Hanya Aku!

Hanya Aku!
Rencana Jahat Susan


__ADS_3

Bima membawa Susan dan Eri ke ruang BK, dengan bukti CCTV akhirnya Susan dan Eri di Scorse selama seminggu dengan sangsi kalau kejadian ini terulang lagi, Susan dan Eri terpaksa akan di keluarkan dari sekolah secara tidak hormat. Juga akan dilaporkan kepada pihak yang berwajib.


Dengan Hukuman yang menimpa Susan Foy dan Eriska Lee membuat keduanya semangkin membenci Aulia. Pikiran-pikiran dan rencana jahat mulai terencana kembali.


"Aku tidak terima, ini semua karena anak miskin itu, Shial!!!" emosi Susan tengah meledak ledak, seisi kamar habis di porak porandakan.


"San tenangkan dirimu, dengan cara kamu marah-marah begitu tidak akan bisa membalas Aulia kan," ucap Eri.


"JANGAN SEBUT GADIS MISKIN ITU!!" Bentak Susan pada Eri


"Calm down San, sekarang kita harus buat rencana untuk balas dendam kita pada si muka pucat itu," ucap Eri.


"Aah ya kau benar," timpal Susan.


"Jadi apa ya rencananya," Ucap Eriska.


Susan menarik lengan Eriska lalu membisikkan sesuatu.


"Apa bakalan berhasil San?" tanya Eriska ragu.


"Kita liat aja," Susan menyeringai, senyuman licik pun timbul di wajahnya.


Di taman belakang sekolah.


Aulia tengah asik mengobrol dengan sahabat nya yaitu Rani Danilova, sesekali keduanya tertawa gembira karena obrolan yang terlihat asik sekali.


"Jadi kemarin kau benar pergi bersama ka Hary?" pertanyaan Rani membuat Aulia tersentak karena otaknya langsung mengingat kejadian kemarin di dalam bioskop.


Melihat Aulia yang tiba-tiba melamun, alis Rani menyatu karena merasa heran.


"Heey aku bertanya, kok malah melamun." Ucap Rani menyadarkan lamunan Aulia.


"Astaga Ran, kau mengejutkan aku." ucap Aulia yang sedang mengelus dadanya.


"Eeh, iyakah Aku mengejutkan mu, padahal aku bicara biasa loch," jawab Rani semangkin bingung.


"Eemmm sudah pukul berapa ini, kok bel masuk belum berbunyi ya." Ucap Aulia bermaksud mengalihkan pembicaraan.


"Oh iya yaah, sudah lewat 20 menit, apa Belnya rusak? ya sudah yuk kita kembali ke kelas," ajak Rani.


Aulia menghela nafasnya lega.


"Untung saja Rani tidak membahas itu lagi, Aiissss kenapa fikiran ku selalu teringat kejadian kemarin sih," Gumam Aulia dalam hatinya.


"Ya karena kau ketagihan." ledek Adel, yang tiba-tiba saja sudah berjalan di sebelah Aulia.


"Iissh apa-apaan kau ini,, menyambar saja," ketus Aulia dengan suara pelan.


"Sudahlah Al kau jangan mengelak lagi, ingat ya kau tidak akan bisa berbohong pada ku." ucap Adel menggoda Aulia.

__ADS_1


"Diam kau!!," Ucap Aulia dengan suara normal.


"Eeh aku sedari tadi diam loch Lie," Ucap Rani heran.


"Eeh ini tadi ada lalat yang berterbangan di depan wajah ku, sangat mengganggu sekali." ucap Aulia dengan tangan mengibas-ngibaskan ke depan wajahnya sendiri.


Alis Rani terangkat satu, dia memperhatikan sekelilingnya.


"Dimana ada lalat Lie? aku tidak melihat nya," mata Rani terus mencari keberadaan lalat yang di bilang sahabatnya.


"Sudah terbang mungkin Ran, sudah ah, ayuk ah kita ke kelas," Aulia berjalan mendahului Rani.


"Aulia kok semakin Aneh," gumam Rani lalu menyusul Aulia.


Sampai di kelas, Aulia merasa heran pasalnya kelas sudah sepi, tas-tas para murid pun sudah tidak ada.


"Looh kok sepi," gumam Aulia.


"Kenapa Lie?" tanya Rani yang baru sampai.


