Hanya Aku!

Hanya Aku!
Rani sakit


__ADS_3

Di suatu taman seorang gadis sedang menikmati kesegaran udara pagi.


Hari ini hari minggu Aulia yang terbiasa lari pagi, untuk itu Aulia pun memutuskan lari pagi nya dengan berkeliling taman komplek rumah nya.


Aulia berlari kecil dengan sesekali mengobrol dengan Adel, tentunya membuat orang yang melihat pun merasa aneh, karena yang terlihat orang-orang itu, Aulia berbicara sendiri tanpa ada siapapun di sekitarnya.


"Issshhh karena kamu ajak ngobrol aku, orang itu pasti mengira aku gila," gerutu Aulia.


"Eheheh. Maaf aku lupa Aul…" Adel hanya terkekeh.


Di lain sudut taman, dua orang gadis juga sedang berlari pagi.


"Susan lihat deh, itu bukannya si muka pucat ya?" tunjuk Eri.


"Aahh pucuk di cinta ulam pun tiba!" Susan pun tersenyum jahat.


"Apa kita hampiri dia?"ucap Eri.


"Pasti lah, ini waktu yang gue tunggu-tunggu!" Dan Susan, Eri pun menghampiri Aulia.


"Hy Aulia, kamu sendirian aja?" tanya basa basi Susan.


"Ooh kalian, iya aku sendirian nih, kalian lari pagi disini juga?" ucap Aulia dengan ramahnya.


"Iyah niih, oh ya kita boleh gabung 'kan?" ucap Eri so baik.


"Oh iya silahkan, lagi pula ini taman bukan milik ku heheh" ucap Aulia disusul dengan kekehannya.


"Hahah kamu orang nya luch juga ya!"


"Aul kamu harus hati-hati sama dua gadis ini!" kata Adel. Dan Aulia yang mengerti pun hanya tersenyum.


'Akan aku ikuti alur drama kalian' batin Aulia.


"ya udah kita lanjut larinya yuk! kesana aja kayanya di pinggir danau lebih sejuk," ajak Susan dan di angguki segera Aulia.


ketiga gadis itu berlari kecil menuju tepian danau. Seperti para gadis remaja pada umumnya, mereka tentu terlihat sangat akrab.


"Sejuknya…" Aulia merentangkan tangannya.


"Pas banget niih, kita dorong ok!" Susan memberikan aba-aba pada Eri untuk mendorong bareng tubuh mungil Aulia.


Aulia masih dengan posisinya tepat di pinggir danau.


Namun, saat Susan dan Eri ingin mendorong tubuh Aulia. Aulia yang mengetahui rencana jahat dua gadis itu langsung menghindari dann seketika....


*Byuuurrrrr...


"Uuups.... Kalian ngapain mandi di danau?" tanya meledek Aulia.


"Kurang ajar kamu!" maki Susan.


"Susaaann kenapa kita yang tercebur" pekik Eri karena kesal.


"Diam kamu!" bentak Susan.


"Heey kalian apa tidak ingin segera keluar dari danau itu, aku dengar, ada seekor buaya besar penghuni danau yang kelaparan!" ucap Aulia menakut-nakuti.

__ADS_1


Mata Susan dan Eri mendelik sempurna.


"Aaaaaa Buayaaaa!'' teriak Susan dan Eri berbarengan.


Susan dan Eri berusaha keluar dari danau dengan tergesah-gesah.


"Hahahahhahaha!! ya sudah aku duluan yaaa bye bye…" Aulia tertawa begitu puas dan segera berlalu pergi.


"SIALAN KAMU!!! AWAS YA AKAN AKU BALES KAMU!" teriak Susan pada Aulia yang sudah menjauh pergi, merekapun berusaha untuk keluar dari air dan berhasil walaupun sedikit sulit karena tanah yang licin.


Beberapa orang yang menyaksikan Susan dan Eri tercebur ke danau, bukannya menolong tapi malah mentertawakan-nya. Bukan tanpa alasan mereka mentertawakan Susan dan Eri, yaa karena orang-orang melihat sendiri rencana jahat dua gadis itu ketika ingin mendorong Aulia.


*hahahha makanya jadi orang itu jangan jahat* ucap seorang wanita paru baya.


"DIAM KALIAN, AKAN AKU TUTUP TAMAN INI!" teriak Susan emosi karena malu.


Dan orang-orang yang berkerubung pun bubar.


"Iiisshhh, bagaimana kita pulang. Kalau penampilan kita seperti gembel gini," gerutu Eri.


"Ini semua gara-gara si muka pucat itu!" ucap Susan mengepalkan tangannya.


