Handsome Ruler Queen

Handsome Ruler Queen
chapter 25


__ADS_3

"Bukan, neza tidak bermaksud mengusir Zaza. Ne-neza hanya malu menunjukkan tubuh neza yang penuh luka dan bekas luka" Ucap neza dengan kepala tertunduk "neza tidak mau membuat Zaza jijik kepada neza"


"zaza tidak akan jijik kepada neza, luka dan bekas luka ini bukan keinginan neza namun ini perbuatan manusia tidak mempunyai hati dan perasaan menjadi dirimu " ucap zahra lembut namun matanya menatap sendu pemuda di depannya 'yah jika di dunia dahulu seorang perempuan yang berada di posisi ini sedangkan sekarang laki-laki yang berada di posisi ini' batin zahra prihatin.


" sudah jangan memikirkan itu, sekarang neza mandi dulu ya? zaza akan menyiapkan pakaian untukmu" ucap zahra lalu melenggang pergi dari pemandian meninggalkan neza yang sudah mulai membuka pakaiannya.


neza memasukkan kakinya ke pemandian air hangat dengan perlahan di susul oleh tubuhnya. merasakan segar di tubuhnya membuat mata cantik itu berbinar terang merasa senang karena akhirnya ia mendapatkan kesegaran dan bisa mandi. bahkan sangking senangnya neza menenggelamkan dirinya dari ujung kepala hingga kaki.


sementara di sisi lain, zahra sedang menyiapkan pakaian untuk neza. untung ia mempunyai beberapa pakaian laki-laki di lemarinya.


"nah sudah siap, aku jadi tidak sabar melihat keindahan pemuda barat itu" gumam zahra riang seraya membayangkan bagaimana rambut putih itu yang awalnya kusut menjadi rapi dan indah, wajahnya yang taddi di penuhi lumpur dan debu namun terlihat imut akan semakin imut. ahh mebayangkannya saja membuat zahra ingin melihatnya cepat-cepat. 'aku akan menggemukkannya kelak agar semakin imut' batin zahra dengan atusias, ia tidak sabar melihat pipi itu semakin bulat yang sangat enak untuk di gigit ataupun di uyel uyel.


zahra menatap kearah pemandian, ini sudah 30 menit berlalu tetapi neza belum terlihat batang hidungnya. karena khawatir zahra memutuskan untuk menghampiri neza di pemandian.


"neza "


"neza"


panggil zahra dengan panik melihat sekeliling pemandian tetapi tidak ada tanda-tanda dari neza.


"jangan jangan neza tenggelam? aku harus menyelamatkannya " gumam zahra dengan tergesa-gesa membuka pakaian luarnya dan hanya menyisakan pakaian dalamnya yang tipis serta topengnya yang tiidak ia lepas.


tanpa basa basi neza langsung menceburkan dirinya ke pemandian.


byurr

__ADS_1


duakk


"aduhh" ringis zahra merasakan kepalanya yang terlebih dahulu mendarat di alas pemandian. 'sial aku lupa kalau ini pemandian tidak dalam sama sekali' batin zahra kesal seraya mengusap kepalanya yang rasanya ingin pecah sekarang juga.


neza yang awalnya merasakan ketenangan langsung abyar merasakan alas kolam sedikit bergetar dan suara seperti batu yang jetabrak dengan beton.


neza menatap seorang gadis yang sama sekali ia tidak kenali. tapi satu hal yang ia tau 'gadis ini sangat tampan sekaligus cantik ' batin neza takjub matanya tetap waspada.


"siapa kau?" zahra yang awalnya menunduk dan mengelus kepalanya langsung mendongak mendengar suara yang ia kenali namun dengan nada yang sangat berbeda.


"neza? kemana saja kamu? zaza sangat khawatir terjadi apa apa terhadapmu neza" ucap zahra khawatir seraya mendekat keara h neza.


"zaza? apa benar kamu zaza? tapi kenapa zaza sangat tampan dan tidak menggunakan topeng karena jelek?" zahra yang awalnya khawatir langsung berubah menjadi kesal dan wajahnya sangat gelap. 'apa benar ni anak polos? beraninya mulut kecil itu mengucapkan hal pedas' batin zhra kesal. masa iya putri tampan dan cantik ini di sebut jelek padahal ia merupakan perempuan paling cantik di kerajaan mertanesia.


