Handsome Ruler Queen

Handsome Ruler Queen
episode 12


__ADS_3

Terlalu naj*s dan percaya diri'  mengambil bubuk sedikit lalu menaburkan nya di krim kuning yang merupakan krim wajah milik sila. 'Nah makan tu tampan' lanjut rober lalu pergi setelah selesai melaksanakan tugasnya.


"Hah waktunya tidur ratu" Ucap sila setelah menggunakan krim kuning lalu pergi ke ranjang.


"Hah sebentar lagi aku jadi ratu"


Kegelapan mulai hilang di gantikan dengan cahaya matahari yang menyinari dunia.


"Yang mulia sudah waktunya anda bangun" Ucap salah satu dayang yang membangukan sila.


Sila bangun lalu menoleh pada para dayang dengan senyuman. Mood sila lagi baik karena ia mimpi jadi ratu di dampingi banyak lelaki.


Beda dengan para dayang yang pucat pasi melihat wajah sila. " Y-ang mulia apa yang terjadi dengan wa-jah anda" Tanya salah satu dayang memberanikan diri.


Sila mengerinyit bingung "wajahku? Ada apa? Oh apakah semakin tampan dan menawan?"


Para dayang tidak berani menjawab tapi salah satu mengambil kaca kecil yang berada di meja. "Y-ang mu-lia silahkan lihat sendiri" Menyodorkan kaca itu kepada sila.


Sila mengambilnya dan...


Aaaaaaaaaa


"A-pa yang terjadi dengan wajahku?" Ucap sila menyentuh wajahnya yang di penuhi dengan bintik-bintik merah yang terlihat mengerikan baginya (padahal itu mah itu cuman gatal-gatal biasa nanti juga hilang tapi seminggu).


Pranggg


"INI PASTI ULAH KALIAN KAN?!" teriak sila menyalahkan para dayang yang bersujud takut.


"Ampun yang mulia, kami tidak berani yang mulia, saya telah bersumpah untuk setia" Ucap salah satu dayang dengan takut-takut.


"BOHONG KALIAN BOHONG!?..PENGAWAL SERET MEREKA DAN BERIKAN HUKUMAN CAMBUK 100 KALI" teriak lantang sila

__ADS_1


"Tunggu"


Suara lembut dan tenang namun terkesan dingin menghentikan pergerakan para pengawal.


🍁


Cahaya matahari menyinari kamar membuat zahra terbangun karena merasakan panas menyengat di matanya.


"Hoamm..tidurku nyenyak sekali" Gumam zahra meregangkan badan nya. Lalu menyikap selimut dan pergi ke kamar mandi.


" Hah..aku harus cepat-cepat untuk menonton drama di kamar ppb itu sebelum ketinggalan" Dengan riang zahra segera bersiap-siap.


Setelah mandi zahra menggunakan topeng dan hanfu berwarna merah, rambutnya di biarkan tergerai indah. Alasan nya cukup simpel yaitu malas mengikat rambut.


'Rober' panggil zahra


'Ya nona?'


'Tenang saja nona, anda mempercayakan saya sistem rober yang baik dan manis ini pasti tidak akan pernah gagal' ucap rober terdengar ee naj*is di telinga zahra.


'....' zahra tidak menjawab ucapan rober. 'Manis? Tampang nya aja gak pernah lihat' batin zahra.


'Nona anda menyakiti hati ini' zahra menahan bibir nya berkedut. Sistem nya terlalu dramatis. Tidak cocok sekali dengan nama yang sudah di berikan olehnya. Sudahlah lebih baik di kacangi.


Zahra beranjak dari meja rias lalu keluar kamar. Ia akan melihat tontonan menarij di kediaman adik itu.


'Rober siapkan popcorn' tidak menyenangkan kan? Tanpa ada nya popcorn dengan sebotol soda uuuhh mantap.


'Buat apa nona?' tanya rober ngelag.


'Buat nonton, tontonan menarik' ujar zahra menyeringai, memang benarkan? Menonton tetangga ribut.

__ADS_1


'Emang apa yang menarik nona? Perasaan di dunia ini tidak ada bioskop maupun telivisi' zahra menatap datar ke depan.


Rober sangat perlu di update supaya otaknya selalu nyembung dengannya.


'Rober kau perlu ugrade otak kau agar tidak terus berada di kaki' ucap zahra pedas lalu berlalu pergi menuju ke kamar ppb itu, semoga saja menarik dan menyenangkan.


🐌


Zahra sudah sampai ditempat sila berada atau lebih tepatnya di kamar sila. Ia dapat melihat bagaimana wajah sila yang penuh ruam-ruam di tambah mengamuk memarahi para dayang.


'Ini mah membuat rumor jelek si'


"BOHONG KALIAN BOHONG!?..PENGAWAL SERET MEREKA DAN BERIKAN HUKUMAN CAMBUK 100 KALI"  Suara lantang dan teriakan sila terdengar melengking di telinganya.


'Huh..telingaku sakit sekali...panas banget tuh ditambah kali ya?' batin zahra lalu dengan cepat menuju kamar sila sebelum para prajurit menyeret para dayang yang kena tuduh itu.


"Tunggu"


Zahra dapat melihat semua yang berada di kamar sila menatap ke arah nya. Apalagi sila yang menatapnya dengan penuh kemarahan. 'Nah makan tu tampan, makan tu calon ratu' sumpah serapah zahra di dalam hati tersenyum puas.


"Salam yang mulia putri zahra" Salam prajurit. Kenapa dayang tidak memberi salam? Karena tidak tahu diri.


"Hmmm"


Zahra menatap lembut sila (salah maksudnya pura-pura lembut). "Ada apa ribut-ribut pagi cerah ini adik?"


Sila malah menatap tajam zahra "KAU PASTI KAU YANG MELAKUKAN INI!!" teriak marah sila menunjuk wajah zahra.


"Adik kenapa kau menguduh kakak? Kakak tidak mungkin melakukan itu, adik tahu kan kalau kakak kan lemah" Ucap zahra dengan suara kecewa.


"KAU YANG MELAKUKAN INI, AKU AKAN MELAPORKANNYA PADA AYAH"

__ADS_1


'Cepu' batin zahra hanya menunduk seolah takut.


__ADS_2