Hanya Aku!

Hanya Aku!
Marga


__ADS_3

Sampainya di Rumah sakit, Aulia dengan tidak sabar nya untuk melihat keadaan sahabat nya itu, dia turun dari mobil dan langsung berlari tanpa memperdulikan teriakan Hari dan Bima.


Aulia sudah tau letak kamar rawat sahabat nya dari Bima saat di perjalanan tadi, dia terus berlari kecil sampai .... BRUUKKKKK..


Aulia menabrak seseorang yang sedang membawa jus jeruk di tangannya.


"Maafkan saya nona, saya tidak sengaja," ucap pria yang di tabrak Aulia.


"Tidak- tidak ini salah ku, aku yang berlari tanpa melihat keadaan sekitar, maafkan aku," ucap Aulia sopan.


"Tapi baju mu jadi kotor, aahh kebetulan aku bawa baju bersih milik adik ku, apa kau mau mengganti baju mu di toilet?" ucap pria itu.


"Hem apa boleh, aku pakai punya adik mu itu"..


"Tentu saja, mari saya antar," ucap pria itu dan di angguki oleh Aulia.


Aulia dan pria itu pergi ke arah toilet Rumah sakit, tapi Hari dan Bima justru sudah sampai di ruangan Rani. Namun, mereka tidak menemui Aulia di ruangan itu.


"Bim, Aulia mana??" tanya Hari.


"Apa dia kesasar,"ucap Hari lagi


" Tidak mungkin, jelas-jelas, tadi sudah diberi tahu nomor kamar Rani," ucap Bima.


"Ya sudah kalau gitu, lu tunggu disini biar gue yang cari Aulia," ucap Hari yang langsung keluar kamar lagi.


Di depan toilet, lelaki tadi sedang menunggu Aulia keluar, dan saat Aulia keluar dari toilet, laki-laki itu terpesona melihat keanggunan gadis yang di temuinya itu.


"Apa cocok aku menggunakan ini, ini terlalu terbuka kalau untuk di gunakan di rumah sakit seperti ini" ucap Aulia.


"Aahh kau bisa menggunakan jaket ku, sebentar aku ambilkan dulu di dalam tas ku." Lalaki itu segera membongkar tasnya untuk mencari jaket Denim miliknya.


"Aahh ini! kenakan lah!" lelaki itu memberikan jaket nya dan Aulia pun memakainya.


"Terima kasih ya, maaf merepotkan, aku Aulia!" Aulia mengulurkan tangannya.


"Aku Steve" lelaki bernama Steve itu membalas uluran tangan Aulia.


"Sekali lagi aku minta maaf ya Aulia" ucap Steve lagi.


Dan saat Steve dan Aulia sedang berbincang Hari pun datang lalu memanggil Aulia.


"Aulia..." panggil Hari.


Aulia dan steve menoleh ke asal suara.


"Ka Hari, oh ya Steve kalau gitu aku Permisi ya, aku mau menjenguk sahabat ku dulu," pamit Aulia pada Steve, Aulia langsung berlalu pergi bersama Hari tanpa mendengar jawaban Steve terlebih dahulu.


"Sampai ketemu lagi!" teriak Aulia sambil memberikan senyum manisnya, Steve pun hanya membalas senyuman dan lambaiannya.

__ADS_1


"Manis sekali kamu Aulia, semoga kita bisa bertemu lagi" gumam steve.


"Aulia kenapa kau ganti baju, terus pria tadi siapa??" tanya Hari.


"Ooh tadi aku tidak sengaja menabraknya yang sedang membawa minuman, lalu baju ku basah. Nah ini baju milik adiknya dia, dia memberikan baju adiknya untuk aku kenakan,"jelas Aulia yang semestinya tidak perlu sedetail itu.


"Kamu berkenalan dengan dia?" tanya selidik Hari.


"Tentu saja, dia orang baik, ya sudah aah aku mau ke ruangan Rani ayok cepat!" Aulia menarik tangan Hari.


Sesampai di ruangan Rani.


"Rani…!!" Aulia langsung menghampiri tempat tidur Rani.


" Lie, kamu datang?" lirih Rani, karena Rani masih lemas.


"Tentu saja aku datang, kenapa kamu enggak kasih tahu aku, kalau kamu masuk rumah sakit, hah!" ucap ketus Aulia.


