Handsome Ruler Queen

Handsome Ruler Queen
episode 21


__ADS_3

Malam yang begitu hening dan gelap hanya di hiasi oleh cerahnya bulan purnama yang memancar aura ketenangan yang begitu ketara.


Berbeda dengan seorang pelayan yang baru saja pergi dari kediaman putri Zahra, tidak ada ketenangan di wajahnya hanya ada ketegangan dan ketakutan yang begitu ketara.


"Bagaimana ini..putri kedua pasti akan sangat marah" gumam pelayan Nola dengan gelisah. Memikirkannya ia pasti akan di hukum berat atau mendapatkan pengusiran dari kerajaan ini.


"Tetapi ini lebih baik daripada aku mati di tangan putri tak berguna itu. Itu lebih memalukan" gumamnya lagi dengan yakin ia berjalan cepat ke kediaman putri kedua.


"CK..pelayan rendahan aja gak tahu diri" celutuk Zahra yang sedari tadi berada di atas pohon tak jauh dari pelayan Nola berada. Ya setelah ia mengelus rambut wan sampai wan tertidur. Ia segera pergi melihat bagaimana keadaan kediaman sila pbb.


'Sebenernya seberapa lambat pelayan ini berjalan, waktu nona mengusirnya itu sudah tiga puluh menit yang lalu. Apa pelayan itu setakut itu menemui sila' gumam Rober sambil menatap malas pelayan Nola yang sedang senam maju mundur.


"Yah biasa pecundang Handal..punya otak tapi masih saya tak bisa ber logika dengan baik.. apa gunanya punya otak, mending di berikan kepada hewan yang lebih bisa berpikir" ucap Zahra dengan suara agak kesal karena dramanya belum di mulai sampai sekarang, pelayan Nola masih saja senam maju mundur antara yakin dan takut. "Ingin aku dorong rasanya" gumam Zahra


'perlu saya dorongkan nona? Kebetulan saya sedang tidak ada kerjaan dan ini adalah salah satu hal yang cocok untuk mengerjainya' tawar Rober dengan hati yang riang.


Zahra tersenyum smrik "boleh juga tuh... Dorong saja"


Rober segera melaksanakan perintah nonanya, dengan sekali jentikan jari dan


Brak


"Pelayan sialan....apa kau tidak bisa mengetuk pintu terlebih dahulu hah?!" Teriak marah sila dengan wajah memerah. Ia sedang bermain dengan prajurit di kediamannya bahkan sedikit lagi akan mencapai kenikmatan.


"M-aafkan S-saya yang mulia" pelayan Nola menunduk dengan wajah yang memerah melihat bagimana posisi intim di depannya. Tapi ia takut sekali melihat putri kedua sangat marah.

__ADS_1


Sementara Zahra mengerinyit jijik melihat adegan sila lewat hologram di depannya (karena adegan di dalam kediaman sedangkan Zahra di luar di atas pohon jadi ia tidak dapat melihatnya begitu jelas makanya pakai hologram ) bagimana tidak? Sila dengan pakaian melorot memperlihatkan dadanya dan kakinya yang telanjang dan mengakang di atas prajurit yang sudah tidak ada sehelai kain pun, apalagi terong itu "sial..apa apaan itu sekecil kecilnya sosis sonais, ini lebih kecil" gumam Zahra membuang buah di tangannya karena ia sudah tidak nafsu makan melihat adegan di depannya.


Rober tertawa mendengar ucapan nonanya 'aduh ucapan anda benar sekali nona..apalagi terong itu sudah tidak perjaka lagi'


"Oh pantes..eh berarti terong calon suamiku ikut kecil dong nanti?" Ucap Zahra ia tak dapat membayangkan betapa kecilnya sosis sonais itu.