'percuma tampan, kalau rumor jelek dan tidak ada yang tahu anda tampan jadi tidak ada yang mengakui anda sebagai putri tertampan di kerajaan mertannesia kecuali di hayalan mu itu nonaku' ucap rober mengejek zahra.


'Cih... Gapapa saya jadi arwah daripada saya terlihat dan diburu buaya darat' gumam Rober lalu menghilang begitu saja.


Zahra memutar bola matanya malas, lalu kembali menatap neza dengan datar. "Neza tidak mengenali Zaza yang neza sebut sebagai malaikat? Jahat sekali kau neza" ucap Zahra dramatis sangat tidak cocok dengan mimik wajahnya yang datar.


Sementara neza menatap ragu perempuan di depannya yang mengaku sebagai Zaza si malaikat. Namun tak ayal ia mengangguk kan kepalanya, lagipula tidak mungkin disini ada yang tahu namanya selain Zaza.


"Kenapa Zaza ada disini? Dan kenapa dengan kepala Zaza yang merah dan benjol itu?" Tanya neza memiringkan kepalanya melihat jidat paripurna itu di hiasi benjolan warna merah.


"Zaza sangat mengkhawatirkan neza jadi Zaza kesini untuk mencari neza tapi pas Zaza manggil neza, kenapa neza tidak menjawab? Zaza kira neza tenggelam" jelas Zahra tidak menceritakan apa yang terjadi pada kepalanya ini.

__ADS_1


Neza memiringkan kepala bingung, "pemandian ini kan tidak dalam hanya sebatas pinggang, bagaimana bisa neza tenggelam?" Ucap neza polos.


Zahra yang melihat bagaimana imutnya pemuda di depannya berusaha untuk mengendalikan tangannya yang ingin mengunyel uyel pipi itu.


"Sudahlah, neza cepatlah selesaikan mandinya. Air sudah mulai mendingin nanti neza sakit " ucap Zahra kemudian berdiri berniat keluar dari pemandian.


"ZAZA...MATA NEZA SUDAH TIDAK PERJAKA!!" Teriak neza menutupi wajahnya menggunakan kedua tangannya.


Zahra menguruk telinganya yang terasa pengeng " tidak perlu teriak neza, nanti di dengar oleh orang luar dan kamu akan di tangkap mau?" Ucap Zahra menakut nakuti neza.


Neza menggelengkan kepalanya cepat "gak mau, neza gak mau di kurung lagi. Neza ingin mandi dan makan enak" ucap neza memelas "t-tapi bisakah Zaza segera pergi dari pemandian? Neza melihat dua gunung Zaza itu tidak baik untuk mata neza yang masih perjaka. Nanti neza tidak laku" ucap neza dengan terbata-bata berusaha untuk tidak terus menatap dada Zahra.


Zahra tersenyum smrik "kan ada Zaza. Neza pasti laku" ucap Zahra santai lalu keluar dari pemandian menuju ke kamar. Meninggalkan neza yang memerah malu.


"Ni perempuan kelihatan banget buaya darat pasti sudah punya banyak barem" gumam neza kesal berusaha mengendalikan rasa malunya.


'ya nonaku memang buaya, jadi cepatlah kabur'


Setelah menyelesaikan acara malu-malunya , neza segera beranjak dari pemandian dan mengambil dalaman yang sudah di siapkan.


Setelah selesai mengganti **********, neza segera menuju ke kamar. Di kamar neza dapat melihat Zaza sedang duduk di depan kaca dengan pakaian lengkap.


"Oh, sudah selesai? Itu pakaian mu sudah Zaza siapkan. Tenang saja itu pakaian laki-laki bukan pakaian perempuan" ucap Zahra tanpa mengalihkan pandangannya dari kaca yang terdapat bayangan pemuda cantik.


Neza segera mengambil pakaian itu dan menggunakan membelakangi Zahra.

__ADS_1


Zahra hanya terkekeh melihat telinga neza yang memerah. 'Lucu sekali'


__ADS_2