Hanya Aku!

Hanya Aku!
Cafe


__ADS_3

Aulia sedang berada di sebuah cafe tak jauh dari kediamannya, Aulia merasa bosan terus berada di dalam kamar.


Saat sedang memfokuskan matanya di ponsel yang ada di genggamannya, sehingga tidak menyadari ada seseorang yang sudah duduk tepat di depannya, dan hanya meja lah yang jadi pembatasnya.


Orang itu hanya diam dan memperhatikan wajah ayu yang ada di depannya, sesekali senyum gadis itu tersirat dan sesekali juga keningnya terlihat berkerut karena sesuatu yang dia lihat dari ponselnya.


"Ekhemmm..!'' sangking sangat fokusnya deheman orang itu tak di gubris Aulia.


"Begitu sangat seru kah yang ada di ponsel mu!" suara bariton seksi itu terdengar di telinga Aulia, Aulia menaikan pandangannya dahinya berkerut seperti sedang mengingat-ingat siapa orang yang ada di depannya ini.


"Kamu?''


Aulia mengingat orang itu tapi tak ingat dengan namanya.


"Steve. Aulia...."pria itu menyebutkan namanya sendiri.


"Aaahhh iyaaa Steve, maaf-maaf aku lupa nama kamu," ucap Aulia tidak enak hati.


"Tidak masalah, kamu sendirian disini atau sedang nunggu orang?" tanya Steve


"Aku sendiri kok, kamu sedang apa disini atau kamu yang sedang menunggu orang?" ..


"Aku habis berkunjung ke rumah teman ku, dan kebetulan lewat sini dan lihat kamu"..


Aulia hanya menganggukkan kepala nya,


"Pindah ke dalem yuk! biar lebih nyaman, ngobrol nya," ajak Steve karena memang Aulia duduknya di bagian luar cafe.


"Ooh bolehh"..


"Biar aku yang bawa minuman kamu." Steve membawakan minuman Aulia ke dalam kemudian memesan minuman agar ada alasan mengobrol dengan Aulia.


Saat Aulia sedang menolah ke arah lain


Steve dengan sembunyi-sembunyi mencuri gambar dari Aulia lewat ponselnya.

__ADS_1


Satu foto berhasil di tangkap Steve, senyum tipis Steve terpampang kala melihat hasil jepretan nya.


"Manis." Satu kata terlontar dari bibir tipis Steve secara spontan, dan Aulia pun menoleh.


"Kamu bicara apa barusan, apanya yang masis?" tanya Aulia yang tidak terlalu mendengar ucapan Steve.


"Haaah.. ini jusnya Manis heheheh" Steve kaget karena Aulia mendengar gumamnya, dan secara spontan juga Steve mencari alasan yang spesifik agar tidak menimbulkan rasa aneh di diri Aulia terhadap nya.


"Oohhh,, kirain kamu ngomong apa, oh iyaa waktu itu kenapa kamu tiba-tiba pergi?" tanya Aulia yang teringat kejadian tempo hari di pantai.


"Oohh itu aku ada urusan, makanya aku terpaksa harus pergi dan kebetulan juga ada kekasih kamu yang datang, makanya aku tenang untuk ninggalin kamu," tutur Steve yang tidak sepenuhnya berkata yang sebenarnya.


"kKkasih??" dahi gadis blasteran Indo Rusia itu mengerutkan dahinya karena tidak merasa mempunyai kekasih seperti yang Steve katakan.


"Iyah kekasih kamu, yang pukul aku" ulang Steve dan melanjutkan ucapannya dengan nada yang memelan.


"Oohhh maksud kamu Hari, hahah dia bukan kekasih aku, dia kaka kelas aku di sekolah," jelas Aulia dengan kekehan nya.


"Em syukur lah bukan kekasihnya," gumam Steve yang hanya terdengar samar-samar di telinga Aulia.


Aulia merasa telinganya sedikit bermasalah.


"Aahh ga! aku ga ngomong apa-apa kok heheh"..Steve gugup.


"Aahh berarti telinga aku yang bermasalah ya?" ucap Aulia dengan polosnya mengorek telinganya di depan Steve.


Steve terkekeh karena sikap polos Aulia.


Dari pojok cafe Hari melihat dan mendengar semua perkataan Aulia dengan rasa sedih dan kecewa, loch kenapa kecewa? Aulia tidak salah 'kan? memang kenyataan nya Hari bukan siapa-siapa nya, hanya kaka kelasnya saja.


Pandangan Hari terfokus ke Aulia dan Steve yang sedang berbincang dan bersenda gurau, sungguh hatinya saat ini sedang bergemuruh sangat hebatnya.


"Kenapa aku ga bisa mendekatkan diri ini pada Aulia seperti pria itu!" gumam Hari dengan lirihnya dan terus bergumam. "Bahkan aku tidak pernah melihat Aulia bisa tertawa dengan lepasnya seperti itu"..


"Tapi tak apa, aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan simpatik Aulia, aku pasti bisa!" gumam Hari menyemangati diri nya sendiri.

__ADS_1


Aulia melihat jam di ponsel nya, tidak terasa dia duduk dan berbincang dengan Steve sudah Tiga jam dan akhirnya Aulia memutuskan untuk pulang.


"Astaga Steve ternyata kita sudah berjam-jam ya berbincang seperti ini, sepertinya aku harus pulang deeh"ucap Aulia.


"Ooh iya aku sampai lupa waktu heheh, ya udah kalau begitu sekalian aku antar kamu"..


"Aah tidak usah, rumah ku kan tidak terlalu jauh dari sini, aku bisa berjalan kaki kok" Aulia menolak.


"Aku bukan pria yang lepas tanggung jawab Aulia, sampai-sampai membiarkan wanita pulang sendiri di hari yang sudah mulai gelap ini," ucap Steve, Aulia tersenyum karena mendengar ucapan Steve.


"Ya sudah jika kau memaksa, ayo antar aku pulang," ucap Aulia berlalu mendahului Steve.


"Gadis penurut" gumam Steve dan menyusul Aulia setelah menaruh beberapa lembar uang di bawah gelasnya.


Steve mengantar Aulia dengan sepeda motornya, saat sampai di depan rumah besar nan mewah milik Aulia Steve langsung pamit pulang, Aulia sudah menawarkan untuk mampir tapi Steve menolak karena merasa tidak enak, Steve tau kalau Aulia tinggal seorang diri dengan beberapa pembantu rumahnya saja.


"Kau yakin tidak ingin mampir ke dalam dulu?" tanya Aulia sekali lagi.


"Lain waktu saja Aulia, aku juga harus segera pulang" ucap Steve ..


"Ooh ya sudah hati-hati ya, dan terima kasih sudah di traktir dan di antar pulang"..


"Di sebuah pertemanan tidak ada kata terima kasih dan minta maaf, ingat itu"..


"Hahah bisa saja kamu!" ucap Aulia.


Dari sebrang jalan ada mobil berwarna putih dan ternyata itu milik Hari, Hari mengikuti Aulia saat Aulia dan Steve pergi dari cafe.


"Aku akan berusaha lebih kuat lagi, ternyata saingan ku bertambah satu," gumam Hari, dan langsung menancapkan pedal gasnya dan berlalu pergi.


bersambung...


happy reading..


jangan lupa tinggalkan jejaknya ya,budayakan like vote dan rate⭐5nya ,terimakasih 🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2