
Beberapa hari ini Aulia sibuk ikut merawat Rani yang sakit sampai dia melupakan Adel sahabat kecilnya itu.
Malam ini Aulia baru tersadar kalau Adel tidak pernah menampakan dirinya lagi sejak seminggu belakangan ini.
Di kamarnya Aulia baru saja selesai mandi, sudah kebiasaan Aulia kalau mandi pasti malam hari kalau menurut Aulia agar tidurnya nyenyak.
Aulia sedang menyisir rambut basahnya di depan cermin riasnya. Ia menatap dirinya dari pantulan cermin, seperti ada yang hilang tapi apa? dan tiba-tiba ia pun teringat suatu hal.
"Astaga! aku baru sadar, kok Adel ga kliatan-kliatan ya," ucap Aulia.
"Del..Adel...." Aulia terus memanggil nama sahabat nya itu. Tapi Adel tidak kunjung menampakkan dirinya.
"Kemana dia, Adel,, Adel,, datang lah Del, aku kangen kamu" racau Aulia.
Adel pun muncul di kaca rias Aulia dengan muka masamnya, menandakan dia sedang marah.
"Ada apa kau memanggil ku?" ucap adel dengan muka datarnya.
Aulia terkejut dengan kedatangan Adel di cermin riasnya.
"Astaga Adel kau mengejutkan aku, kenapa kamu tidak pernah menemui ku lagi, seminggu belakangan ini?" tanya Aulia.
"Ooh rupanya kau baru sadar aku tidak ada di sisimu seminggu ini"...
"Kamu kenapa, Del?"..
"Kau masih bertanya? kau yang kenapa? kau sudah melupakan aku sahabat dari kecil mu Aulia!" Adel meninggikan suaranya. sampai Aulia memundurkan tubuhnya karena merasa takut.
"Kau marah pada ku Adel?" tanya Aulia dengan suara gemetar
"Yaaa, aku maraah! aku marah karena aku di abaikan kamu Aulia!" Adel masih meninggikan suara dengan mata yang memerah.
"Maafkan aku Adel, aku tidak sadar kalo aku sudah mengabaikan mu, tapi sungguh aku tidak ada maksud, aku ikut menjaga Rani yang sedang sakit, kamu jangan marah ya," Aulia masih dengan suara gemetarnya, karena Aulia belum pernah melihat Adel semarah ini.
"Tapi aku juga sahabat mu Aulia, ooohh aku tau karena kita beda alam dan Rani yang satu alam dengan mu jadi kau anggap dia lah yang paling penting, iya 'kan?" Adel masih dengan amarah yang menggebu-gebu.
Aulia menangis karena sahabat nya tidak ingin mengerti.
"Maaf Aulia, aku pergi!" Adel pergi , Adel pergi karena tidak tega melihat Aulia yang menangis. Bagaimana pun Aulia sahabat nya, dan dia pergi untuk menyadarkan Aulia kalau dia juga sahabat nya.
"hiks,, hiks,, hiks,, Adel jangan pergi…" lirih Aulia.
Malam itu Aulia tidak tenang dengan tidur nya, Dua jam sekali dia selalu terbangun.
Sampai pagi pun datang, untung lah ini hari liburnya sekolah kalau tidak dia akan mengantuk dan tertidur di kelas.
__ADS_1
Aulia memutuskan untuk pergi ke danau yang ada di taman komplek sekitar rumahnya.
Danau lah tempat favorit Aulia dan Adel.
Saat Aulia sedang termangu memikirkan cara membujuk Adel agar tidak marah lagi, seseorang datang dan duduk disampingnya.
Namun, Aulia masih tidak menyadari akan kehadiran seseorang itu.
Ya orang itu adalah Steve, dia kebetulan sedang joging di taman yang sama dan melihat seseorang yang tidak asing, langsung menghampiri nya, yang ternyata benar orang itu gadis yang di temuinya di rumah sakit tempo hari.
Steve terus memperhatikan Aulia dan Steve juga ikut duduk di samping Aulia, tapi Aulia tetap tidak menyadari kehadiran nya.