Rober memutar bola matanya malas 'tidak lah tuan...karena prajurit itu kehilangan keperjakaan di luar nikah jadi kecil deh'


Zahra cengong mendengar hal itu...dunia ini sangat aneh sekali..tapi ada untungnya ya karena bisa mempunyai banyak lelaki dengan keindahan yang begitu fantastis. "Apakah lelaki yang kehilangan keperjakaan karena di paksa atau di perkosa akan merasakan hal yang sama?" Ucap Zahra penasaran..bagaimanapun korban pemerkosaan itu adalah hal yang tidak di inginkan setiap orang, itu perbuatan kejam yang akan memicu trauma dan rasa takut. Korban pemerkosaan tidak pantas untuk di rendahkan karena mereka adalah korban ingat mereka adalah korban. Meskipun mereka kehilangan keperjakaan atau keperawanan mereka mereka tetap berharga Dimata seseorang yang tepat.


'Tenang saja nona...beliau tahu mana yang benar mana yang salah jadi kutukan ini hanya berlaku untuk lelaki yang dengan suka rela memberikan tubuh mereka tanpa adanya paksaan mereka akan melempar tubuh mereka ke ranjang kecuali lelaki itu sudah menikah' ucap Rober panjang lebar.


"Baguslah" gumam Zahra pelan menatap kembali ke hologram di depannya.


Di kediaman putri kedua


"M-maafkan saya yang mulia..saya ingin melaporkan b-ahwa rencana anda gagal"


Brak


Sila mendengar hal itu langsung menendang wajah pelayan Nola dengan kejam. "Kau pelayan yang tidak berguna..buat apa aku mempunyai pelayan yang tidak berguna..pergi kau sebelum aku memegal kepala kau"marah sila.


Pelayan Nola segera bangun dan segera pergi.. ia tidak ingin berlama-lama disana.


"Tenanglah yang mulia... Nana ada disini untuk menghibur anda" ucap prajurit manja sambil mengelus bahu sila dengan sensual.

__ADS_1


Sila menghela nafas kasar "kamu tahu sayang.. aku ingin sekali membunuh kakak ku itu, aku ingin menjadi seorang ratu dan kamu menjadi salah satu pendampingku" ucap sila dengan suara sendu. 'ck ternyata tidak semudah itu untuk memasukkan orangku ke kediaman putri bodoh itu..tidak bisa di biarkan aku harus mencari rencana lain' batin sila dengan marah, ia harus berusaha menekan amarahnya agar tidak terjadi keributan yang membuat semua orang curiga padanya.


Prajurit yang bernama noa itu tersenyum penuh arti"saya akan membantu anda yang mulia...Nana siap membantu ratuku"


Sila mengalihkan pandangannya menatap lelaki lumayan cantik menurutnya "oh kamu punya rencana? Coba beritahu ratumu ini" ucap sila dengan suara penasaran, 'hmm memanfaatkan satu katamitku ini tidak masalah'


Noa tersenyum malu "baik yang mulia..tapi sebelum itu" jeda noa mengelus sensual dan semakin menempelkan tubuhnya dengan tubuh sila "mari kita lanjutkan hal tadi"


Sila tersenyum mesum "baiklah kalau itu keinginanmu...aku akan melampiaskan rasa marahku padamu malam ini" setelah itu terdengar suara ambigu.


Kembali ke Zahra


"ISS apa tu...benar benar ppnk " ucap Zahra jijik melihat adegan di depannya.. sial ternyata sila ini manapulasi yah lumayan lah sebagai tantangan nya nanti.


'Ppnk? Apa itu nona?'


"Pria pemuas nafsu keliling "


'oh..anda sangat benar, tapi nona itu wajar karena dia sudah kecanduan dan ingin mendapatkan harta yang melimpah'


Zahra mengangkat bahunya acuh "mau itu apalah tetap saja ppnk"


"Oh iya kau pernah melihat sila membunuh seseorang? Apa dia benar-benar membunuh mereka?" Tanya Zahra penasaran karena dari Gelagat sila saja bisa terlihat kalau hanya mengeluarkan aura yang abu-abu kayak wajahnya.


'kok nona percaya si omongannya..itu semua di lakukan oleh prajurit yang sudah di bawah kendalinya' ucap Rober tak percaya nonanya akan percaya ucapan sila yang akan memenggal kepala pelayan Nola. Padahal menggunakan tangan orang lain .

__ADS_1


"Yah gak seru sekali..ga bisa adu paling banyak punya kepala dong"


__ADS_2