
Aulia dan Rani akan tidur sekamar, saat ini Aulia dan Rani sedang menonton Drakor kesayangnya The Legend Of The Blue Sea pemeran utamanya lah yang membuat Aulia suka sekali menonton Drama satu ini yaitu Lee MinHo .
Kesedihan yang sebelumnya di rasakan Aulia seakan perlahan pergi karena kehadiran sahabat dan orang yang ada di sekitarnya, Aulia mencoba menepikan dulu masalah yang ada di keluarga nya, walau terkadang dia selalu teringat Mamy dan papinya.
"Lie kamu lapar ga?" tanya Rani yang sedari tadi merasakan perih di perutnya tapi di tahannya karena Drama yang di tontonnya belum kunjung habis.
"Emmm iya siih perut aku perih hehehe" Aulia nyengir kuda karena mengakui lapar pada sahabatnya.
Kruyuuk kruyuukk
"Hahahahahah kau begitu lapar Lie, tunggu sebentar ya, Lihat ini kita akan mendapatkan makanan tanpa mencarinya dulu" ucap Rani, Aulia menaiki satu alisnya merasa bingung dengan perkataan sahabat nya itu.
"Aaaaabbannnaaaaaannggg.." Rani teriak sekencang-kencangnya memanggil kakanya yang berada di kamar sebelah kamarnya.
Brakkkk
"Kenapa? apa yang terjadi?!" ucap Bima panik setengah mati.
"Kita lapar…" Rani berucap seakan tidak berbuat salah.
"haaaahh lapar??" mulut Bima menganga karena tingkah adiknya.
"He'eem kita lapar, tolong belikan makanan ya," Rani mengedip-ngedipkan matanya.
"Huuuhh iya tunggu sebentar ya!" Bima membuang nafas dengan kasar karena kesal dengan adiknya.
'kalau tidak ada Aulia sudah ku lakban mulut mu Dek!' gumam dalam hati
Bima keluar rumah dengan mengendarai sepeda motor kesayangan nya.
Di sepanjang jalan dia selalu menggerutu sikap adiknya yang seenaknya karena tau Bima tidak akan menolak permintaan nya karena ada Aulia.
Aulia masih melongo, dia bingung dengan Rani yang bisa memerintah kaka nya dengan seenaknya.
"Ran kau memerintah kakak mu?" tanya Aulia.
"Ho'oh keren 'kan, kita bisa dapat makanan tanpa harus mencarinya, kita bisa sambil melanjutkan acara nonton Drakor lagi dan menunggu makanan datang" ucap Rani dengan bangganya.
Aulia menggelengkan kepalanya karena tidak menyangka jika sahabat nya ini bisa berbuat seenaknya pada kakanya.
Ting Tong
"iihh siapa sih yang datang ganggu aja" gerutu Rani.
"Biar aku yang bukakan pintu" ucap Aulia yang berlalu pergi.
Pembantu rumah Rani sedang tidak ada maka dari itu tidak ada yang memasak dan tidak ada yang membukakan pintu.
Klik!
"Ka Hari, masuk ka…" Aulia mempersilahkan masuk.
"Ka Bima nya sedang keluar ka, membeli makanan untuk kita" ucap Aulia yang sudah dari dapur membawakan minum untuk Hari.
"Aku tidak mencari Bima kok," jawab Hari yang sudah meminum minuman buatan Aulia.
"Ooh Rani ya, tunggu ya aku panggilkan." Aulia ingin beranjak duduk tapi tangannya di pegang Hari.
"Aku juga tidak mencari Rani"..
"Lalu?? ..
"Aku ingin bertemu dengan mu," ucap Hari dengan senyum khasnya.
__ADS_1
"Aku?? kenapa ka?" tanyanya lagi yang sudah duduk kembali.
Bukanya menjawab pertanyaan Aulia, tapi Hari hanya memandang wajah Aulia dengan tatapan yang sulit di artikan, Aulia yang mendapat tatapan Hari merasa gelisah pasalnya dada dia seakan bergemuruh hebat karena mendapatkan tatapan yang tidak biasa ini.
"Apa kau sudah tidak apa-apa?" tanya Hari yang masih menatap wajah Aulia.
"Aaah Ak-aku sudah tidak ap-apa ko " Aulia tergagap karena salah tingkah.
"Come on Aulia jangan tunjukan wajah bodoh mu itu di depan seorang pria" ucap Adel dan
Aulia menoleh ke arah Adel berada, dia mendengus kesal.
"diam lah kau!" ucap Aulia dalam hati.
"Dasar wanita labil, raga nyaman ke Bima hati malah nyaman ke Hari, maruk kau!" ketus Adel.
"Suka-suka aku!" ucap dalam hati Aulia.
"Aulia kau sedang melihat apa?" tanya Hari karena melihat Aulia yang seakan sedang memandang tajam ke satu objek.
"Aahh tidak ka!" ucap Aulia kembali salah tingkah.
"Kaka tau aku menginap disini?" ucap Aulia lagi dan di angguki oleh Hari.
"Ka Bima yang beri tahu??" tanya Aulia lagi.
tetapi Hari menggeleng.