"maafkan aku Aulia, aku enggak mau kamu khawatir," ucap Rani.


"Hmmm ya sudah, tapi lain kali kamu harus mengabari ku kalau ada apa-apa ok!" ucap Aulia begitu perhatian.


Rani hanya tersenyum haru karena mempunyai sahabat yang perhatian padanya.


///////


Hari ini Rani sudah masuk sekolah, dia kekelas dan melihat Aulia sedang membaca novel favorit nya yang berjudul "Manisnya Cerita Cinta".


"Selamat pagi Lie!" sapa Rani.


Dan hanya di jawab dengan gumaman "heemm" sangking seriusnya Aulia tidak tau kalau yang menyapanya itu sahabat nya sendiri.


"Seperti nya novelmu itu lebih penting dari sahabat mu ini," sindir Rani.


Aulia yang masih fokus dengan novel yang di bacanya hanya menjawab "hemmm"


Rani kesal dengan jawaban Aulia dan langsung berteriak dan menggebrak meja dengan tidak terlalu kencang.


Braakkk.


"Liieeeeee...." teriak Rani.


"Eehhh Astagaaaa Rani kamu mengagetkan ku saja, dan sejak kapan kamu ada di disini?" ucap Aulia dengan muka yang masih terkejut nya.


"Astagaaa Lie! berarti dari tadi aku ngomong kamu tidak enggeh?" ucap kesal Rani.


"Emang nya kamu ngomong apa" Aulia memasang muka polosnya.


"Sudahlah lupakan!" Rani sudah terlanjur kesal.

__ADS_1


"Hehehehe jangan manyun gitu Ran. Maaf maaf, aku sedang asik baca novel jadi ga enggeh ada kamu," ucap Aulia menggaruk tengkuk leher nya padahal tidak gatal.


"Oh iya kamu apa sudah sehat betul, sampai kamu sudah masuk sekolah?" ucap Aulia lagi.


"Sudah sangat baik, berkat kamu yang selalu menemani aku, terima kasih ya Liee"ucap Rani langsung memeluk Aulia.


prok prok prok...


"Dua upik abu yang sedang berpelukan, uupppsss maksud aku hanya si muka pucat sih yang upik abu tapi berhubung Rani mau bersahabat dengan upik abu, iya jadi ikut dehh," ucap Susan yang tiba-tiba datang..


"Siapa yang kau sebut upik abu, wahai Susan Foy" ucap Rani..


"Siapa lagi kalau bukan sahabat mu itu!" jawab Eri.


"Apa kau tidak tau Aulia ini siapa—''


"Rani sudah!'' bisik Aulia menyela ucapan Rani.


"Memang dia siapa, dia saja tidak punya Marga ya 'kan" ucap Susan meremehkan.


"Kau mau tau Marga Aulia apa?" ucap Rani dengan menaik turunkan alisnya.


"Apa?" tanya Eri.


"Agh—''


"Benar aku tidak punya Marga, lantas apa ada masalah, kalau aku tidak punya Marga di nama belakang ku?" ucap Aulia memotong ucapan Rani lagi.


"Lie apa maksud kamu!" bisik Rani, dan Aulia memberi tanda untuk Rani diam.


"Sudah ku duga, seorang upik abu seperti dia mana punya Marga," ucap sombong Susan.


"Kau Rani, Marga kau kan Danilova cukup terkenal juga kenapa kamu mau berteman dengan kalangan bawah seperti dia!" ucap Eri


"Hey wahai dua bidadari neraka, jangan suka menilai dengan penampilan ataupun cover seseorang, kalau belum tau aslinya ok!" ucap Rani emosi.


"Sudahlah Ran, tidak usah meladeni mereka tuh liat jam berapa ini, sebentar lagi juga bel bunyi," ucap Aulia yang menenangkan Rani.


dan benar suara bel masuk berbunyi dengan Nyaringnya.


"Sudah bel, apa kalian masih mau ada disini, atau kau akan terlambat masuk kelas kalian" ucap datar Aulia.


"issshhh awas kauu, ayo Rii!" Susan dan Eri pun berlalu pergi dan tidak lama guru pun memasuki kelas dan memulai mengajar pelajaran hari ini.


bersambung...


happy Reading..


jangan lupa tinggalkan jejaknya ya,budayakan like vote dan rate⭐5nya ,terimakasih 🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2