"ekheemmm....
Aulia terjaga dari lamunannya, dan menoleh ke asal suara.
"Kamu yang di Rumah sakit itu 'kan?" tanya Aulia.
"Iyah kamu benar, kamu sedang apa di tepi danau sendirian dan melamun, apa kamu tidak takut kesambet?" ucap Steve dengan banyolannya..
"Ada-ada saja kamu hehe"...
"Hmmm siapa nama mu aku lupa?"tanya Aulia.
"Hahaha maaf maaf, aku benar-benar lupa, oh iya kau sedang apa disini?" ucap Aulia.
"aku sedang joging dan tidak sengaja melihat mu yaa aku hampiri saja"..
"Memangnya rumah mu di komplek ini juga?"tanya Aulia.
"Iyah, aku baru pindah disini, " jawab Steve.
"Memangnya kamu pindahan dari mana?"tanya Aulia lagi.
"Dari kota B, aku pindah karena orang tua ku harus pindah ke rumah nenek ku yang sudah tua, jadi harus merawat nenek," jelas Steve dan Aulia hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
"Terus kau sekolah atau apa?..
"Aku sudah berkuliah di kampus Gemilang" ucap Steve.
"Oohh seorang mahasiswa" gumam Aulia.
"kalau kamu sendiri?" tanya balik Steve.
"Aku siswi sekolah menengah atas, kelas 11" jawab Aulia.
__ADS_1
"ooohhhh, apa kau tidak keberatan jika aku ingin berteman dengan mu Aulia?" tanya Steve .
"Tentu saja tidak, sekarang kita teman ok!" ucap Aulia memukul pelan lengan Steve.
Steve hanya tersenyum.
Matahqri sudah meninggi Aulia pun berpamitan untuk pulang kerumah nya dan Steve memaksa untuk mengantar
dengan sepeda motornya. Dan Aulia pun menyetujuinya walaupun memang agak sedikit canggung.
Hari liburnya berlalu, Aulia merasa tidak sama sekali bahagia karena teman yang selalu menanaminya tidak ada disisinya lagi.
Aulia sudah rapih dengan seragam sekolah nya, tapi Aulia tidak bersemangat seperti biasa ya, karena Adel belum juga mau menemuinya.
"Adel apakah kau benar-benar marah pada ku, aku mohon maafkan lah aku Del," lirih Aulia di depan cermin riasnya.
Adel sebenarnya tidak pernah meninggalkan Aulia sedikitpun, Adel sebenarnya ada di sekitar kamar Aulia, tapi Adel sengaja tidak menampakan dirinya karena ingin melihat sejauh mana Aulia benar-benar membutuhkan nya sebagai sahabat nya.
"Kau sahabat pertama ku Del, jangan tinggalkan aku," Aulia masih meracau, Adel yang merasa tidak tega pun akhirnya menampakan dirinya.
"Aulia..?''
"Adellll...." dengan mata berbinar Aulia langsung berdiri dan berlari menghampiri adel dan langsung memeluknya.
"Kau datang, maafkan aku ya Del," ucap Aulia dengan air mata yang membasahi pipi mulusnya.
"Kau menangis karena aku, please jangan cengeng Aulia, aku benci air mata, " ucap ketus Adel..
"Baiklah aku tidak akan menangis lagi, tapi kau harus janji, jangan tinggalkan aku lagi ya." Aulia segera menghapus air matanya dengan tisu di tangan nya.
"Iyah iya asal kau juga berjanji tidak akan mengabaikan ku lagi" ucap Adel dan di angguki Aulia.
"Ya sudah berangkat lah ke sekolah dan segera lah turun karena di depan gerbang sudah ada seseorang yang sedang menunggu mu.''
Alis mata Aulia mengernyit penasaran, 8a beranjak dan melihat kearah jendela.
"Seseorang???siapa???" ..
Adel hanya mengangkat kedua bahunya dan menghilang dari hadapan Aulia.
bersambung...
happy reading..
jangan lupa tinggalkan jejaknya ya,budayakan like vote dan rate⭐5nya ,terimakasih 🙏🤗
__ADS_1