Hanya Aku!

Hanya Aku!
Kejutan Menyakitkan


__ADS_3

Disebuah Pesta yang begitu meriah. Terdapat altar dengan dua pasangan pengantin yang bukan lagi pengantin muda-mudi. Melainkan disana terdapat pasangan pengantin yang sudah berumur.


Tapi biar begitu, mereka berdua tersenyum begitu bahagia, karena dapat menyatukan cinta mereka walaupun bukan di pernikahan pertama.


''Grace kemari lah nak, kita berfoto bersama,'' ucap Alexander sang pengantin pria.


''Iya sayang, kemarilah!'' seru sang pengantin wanita.


Dan merekapun berpoto bersama, layaknya sebuah keluarga bahagia yang sedang mempertontonkan keharmonisan mereka didepan banyaknya tamu.


Di pintu masuk, kedatangan lagi tamu pesta yang tak lain adalah Aulia dengan ayahnya, Candra Malik.


Mereka datang dengan penampilan yang serasi. Aulia begitu manis dengan dress warna nude, dan Candra begitu gagah dengan kemejanya.


''Pih, ramai sekali,'' keluh Aulia yang memang tidak terlalu menyukai keramaian.


''Tidak apa, cuma sebentar kok!''

__ADS_1


''Aulia!!'' panggil seseorang yang ternyata suara itu berasal dari altar pernikahan yakni pengantin wanita itu sendiri.


Aulia juga Candra menoleh bersamaan, melihat kearah dimana suara itu berasal. Candra memasang raut wajah yang begitu santai berbeda dengan Aulia. Ia beberapa kali mengusap matanya, lalu memicingkannya untuk memperjelas penglihatannya.


Belum juga terlalu jelas, atau memang belum terlalu yakin dengan apa yang dia lihat, Aulia melangkah semakin dekat pada pasangan pengantin itu. Tiba-tiba ia mematung, dadanya bergemuruh, lututnya terasa lemas.


''Mami…'' lirih Aulia, dengan mata yang berkaca-kaca.


Candra yang melihat anaknya membeku disana, segera menghampirinya. Ia tahu apa yang saat ini dirasakan Aulia. Patah hati! ya itu pasti.


Bahkan Dewi, sang Mami seperti tidak memiliki perasaan. Ia merangkul pinggang Grace didepan Aulia, yang tidak pernah sama sekali mendapatkan perhatian darinya.


Aulia tersenyum miris, ia bahkan tidak bisa berkata apa-apa.


''Hay Aulia, kita bertemu lagi? oho! gaun mu cantik sekali, Mam! aku mau dibelikan gaun seperti itu!'' celoteh Grace tanpa memikirkan apa yang saat ini Aulia rasakan.


''Baik sayang, nanti Mami belikan. Oh ya! Aulia sayang, terima kasih sudah mau datang, hmm?''

__ADS_1


''Dan oh ya, Candra. Terima kasih sudah mengajaknya kesini,'' lanjutnya dan Candra hanya memberikan senyuman pilu, karena bagaimanapun ia masih mencintai wanita yang sudah menemaninya selama 19 tahun itu, tapi malah berkahir seperti ini.


''Oh ya Aulia! panggil aku kakak, oke! benar 'kan Mam!'' seru Grace lagi dan diiyakan oleh Dewi.


Aulia berdecih malas. Sungguh hatinya benar-benar terasa sakit. Tapi dia tidak sama sekali menyalahkan Papi nya, karena memang yang dia dengar, kalau sang Mami lah yang memaksanya untuk membawa dia kesana.


''Selamat! selamat atas pernikahan kalian. Selamat bebas dari anak tidak tahu diri ini!'' ucap Aulia penuh dengan kepedihan.


''Aulia, kenapa kamu bicara seperti itu?'' Dewi melemah, ia tidak mengerti kenapa anaknya bisa berkata seperti itu.


''Iya! ini 'kan yang Mami mau selama ini, terbebas dari beban, dan bahagia bersama keluarga baru Mami ini?! Entah apa yang mereka berikan!''


''Hei! jaga mulut mu ya! dia adalah Ibu kita!'' pekik Grace ketus.


''Cih! Ibu kita? kau ambillah dia, dia sudah tidak membutuhkanku lagi!''


''Aulia!!'' bentak Dewi yang sudah mengangkat tangannya untuk mendaratkan ke pipi Aulia tapi dengan cepat Candra menghalanginya dengan menangkap tangan Dewi di udara.

__ADS_1


Candra menghempas tangan Dewi begitu kasar. Menatapnya tajam karena tidak suka ada yang mengangkat tangannya pada putri semata wayangnya.


''Jangan lupakan kalau dia adalah anak kandung mu didepan anak tirimu!''


__ADS_2