"ooh Rani?"..
Hari menggeleng lagi.
"Lalu kaka tau dari mana?" Aulia bingung karena Hari hanya terus memandang wajahnya dan hanya menggerakkan kepala sebagai tanda jawaban pertanyaan nya.
"K-kaaa " Aulia semangkin gugup di buatnya.
"Terima kasih sudah mau kembali menjadi Aulia yang dulu lagi," ucap Hari yang masih memeluk erat tubuh Aulia.
"Aku merasa tidak berdaya setiap kali melihat kau menangis, aku hancur melihat kau terluka." Hari berkata dengan buliran air mata yang jatuh tanpa sepengetahuan Aulia.
Aulia merasa terharu dengan ucapan Hari.
Perlahan Aulia membalas pelukan Hari.
"Terima kasih ka sudah mau berusaha membuat aku kembali bangkit," ucap Aulia dan mengakhiri pelukan erat Hari.
Aulia melihat mata Hari yang memerah.
'apakah ka Hari menangis?? menangis karena aku?? astaga ka Hari segitunya mengkhawatirkan aku' batin senang Aulia.
Suara mesin motor yang berhenti. Membuat Aulia segera menjauhkan diri dari Hari.
"Itu pasti ka Bima" ucap Aulia.
Hari hanya tersenyum kecut.
Tidak lama Bima pun masuk dengan paper bag ditangannya.
"Ooh kau Hari, kenapa tidak mengabari aku kalau mau kesini?" ucap Bima yang sudah memasuki rumah dan melihat Hari sedang duduk bersama Aulia.
"Apa aku harus menunggu persetujuan kamu agar bisa kesini?"ucap dingin Hari.
"Bukan begitu, aku kan jadi bisa membeli makanan untuk mu juga, kalau kau mengabari ingin kemari?" jelas Bima yang tidak ingin sahabat nya salah paham.
__ADS_1
"Tidak, aku tidak lapar!" sergah Hari.
"Oh ya sudah, oh ya Aulia bisa tolong kau panggilkan Rani bilang makanan nya sudah datang," ucap Bima meminta tolong.
"Oooh iya ka, aku akan memanggil Rani dulu," ucap Aulia yang langsung berlalu ke lantai dua.
"Kenapa kau malah memerintah Aulia" tanya Hari dengan ketusnya.
"Memangnya kenapa?" jawab Bima heran dengan ucapan Hari.
"Tidak, tidak apa-apa"Hari melengos kesal karena ketidak pekaan sahabat nya.
Aulia masuk kamar dan melihat Rani yang sudah tertidur dengan tengkurap dan tangan yang menjadi bantalannya.
"Pasti dia ketiduran karena kelamaan nunggu," gumam Aulia memperhatikan wajah sahabat nya.
'bangunin saja Lie' ucap Adel.
"Aku tidak tega membangunkannya" ucap Aulia.
"Apa aku yang harus membangunkannya dengan cara yang sama waktu dulu" ucap Adel menyeringai.
"jangan! awas saja kau membangunkannya dengan cara menarik kakinya lagi, itu tidak sopan tau!" ucap tegas Aulia
"ya ya ya ya, terserah kau saja" Adel memutar bola matanya malas.
"akan ku coba membangunkannya"..
" Ran,,Ranii banguun makanan nya sudah sampai, katanya kau lapar"ucap Aulia menepuk pipi Rani
"Eeeggghhh kau makan duluan saja dengan Abang Bima, aku mengantuk sekali" Rani melenguh tapi enggan bangun karena rasa kantuknya.
"ooh ya sudah kalau gitu aku turun kebawah ya untuk makan" ucap Aulia dan di angguki oleh Rani yang masih memejamkan matanya.
"sepertinya Rani kelelahan" gumam Aulia yang berlalu keluar kamar.
Aulia menghampiri Bima dan Hari di ruang keluarga.
"Ka Bima, Rani sudah tidur, katanya kita suruh makan duluan dia sudah mengantuk katanya" ucap Aulia yang sudah mendaratkan tubuhnya untuk duduk di sofa yang berhadapan dengan ke dua pria itu.
"ooh ya sudah kalau gitu ayo kita makan" ucap Bima yang langsung membukakan makanan untuk Aulia.
"ini punya mu" Bima menyerahkan Bento pada Aulia.
"terimakasih ka" Aulia menerima makanan itu.
Aulia dan Bima memakan makanan nya, Hari? Hari sedang sibuk dengan layar ponselnya.
"emm ka Hari mau mencoba makanan punya aku ga" ucap Aulia, Hari yang mendengar ucapan Aulia langsung menoleh ke Aulia dan mengangguk antusias.
"mau dong"..
" Aaaaaa suapi cepat, tangan aku kotor soalnya malas mau cuci tangannya"alasan Hari.
Aulia pun manut dan langsung menyuapi Hari.
'Bisa sekali Hari mencari kesempatan nya*
' gumam kesal Bima dalam hati.
bersambung...
happy reading..
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejaknya ya,budayakan like vote dan rate⭐5nya ,terimakasih 🙏🤗*