
"neza sudah selesai? zaza akan memanggil pelayan untuk membawakan makanan untuk neza. cacing di perut neza pasti sudah kelaparankan?" ucap zahra menatap pemuda yang sudah rapi, cantik,imut dan berpakaian yang layak. 'ternyata aku tidak salah, neza benar-benar imut' batin zahra menanggis berusaha menahan untuk tidak menyakiti pemuda yang ia bawa tadi.
neza mengerinyit bingung mendengar ucapan zahra lalu menatap perutnya "perut neza ada cacing? bukankah cacing hanya ada di tanah? jadi kalau perut neza ada cacingnya pasti ada tanahkan di perut neza? kata bunda tidak boleh makan tanah karena itu sama saja dengan memakan seluruh alam semesta" ucap neza polos, tangannya megelus perutnya 'padahal saat neza di kurung, neza tidak makan tanah'
zahra menepuk dahinya 'ni anak keknya memang kelewatan polosnya. aku harus menjaga kepolosannya itu' batin zahra dengan nada semangat di akhir.
"apa dahi zaza ada nyamuk? kenapa zaza tepuk dengan pelan seharusnya biarkan neza saja yang membentu zaza supaya nyamuknya benar-benar mati" tanya neza menatap dahi zahra dengan serius.
"haha.. yang ada neza akan membuat dahi zaza semakin di hiasi bluss on alami dan benjolan alami" ucap zahra tersenyum paksa. 'ternyata polos sedikit menyebalkan'
'hahaha...nona anda sangat pintar mencari pemuda' ucap rober dengan tawa yang menggema saat mendengar bagaimana polosnya pemuda surai putih itu. namun rober sedikit tidak percaya akan kepolosan pemuda itu karena terkadang saat zahra tidak ada di depannya ia pasti akan mengeluarkan aura yang berbeda. 'manipulatif sekali ni pemuda, tapii mungkinkah nona percaya?' batin rober menatap nonanya dengan serius, tetapi ia sama sekali tidak dapat membaca ekspresi nonanya. kalau lewat pikiran, nonanya tidak sedang berfikir dan menunjukkan lewat ekspresinya saja.
"gapapa nih laki memang sedikit menyebalkan, tapi tak ayal aku tertarik dengannya" ucap zahra menatap neza dengan senyuman penuh arti.
"zaza?"
"ya neza?"
"katanya mau mengambil makan untuk neza, neza snagat lapar " ucap neza menatap zahra dengan wajah memelas sambil mengelus perutnya yang sedikit sakit karena dari tadi pagi tidak makan.
zahra dengan gemas mengusak rambut neza membuat rambut neza yang tadi nya rapi menjadi sedikit berantakan " zahra akan segera mengambilkan untuk neza, neza tunggu sebentar disini ya? zaza akan keluar untuk menyruh pelayan mengambilkan makanan untuk neza cantik " ucap zahra dengan nada sedikit menggoda yang di balas anggukan atusias oleh neza. melihat bagaimana atusiasnya neza membuat zahra terkekeh mengelus surai neza lalu segera beranjak keluar kediaman.
neza yang awalnya menatap atusias zahra langsung berubah menjadi datar. menatap ke udara yang kosong namun ia menyadari adanya arwah yang melayang.
__ADS_1
"oii kau sistem junior berhentilah membicarakan ku di belakangku" ucap neza dengan tajam.
rober menatap sekitar, apa pemuda itu berbicara dengannya? tapi mengapa ia bisa melihat dirinya? yang bisa melihatnya hanya sesama sistem atau majikannya dan tuan rumah (zahra) itupun nonanya hanya bisa merasakannya tanpa melihat rupanya.
"berhentilah menatap sekitar, aku sistem seniormu jadi jangan kau adukan pada nonamu itu tentang sifatku ini di belakangnya atau aku akan menjadikan dirimu sebagai sistem bisu" ucap neza dengan nada ancaman.
rober meneguk ludahnya dengan kasar, ia tidak ingin bisu, ia masih ingin mengejek nonanya ' b-baiklah senior' dengan terpaksa rober mengiyakan ucapan neza.