"Lihat deh, kok kelas kita sepi, itu hanya ada tas kita saja, yang lainnya tidak ada" Ucap Aulia yang masih heran.


"Iya ya Lie."..


Rani melihat pengumuman yang di tulis di whiteboard.


"Kelas di bubarkan, karena ada rapat para guru." Ucap Rani membacakan yang tertulis di Whiteboard di hadapannya.


"Hah,, pantas saja sepi, Ya sudah Ran ayok kita pulang,"..


"iyah Lie,"..


Aulia dan Rani pun bergegas pulang, baru saja Aulia dan Rani melangkahkan kakinya dari pintu kelas, suara Hary dan Bima sudah menggema memanggil nama yang sama.


" Lie." panggil Hary dan Bima berbarengan.


Mata keduanya saling pandang, memancarkan persaingan di dalam persahabatan.


"Buat apa kau panggil Aulia?" tanya Hary.


"Apa ada larangan?" jawab Bima.


Aulia dan Rani yang melihat perdebatan mereka langsung menengahi.


"Bang, ayo pulang aku udah lelah banget." ajak Rani, bukan tanpa sengaja Rani berucap seperti itu, tapi Rani tidak ingin di antara persahabatan Hary dan Bima retak hanya karena menyukai 1 wanita yang sama.


"Tapi Dek.." ucapan Bima terpotong karena tangannya sudah di tarik Rani.


"Udaah ayook, Li, Ka Har kita duluan yaa." teriak Rani yang sudah menjauh.

__ADS_1


Aulia yang tidak paham hanya menggelengkan kepala.


"Rani aneh ya ka, kenapa juga harus terburu-buru." Ucap Aulia pada Hary yang tengah memandang wajah manis Aulia.


"Hah? aah iya iya," jawab kikuk Hary.


"Kamu sungguh polos Lie," gumam Hary dalam hati.


"Ka kau tidak pulang? kok malah bengong, aku duluan deh kalo gitu, Bye." Aulia pun berlari kecil dan menjauh dari Hary.


Hary yang baru tersadar langsung mengejar Aulia.


"Ko aku di tinggal," gumamnya.


"Liee, tungguuuu!" teriak Hary.


Aulia menghentikan jalannya dan berbalik, sebenarnya dia ingin menjauhi Hary untuk sementara waktu, karena Aulia terus teringat kejadian kemarin kalau terus berdekatan dengan Hary.


"Aahh, Iyya ka, kenapa?" tanya Aulia dengan gugup.


"Pulang sama aku." Tanpa aba-aba Hary langsung menyematkan jari-jarinya di jari-jari lentik Aulia, Hary terus menggandeng Aulia sampai ke depan motor sport nya.


Hary memasangkan helm ke kepala Aulia, dan Aulia hanya diam menerima perlakuan manis dari Hary.


"Ayo naik, kok malah bengong." Ucap Hary yang menyadarkan lamunan Aulia.


Aulia hanya diam, dia melihat ke arah roknya yang tidak memungkinkan menaiki motor sport milik Hary, Hary yang paham kegelisahan Aulia, langsung melepaskan jaketnya dan memberikan ke Aulia.


"Pakai ini untuk menutupi bagian yang terbuka," ucap Hary.


Aulia tersenyum dengan sangat manis, dan menerima jaket itu dengan senang hati.


"Terima kasih ka." ucap Aulia, saat Aulia ingin menaiki motor Hary, dia merasa kesulitan.


"Pegang tangan aku." Ucap Hary memberikan tangannya, dan Aulia pun akhirnya bisa.


"Pegangan ya, kamu jangan tegang nanti punggung nya sakit," Ujar Hary dan di angguki Aulia.


"Serius aku pegangan ke ka Hary, ya tuhan aku takut suara jantung ku terdengar," gumam Aulia dalam hati.


Selama di perjalanan, Aulia hanya diam, Hary pun sama.


Sampai di pelataran mansion, ada mobil mewah terparkir indah di depan Mansion.


"Ada tamu Lie?" tanya Hary.


"Aku tidak tau ka, mau mampir dulu ka?"..


"Mmm, aku numpang ke toilet sebentar ya," ucap Hary.

__ADS_1


"Oh iya udah masuk yuk" ajak Aulia.


Mereka pun masuk, dan Aulia cukup terkejut melihat 2 orang duduk di sofa ruang tamu yang sedang asik mengobrol.


__ADS_2