Handsome Ruler Queen

Handsome Ruler Queen
chapter 23


__ADS_3

Di kediaman yang gelap,kotor, dan tidak terurus. Seorang laki-laki yang tidak berdaya dengan kedua tangan dan kakinya di rantai. Surai putih menjuntai ke lantai, pakaian yang sudah tidak layak di pakai dan tubuh yang penuh dengan luka-luka.


Brak


"Makan ini" seorang pelayan masuk dan meletakkan makanan sudah tidak layak di konsumsi dengan wajah angkuh dan tatapan jijik.


Lelaki itu menatap makanan di depannya, mengulurkan tangannya hendak menggapai makanan itu, ia sudah sangat lapar ia ingin makan untuk bertahan hidup. Namun pelayan itu dengan tidak berperasaan menendangnya dengan kejam.


"Huh sangat menjijikan hahaha... Nikmati makanan yang telah di siapkan yang mulia sebelum ajal menjemputmu" setelah mengucapkan itu pelayan tersebut berbalik dan menutup pintu dengan rapat dan tawa yang menggema.


Lelaki itu meringkuk merasakan tubuhnya sangat sakit bertubi-tubi. Perutnya sakit, dadanya sakit dan tubuhnya sangat lemas apalagi pelayan itu menendangnya dengan sangat keras.


"Hiks hiks... To-long" laki-laki itu terisak berusaha meminta tolong meskipun itu sia-sia.


Disisi lain


Zahra saat ini sedang berjalan-jalan di luar istana. Bagaimana ia bisa keluar? Begini ceritanya


Flashback on


Setelah menggoda wan dengan tidak tahu malu. Zahra duduk di dekat jendela dengan menompang dagu ia bosan.


"Rober" panggil Zahra dengan suara lembut.


'apa nona? Jangan menggunakan nada suara seperti itu, bukannya saya suka saya merinding nona' ucap Rober ngeri mendengar bagaimana nonanya memanggilnya dengan lembut. Jujur saja ia lebih suka nona nya memanggil dengan dingin, datar,kejam bahkan dengan nama hewan sekalipun tak apa.


Zahra mendatarkan wajahnya "aku bosan, aku ingin keluar dari istana ini untuk menghirup udara segar" ucap Zahra sambil menatap malas pemandangan dimana dua pelayan yang menatapnya lalu berbisik satu sama lain oke mereka bergosip 'ck dimana-mana ada orang bergosip gak kehidupan dulu kehidupan sekarang sama aja' batin Zahra kesal.


'Ya sudah nona tinggal meminta ijin kepada ratu malisa gampang kan?' Ucap Rober acuh.


"Hais..kalau aku meminta izin pada bunda ratu yang ada aku tidak bisa bebas... Pasti penuh dengan pengawasan dari pengawal dan kereta yang mewah yang hanya di miliki oleh kerajaan. Dan itu akan berakhir aku banyak mendengar gosip rakyat" ucap Zahra kesal, ia kemana saja pasti akan di gosipin itu tidak akan bisa di hindari karena dia putri kerajaan otomatis menjadi pusat perhatian.

__ADS_1


'terus kamu mau apa nonaku sayang?' Tanya Rober dengan suara yang di lembut-lembutkan.


"Rober kau mau menjadi selirku?" Tanya Zahra tiba-tiba


'kenapa menjadi selir? Dan saya ogah menjadi selir dari buaya ulung kek anda. Saya tidak se polos wan, saya tidak seceria kenza dan tidak se kharisma Edgar..saya hanya sistem kecil yang kebetulan menemani anda untuk mengelilingi dunia bukan menjadi salah satu penghuni hati anda' ucap Rober merendah.


"Tidak..kau cocok menjadi pendamping ku karena suaramu terdengar seperti boti "


'apa? Beraninya nona menyebut saya boti, hey saya adalah sistem tercantik di negeri sistem' ucap Rober tak terima di sebut boti.


"Tapi di duniaku kau akan di Carikan pihak atas dan kau pihak bawah " ucap Zahra jahil , andai ia bisa melihat wajah Rober pasti sangat menyenangkan.


'auh ah saya ngambek' ucap Rober yang sudah kepalang kesal.