"bagus...junior penurut aku suka itu" ucap neza tersenyum puas.
rober ingin sekali memutar bola matanya malas, tapi tidak bisa sekarang. ' bagaimana senior bisa menjadi manusia ee budak? apa itu misi tuan besar?' tanya rober penasaran, pasalnya sistem tidak akan bisa berubah menjadi manusia kecuali itu hukuman atau misi.
"aku di hukum karena membunuh tuan rumahku sendiri" ucap neza dengan nada kesal. ia dihukum cuman karena membunuh tuan rumahnya yang menyebalkan itu dan sangat mesum, setiap hari matanya melihat tuan rumahnya gonta ganti lubang, kalau mau bertanggung jawab dengan semua pemilik lubang dengan cara meng harem ia masih menerimanya tapi ini malah setelah dipakai pergi begitu saja. mengingat itu membuatnya ingin membacok seseorang.
'oh pantesan, senior menjadi budak yang dipungut oleh nonaku tadi bahkan nonaku itu berniat menjadikan anda salah satu haremnya' cicit rober
'tapi senior, anda kan di tempat tubuh seorang pangeran yang terbuang dan marga kerajaan telah di cabut dari anda. belum lagi anda adalah seorang budak. jadi bisa di simpulkan anda tidak bisa menjadi raja' ucap rober polos
jleb
pangeran terbuang
budak
__ADS_1
tidak mempunyai marga kerajaan
tidak akan bisa menjadi raja
neza menyentuh dadanya yang terasa berdenyut mendengar ucapan menusuk dari juniornya "diamlah kau membuatku terluka " desis neza menatap tajam arwah di depannya.
'tapi itulah kebearannya' ucap rober lalu kabur sebelum ia kena amuk seniornya.
neza berusaha untuk tidak mengucapkan hal kasar.
sementara di sisi lain. zahra sedang memasak sup ayam dan bubur ayam di dapur untuk neza. kenapa tidak pelayan yang memasak? karena zahra tidak memperbolehkan para pelayan untuk membuat makanan. neza yang baru saja keluar dari penyiksaan dan tubuhnya yang kurus apalagi makanannya yang tidak bergizi membuatnya harus turun tangan langsung untuk menggemukkan neza.
"salam yang mulia putri zahra" zahra yang sedang asik memasak di kejutkan dengan suara dari belakang. ia menoleh menatap pemuda rambut pendek yang menjadi pelayan pribadinya dan akan menjadi haremnya.
"oh wan? kenapa kau ada disini? apa kau sudah selesai dengan ratu malisa? " tanya zahra kembali fokus untuk memasak bubur ayam takutnya gosong, itu tidak baik untuk neza.
"menjawab yang mulia, hamba baru saja ingin ke kediaman anda tapi saya mencium bau makanan membuat saya lapar" ucap wan jujur namun wajahnya sedikit memerah mengakui ia lapar "dan saya sudah selesai dengan yang mulia ratu malisa"
zahra terkekeh mendengar ucapan jujur wan "tunggulah sebentar lagi, sup dan buburnya sudah matang hanya perlu di pindahkan ke mangkok saja"
"biarkan saya bantu yang mulia" ucap wan menghampiri zahra yang sudah menyiapkan tiga mangkok untuk bubur ayam dan tiga mangkok untuk sup ayam.
"baiklah, tolong bantu aku membawa ke kediaman ya wan" ucap zahra menyodorkan nampan yang berisi air minum, sementara zahra membawa nampan makanan.
__ADS_1
"baik yang mulia" ucap wan mengambil nampan yang di sodorkan oelh zahra.
zahra berjalan terlebih dahulu di ikuti wan di belakangnya.