
Sudah satu bulan berlalu, sekarang Aulia sudah kembali ceria lagi walau terkadang dia merasa kesepian jika sedang dirumah. Kenangan di masa kecil saat sedang bersama kedua orang tuanya selalu terlintas tapi Aulia sebisa mungkin tidak akan lagi memikirkan yang akan membuat hatinya sakit.
Saat ini Aulia sedang belajar karena sebentar lagi UAS.
Derrt Derrttt
Suara getaran ponsel yang ada di meja belajar nya terdengar, Aulia menoleh ke ponsel nya yang masih bergetar ada nama Papi disana.
Dengan rasa malas Aulia terpaksa mengangkat panggilan telpon dari Pipinya.
"Eemm ada apa ?" tanya Aulia dingin.
"Kamu apa kabar Nak?" tanya sang ayah dengan suara terdengar sedikit bergetar.
"Ada apa menelpon ku, aku baik-baik saja," ucap Aulia tak mau berbasa basi.
"Papi hanya rindu kamu nak!" ucapnya dengan suara parau.
'apa papy sedang menangis' gumam Aulia dalam hati karena menyadari suara papi nya yang bergetar.
"Pi… baik-baik saja 'kan?" Aulia bertanya dengan rasa khawatir nya.
"Papi baik ko nak, maafkan Papi ya, Papi ga bisa berbuat banyak, pasti disini kamu yang terluka, sekali lagi maafkan Papi," ucap Papi dengan suara yang terisak.
"Maksud Papi ga bisa berbuat banyak apa?" Aulia masih heran dengan alur pernyataan sang Papy.
"Suatu saat nanti kamu akan tau Nak, kalau gitu Papi tutup dulu ya, oh iya Papi sudah transfer ke rekening kamu untuk uang jajan kamu. Kamu jaga diri baik-baik ya, kalau kerjaan Papi kelar, Papi akan ke sana," ucap Papi.
"Iyah Piih" lirih Aulia menahan tangis.
Panggilan pun berakhir.
Mata Aulia memanas dan perlahan air mata Aulia mengalir perlahan.
"Apa maksud dari perkataan Papy tadi," gumam Aulia.
"Ekhemm, Aulia kenapa lagi kamu nangis?" tanya Adel yang baru saja memunculkan dirinya.
"Tidak apa-apa,'' jawab Aulia yang segera menghapus air matanya dan melanjutkan belajar nya.
__ADS_1
'ingat Aulia aku ini Adel yang tidak bisa sama sekali kau bohongi, sudah tidak usah menangisi apa yang sudah terjadi' ujar Adel lembut tapi tegas.
"Iyah aku tidak akan menangis lagi." Aulia tersenyum pada Adel.
Tok Tok Tok
"Non bibi masuk boleh?" ucap bi Ane
"Masuk aja bii, pintunya ga di kunci!" teriak Aulia dari dalam kamar.
Ceklek.
"Ada apa bi…" Aulia menutup bukunya.
"Itu non nyonya ada di bawah bersama seorang anak perempuan" ucap Bi Ane tertunduk.
"Anak perempuan siapa Bi" Aulia mengangkat alisnya sebelah, seraya berpikir siapa yang di maksud Bi Ane anak perempuan itu.
"Bibi tidak tah non, anak perempuannya sepantar non Aulia"..
"Oh ya sudah Bibi duluan aja turunnya, Aulia mau beresin ini dulu " ucap Aulia.
"Aulia pokonya apapun yang terjadi, ingat kau tidak boleh lagi lemah, ada aku disini oke" ucap Adel seakan sudah tau apa yang sebenarnya terjadi.
Aulia menarik nafasnya dalam-dalam dan membuangnya secara perlahan, Aulia ingin memantapkan hatinya agar kuat menghadapi apapun yang akan terjadi.
Aulia menuruni tangga dan benar Aulia melihat sang Mommy sedang duduk di ruang tamu bersama seorang anak perempuan berpakaian modis.
Tak Tak Tak
suara dari alas kaki Aulia terdengar nyaring sampai sang Mami yang sedang berbincang pada anak perempuan pun menoleh bersamaan dengan anak perempuan itu juga.
"Lie,, sini Nak, Mami Kangen" ucap Mami Aulia yang sudah berdiri dan merentangkan tangannya untuk memeluk tubuh putrinya.
"Ada apa Mami kesini, dan dia siapa?" bukan nya memeluk tubuh Maminya Aulia malah melemparkan pertanyaan tanpa tedeng aling-aling.
"Heeh sungguh tidak sopan" gumam anak perempuan itu dengan ketus tapi masih terdengar di telinga Aulia.
Aulia tidak menanggapi gumaman anak perempuan yang ada di samping sang Mami, Aulia hanya memberikan tatapan tajamnya.
__ADS_1
"Sini duduk dulu sayang" Mami menarik tangan Aulia dengan Lembut untuk duduk di samping nya.
"Permisi Non ini minumannya" Bi Ane datang dengan nampan berisi 3 gelas minuman dingin.
"Bi bawa minuman nya kembali, Mami tidak akan lama kok" ucap Aulia dingin.
"Eehh tapi non..''
"Sudah bii bawa saja ke belakang lagi atau bisa bibi kasih ke supir dan security depan saja, kasihan mereka pasti haus," ucap Aulia.
"Baik non, bibi permisi" Bi Ane pamit dengan sopan.
"Mami belum jawab pertanyaan aku tadi" ucap Aulia menyadarkan Maminya dari rasa kaget karena sikap Aulia yang begitu dingin padanya
"Oh iya ini Mami bawa oleh-oleh buat kamu, ini parfum import favorit kamu," ucap sang Mami yang menyerahkan sebuah paper bag.
"Dan ini kenalin Dia Grace, Grace ini akan menjadi saudara kamu," ucap sang Mami memperkenalkan anak perempuan itu.
"Grace"..anak perempuan itu mengulurkan tangannya untuk mengajak salaman untuk tanda perkenalan, tapi sayang Aulia tidak menyambutnya.
"Saudara?? maksudnya apa??"Aulia heran dengan ucapan sang Mami.
"iyah Grace akan menjadi teman kamu, dia anak dari teman dekat Mami" ucap Mami tanpa merasa salah.
Aulia yang sudah mengerti alur ucapan sang mami. Memutarkan matanya malas, ia benar-benar muak dengan semua ini. Dan bertekad tidak akan lagi mengeluarkan air matanya hanya karena sepele.
"Aku tidak butuh teman, karena aku sudah biasa sendiri, lagi pula aku sudah punya para sahabat yang selalu ada buat aku, dan ada Bi Ane yang juga selalu ada di samping aku sedari kecil 'kan"ucap Aulia tegas.
"Aulia bisa kamu jaga bicara kamu!" ucap mami dengan suara sedikit meninggi. Tapi Aulia tidak perduli itu.
"Acara perkenalan sudah 'kan, sebaiknya kalian pergi!" ucap Aulia dan langsung berlalu pergi menaiki tangga dan masuk ke kamar dengan membanting pintunya dengan sangat keras..
Brakkkk
"Anak tante sungguh tak bermoral!" sindir Grace.
bersambung...
happy reading..
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejaknya ya,budayakan like vote dan rate⭐5nya ,terimakasih 🙏🤗