"Ngambek aja bilang-bilang"


"Sudah, sekarang bantu aku untuk keluar dari istana"


"Gemes banget sih kamu Rober...pingin saya jadiin penyet mulutmu " ucap Zahra dengan senyum yang di paksakan "cepat bantu nonamu ini atau aku akan bunuh diri dan kabur dari dunia ini" ancam Zahra


'hiss pake segala ancem..dasar nona bau acem kek jengkol' Rober kesal tapi tak ayal ia menuruti perintah nonanya dari pada dia di hukum oleh raja sistem.


Zahra memekik senang karena penampilannya sudah berubah menjadi rakyat biasa dengan wajah yang biasa-biasa saja.


'huh anda puas nona? Inget habis dari luar mandi anda benar-benar bau acem' Rober langsung hilang begitu saja.


"Emang aku bau?" Gumam Zahra menciumi keteknya tidak berbau sama sekali "dasar sistem boti"


Zahra segera keluar lewat gerbang belakang istana yang penjaganya sudah di buat pingsan oleh Rober jadi ia tidak perlu bersusah payah mengeluarkan tenaganya.


Flashback off

__ADS_1


"Akhirnya aku bisa menghirup udara segar, tidak seperti di istana yang penuh dengan drama itu" gumam Zahra gembira berlari-lari lompat-lompat selayaknya anak kecil yang baru saja mendapatkan permen gratis.


Zahra berjalan dengan semangat menuju ke pedagang-pedagang yang menjual berbagai makanan yang sangat menggiurkan. Dengan atusias Zahra menuju ke pedagang tanghulu ia ingin makanan manis untuk pembukaan hari ini.


"Halo..dua tanghulu apel" pesan Zahra kepada pedagang wanita paruh baya.


"Oh...halo Gadis tampan manis..ini tanghulunya semoga kamu semakin manis setelah makan ini ya nak" ucap wanita paruh baya itu dengan senyuman ramah.


Zahra dengan atusias mengambilnya lalu membayarnya dan berpamitan kepada wanita paruh baya itu.


Zahra berjalan ke semua pedagang makanan yang menurutnya sangat menarik dengan di temani tanghulu. Sampai tidak terasa hari sudah sore, Zahra yang sudah puas berniat kembali ke istana namun di tengah jalan menuju ke gerbang belakang istana ia melihat tak jauh dari gerbang belakang istana terlihat kediaman yang sudah usang dan tidak terurus.


Ia baru menyadari kalau ada kediaman di dekat disini. Tadi saat ia keluar dari istana ia terlalu senang sehingga tidak mengamati sekitar.


Karena penasaran Zahra berjalan menuju kediaman itu. Di lihat dari dekat kediaman itu sangat kotor dan kecil.


Zahra membuka pintu kediaman dengan pelan "halo apa ada orang di sini?" Ucap Zahra menatap sekitar namun ia tidak melihat tanda-tanda ada manusia.


Zahra memasuki kediaman itu sambil melihat-lihat sekitar kediaman itu dan sedikit waspada.


"Tolong...hiks hiks" langkah kaki Zahra berhenti melihat seorang laki-laki yang terbaring tidak berdaya di lantai dengan kaki dan tangannya yang di rantai. Laki-laki itu terus bergumam meminta pertolongan.


"Hey..siapa kau?" Ucap Zahra dengan pelan mendekati lelaki itu.


Lelaki itu menatap Zahra dengan mata sayu dan sembab "nona to-long neza hiks hiks...neza sakit hiks bunda hiks" lelaki itu menangis dengan memanggil dirinya sendiri dengan sebutan neza.


Zahra berjongkok dan menatap lelaki itu dengan seksama wajah pucat, tubuh penuh luka dan kurus. Apalagi wajah tak berdaya itu yang terus menerus meminta tolong padanya.


"Hey tenang jangan menangis..aku pasti akan menolongmu " ucap Zahra dengan lembut, ia harus menenangkan nya terlebih dahulu.


"Be-narkah? Nona tidak akan menyakiti neza kan? Seperti yang di lakukan kakak-kakak yang memberi neza makan"

__ADS_1


__ADS_2