketakutan sambil mencengkram rambutnya.


"Jan-gan sakiti neza hiks hiks bunda ayahnda tolong neza" ucap neza dengan tubuh yang gemetaran memanggil orang tuanya.


"Hey jangan takut, namamu neza kan? Aku Zahra " Zahra dengan lembut melepaskan cengkraman tangan neza dari rambutnya sendiri.

__ADS_1


"Be-benarkah, Zaza malaikat yang nolong neza? Kata bunda orang pertama yang baik kepada neza adalah malaikat " ucap neza menatap Zahra dengan atusias.


'perubahan ekspresi dan emosi yang sangat cepat' batin Zahra tersenyum lembut mengelus rambut neza, kali ini neza tidak menghindar malah terlihat senang dan anteng.


"Ya..neza mau ikut Zaza kan? Zaza bawa ke tempat yang lebih baik daripada disini. Zaza akan melindungi neza dari orang orang jahat" Zahra membujuk dengan halus, ia tidak boleh memaksa nya langsung.


Neza mendengar hal itu mengangguk atusias "neza mau bersama malaikat Zaza, neza ga mau sakit lagi" ucapnya dengan penuh binar kebahagiaan.


"Baiklah, namun sebelum itu kita lepas dulu rantai itu oke?"


"Okey"


Zahra segera melepaskan rantai yang mengikat tangan dan kaki neza dengan bantuan Rober.


"Nah sudah lepas, Ayo ikuti Zaza" ucap Zahra menarik lembut tangan neza ia tidak ingin menyakiti neza.


Sesampainya di kediaman, Zahra segera menutup pintu dan menatap neza dengan serius.


"Neza?"


Neza yang awalnya menunduk langsung mendongak menatap yang ia sebut sebagai malaikat yang datang untuk menyelamatkan dirinya "kenapa Zaza?"


"Neza bagaimana bisa berada di kediaman belakang kerajaan mertanesia? Siapa yang mengurung neza seperti itu hmm?" Tanya Zahra lembut.


"Neza waktu itu sedang berjalan-jalan di hutan bunga tiba tiba neza ketemu gadis yang polos dan tampan. Dan gadis itu mengajak neza kemari dan entah kemana gadis itu sekarang neza tidak tahu" jelas neza dengan polos.

__ADS_1


Zahra mengerinyit bingung 'gadis polos dan tampan? Jangan bilang ni laki ketemu ma sila itu? Aiss gak Edgar gak neza pasti ada hubungannya dengan sila PBB itu' batin Zahra kesal.


"Neza tidak tahu nama gadis itu?"


"Neza tidak ingat sama sekali" ucap neza menundukkan kepalanya dengan sedih "Zaza tidak akan menghukum neza karena neza tidak berguna kan? "


Zahra tersenyum lembut, mengulurkan tangannya mengusap rambut putih dengan gemas. Membuat sang empu pemilik rambut tersenyum senang karena ia kira ia akan di hukum.


"Sudah..Zaza tidak akan menghukum neza. Nah sekarang mandi terlebih dahulu ya agar neza lebih segar dan makin cantik" ucap Zahra lembut lalu berjalan keluar kediaman untuk memerintahkan pelayan menyiapkan pemandian. Tenang saja situasi di luar sudah stabil seperti semula semua pelayan dan prajurit sudah sadar.


Neza menatap penuh binar kepada Zahra, tapi setelah Zahra menghilang dari pandangannya, matanya langsung berubah tajam dan datar berbeda sekali dengan tatapan polos, naif dan penakut yang Zahra lihat tadi.


'sangat melelahkan melakukan drama ini' batin neza malas 'tapi gadis topeng ini lumayan auranya sangat kental sekali. Fufufu~~ aku menyukainya' lanjutnya dengan seringai penuh arti.


'ck...nona sebenarnya bawa korban atau pelaku. Ini lakik cantik cantik gitu ternyata kek setan' batin Rober yang melihat bagaimana gerak gerik laki-laki yang di bawa nonanya.


Tak lama setelah itu terdengar suara Zahra yang meminta neza untuk segera ke pemandian. Ekspresi wajah neza yang awalnya datar berubah seketika menjadi ceria dan polos.


"Nah ayo buka pakaian mu terlebih dahulu " Ucap Zahra saat melihat neza sudah sampai di dekatnya.


Mendengar ucapan Zahra wajah neza entah kenapa menjadi memerah. "K-kenapa neza harus buka pakaian?" Tanya nya terbata bata berusaha mengendalikan wajahnya yang sudah memerah total.


Zahra menatap neza dengan pandangan aneh " neza akan mandi, jadi neza harus membuka pakaian terlebih dahulu lalu masuk ke pemandian ini. Kamu tenang saja Zaza tidak akan berbuat macam-macam kepadamu neza" ucap Zahra santai sedikit nada menggoda di akhir.


Wajah neza semakin memerah "b-baiklah, neza akan membuka pakaian. Tapi bisakah Zaza keluar? Neza bisa mandi sendiri. Neza kan mandiri"

__ADS_1


"Oh mengusirku nih? " tanya Zahra menggoda neza.


"Bukan, neza tidak bermaksud mengusir Zaza. Ne-neza hanya malu menunjukkan tubuh neza yang penuh luka dan bekas luka" Ucap neza dengan kepala tertunduk "neza tidak mau membuat Zaza jijik kepada neza"


__ADS_2