Di kamar Aulia.


"Hahahah apa kamu lihat muka dua rubah itu Aulia?" tawa Adel pecah.


"Iyaah mereka kuyul seperti babi yang mandi di lumpur." Aulia pun ikut tertawa.


"Kalau Rani ikut menyaksikan pasti dia tidak kalah dari kita senangnya," ucap Adel, ya Adel sudah menerima Rani sebagai sahabat lain Aulia.


Keesokan nya di sekolah.


Saat Aulia berjalan melewati kelas 12 karena Habis pergi ke ruangan guru, tiba-tiba Bima memanggil Aulia.


"Liee..!!''


Aulia menoleh dan tersenyum.


"Eh kak Bima, kenapa kak?" Aulia merasa gugup tapi dia sebisa mungkin menyembunyikan rasa gugupnya itu.


"Rani hari ini tidak masuk sekolah, dia sakit," ucap Bima.


"Hah Rani sakit??sakit apa kak??" Aulia sedih mendengar sahabat nya itu sakit.


"Trombosit nya turun, kata Dokter gejala malaria," jelas Bima sedih.


"Apa kamu mau menjenguk Rani? kalau mau bisa bareng sama aku nanti sepulang sekolah," ajak Bima lagi.


"Iyah kak, kalau aku enggak merepotkan kak Bima," ucap Aulia.


"Tidak sama sekali Lie, aku malah senang adik ku mempunyai sahabat seperti kamu yang sayang sama adik ku," papar Bima.


Aulia hanya tersenyum hangat.


"Bim..?''


Panggil temannya yang ikut bergabung yang tak lain adalah Hari.

__ADS_1


"Kenapa Har?"tanya Bima pada Hari.


"Kalian membicaraka apa?" tanya Hari dengan dinginnya. Ya Hari merasa tidak menyukai Bima ikut mendekati Aulia.


"Ka Hari? ini ka Bima ngajak aku menjenguk Rani yang lagi di rawat di rumah sakit," jelas Aulia.


"iyah kah??''


"Iyah Har, aku ngajak Aulia untuk menjenguk adik ku Rani," jelas Bima.


"Kenapa kau tidak mengajak ku juga?!" Hari melayangkan tatapan tajamnya.


"Aku juga tadi mau mengajakmu, tapi kau tidak ada di kelas," ucap Bima memutar bola matanya malas.


'Sorry Har, gue juga suka sama Aulia, perasaan gue enggak bakal bisa dibohongin' batin Bima.


"Ya udah kalau gitu Aulia ke kelas duluan ya Ka Bima, ka Hari" pamit Aulia dengan tersenyum pada keduanya.


"iyah Lie.. " ucap Bima dan Hari bareng.


.


Bel Jam pulang sekolah telah berbunyi.


Aulia menuju parkiran sekolah untuk menghampiri Bima dan Hari setelah tadi di telpon Bima.


"Ka Bima, Ka Hari yuk! aku tidak sabar mau lihat kondisi Rani," ucap Aulia yang tanpa permisi langsung masuk ke mobil milik Bima dan duduk di bangku penumpang belakang.


Bima dan Hari saling pandang dan menggelengkan kepala bersama lalu terkekeh melihat tingkah polos Aulia.


Tapi tiba-tiba Bima mendelik kesal, karena Hari ikut masuk ke bangku penumpang belakang bersama.


"Heeyyy aku bukan supir kalian yaaa!" pekik Bima kesal.


"Hehehe ka Hari kenapa duduk disini juga, lihat Ka Bima jadi marah." Aulia terkekeh melihat wajah masam Bima.


"Biarkan dia Lie, aku ingin duduk disini saja"..


"Ya sudah kalau begitu aku yang duduk di depan menemani kak Bima,'' ucap Aulia ingin turun dari mobil.


"Aaahhh yaa benar sini Lie, duduk di depan saja temani aku!" ucap Bima merasa menang.


"Eettt no no no, aku yang akan pindah!" ucap Hari yang langsung turun dari mobil dan pindah ke kursi penumpang samping Bima.


"Iisshh kau ini!" Bima merasa kesal karena Hari yang tidak memberi kesempatannya bisa dekat dengan Aulia.


"kenapa dengan mata mu?!" tanya ketus Hari.


"Tidak!!!'' Bima langsung menancapkan pedal gasnya karena kesal.


Aulia hanya terkekeh geli menyaksikan dua lelaki yang sedang saling menyindir selama perjalanan menuju rumah sakit.


Bersambung...


happy reading..


jangan lupa tinggalkan jejaknya ya,budayakan like vote dan rate⭐5nya ,terimakasih 🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2