
Sesuai rencana, sepulang sekolah Hari menunggu Aulia di area parkiran sekolah, 15 menit menunggu untuk orang lain sangat menjengkelkan tapi tidak dengan Hari, dia menunggu dengan hati yang sabar dan ikhlas.
Bruukk
"Huuh huuh huuh, maaf ka la—ma," ucap Aulia dengan nafas yang tersengal-sengal karena berlari.
"Ya ampun Lie, kenapa dengan kamu." Hari melihat wajah Aulia dengan senyuman, dia sangat gemas melihat wajah Aulia yang berkeringat, dia ambil sapu tangannya di saku belakang lalu mengelap dahi Aulia dengan kelembutan.
Deg
"Ya tuhan jantung ku," gumam Aulia dalam hati.
Dengan jarak yang sangat dekat membuat jantung ke duanya berdetak tidak karuan, mata mereka saling bertemu cukup lama, sampai terdengar suara klakson yang tidak sengaja di tekan Hari dan menyadarkan mereka dari terhanyut nya perasaan dari ke duanya.
Mereka salah tingkah, sungguh menggemaskan melihat Kecanggungan di keduanya.
"Maaf," ucap keduanya berbarengan.
Aulia pun menoleh ke Hari, Hari pun sama, mereka saling melemparkan senyuman nya.
"Kita jalan sekarang?" tanya Hari dan di angguki oleh Aulia.
Sepanjang perjalanan keduanya hanya diam membisu, dan saat mobil Hari berhenti di lampu Merah barulah Hari memulai pembicaraan.
''Emmmm Lie kamu mau nonton Flm apa?" tanya Hari mencair kan suasana. Walaupun dia sendiri mengutuk pertanyaannya.
"Aku tidak tau, nanti kita lihat saja di papan baner," jawab Aulia.
Tok Tok Tok
Seorang anak kecil mengetuk kaca mobil Hari, Hari pun menurunkan kaca mobilnya.
"Ya ada apa adik kecil?" tanya Hari dengan ramah.
"Kaka mau beli bunga mawar aku tidak, hari ini bunga ku belum laku," Ucap anak kecil itu dengan muka sedihnya.
"Bunga? emmm untuk apa ya?" gumam Hari dan di dengar anak kecil itu.
"Berikanlah pada pacar kaka itu." Ucap anak kecil itu menunjuk Aulia, Aulia mendengar anak kecil itu berucap bahwa dia kekasih Hari seketika Blushing.
Pipi Aulia bersemu merah dan salah tingkah, Hari menoleh ke Aulia lalu tersenyum pada anak kecil itu.
"Dasar kau ini," Hari mengusap kepala anak kecil itu dengan lembut.
"Baiklah kaka akan beli semua Bunga yang kau punya," Ucap Hari.
Anak kecil itu sangat senang, matanya berbinar dia sangat terharu dengan kebaikan pemuda di depannya.
"Kaka sungguh berhati baik," ucap anak itu.
"Sudah tidak usah memuji ku, hitung semuanya berapa?" ucap Hari.
"Semua ada 8 tangkai Bunga ka, satu tangkainya seharga 30 ribu ka," Ucap anak itu.
"Jadi semuanya berapa? coba kau hitung, kaka mau tau, kau bisa berhitung tidak?" Ucap Hari menguji otak anak itu.
__ADS_1
Anak itu tersenyum lalu menghitung nya dengan 5 jarinya.
"Semua 240 ribu ka, aku korting deh jadi 200 saja," ucap anak itu dengan polosnya.
"Kau ini, pintar juga ya, ini ambil." Hari menyerahkan Lima lembar uang pecahan seratus ribuan.
"Ka ini banyak sekali," anak itu terkejut karena Hari memberikan uang yang sangat banyak menurut nya.
"Ambillah, anggap saja itu hadiah karena kau pintar berhitung," ucap Hari, dan anak itu pun senang bukan main, dia melompat lompat sangking senangnya.
"Ini ka bunganya, dan terima kasih," anak itu memberikan semua Bunga yang ada di tangannya pada Hari.
"Kaka hanya butuh satu tangkai, selebihnya kau jualah lagi. Sudah ya lampu sudah pindah ke warna kuning, kau segeralah menepi." Hari hanya mengambil satu tangkai Bunga dan segera bersiap-siap untuk kembali melajukan mobilnya.
"Terima kasih kaaa," teriak anak itu, yang sudah berlari menepi ke trotoar.
Sepanjang obrolan Hari dengan si penjual bunga itu, Aulia terus memperhatikan ada rasa kagum di hatinya karena kebaikan Hari pada si penjual Bunga itu.
"Ka kenapa kaka memberi uang sebanyak itu pada anak itu?" tanya Aulia.
"Mmmm, karena dia pantas mendapatkan nya, dan aku salut dengan kecerdasan nya," jelas Hari.
"Eemmm gitu ya ka." Aulia manggut-manggut tanda mengerti.
"Oh ya ini untuk mu, kalau kau ingin menyimpannya, simpanlah, tapi jika kau ingin membuangnya jangan ragu oke," ucap Hari yang menyerahkan setangkai bunga mawar putih ke Aulia.
Aulia pun menerimanya dengan senang hati.
"terima kasih ka." ucap Aulia, Hari hanya membalas nya dengan senyumnya.
"Mari, kita turun," ajak Hari.
Hari sudah mau turun dari mobilnya tapi Hari merasa ada yang aneh lalu menoleh ke Aulia yang sedang kesulitan melepaskan seatbelt karena tersangkut.
"Kenapa Li?" tanya Hari.
"Ini ka, seperti nya tersangkut," ucap Aulia.
"Coba aku lihat." Hari mendekat untuk mencoba melepaskan sangkutan seatbelt itu, jarak di antara mereka semangkin terkikis, hanya ada beberapa centimeter yang tersisa.
Hari sibuk dengan seatbelt dan Aulia sibuk memandang wajah Hari yang berjarak dekat dengan wajahnya.
Kliikk
Seatbelt pun terlepas.
"Iyah benar tersangkut Li." Ucap Hari dan langsung memandang wajah Aulia yang hanya berjarak beberapa centi dari wajahnya.
ini kedua kalinya Hari dan Aulia saling memandang dengan waktu lama.
Aulia menyadari lebih dulu , dan mengakhiri pandangan itu.
"Ayok ka, kita turun," ajak Aulia dengan salah tingkah.
Aulia turun dari mobil dengan tergesa-gesa karena jantung nya tidak lagi bisa di ajak kompromi, Hari yang melihat kegugupan Aulia hanya tersenyum dengan gemas.
__ADS_1
Hari pun ikut turun dan langsung menghampiri Aulia.
"Ayok!" Hari menyematkan jari-jarinya di jari Aulia, kini mereka berjalan dengan bergandengan tangan.
"Ya Tuhan kenapa dengan jantung ku ini, kenapa setiap aku berada di dekat ka Hari jantung ini tidak karuan berdetak," gumam Aulia dalam hati.
Hari tidak membawa Aulia ke bioskop tapi membawa Aulia ke toko baju khusus wanita.
"Looh kok malah kesini ka, bukannya kita mau nonton ya?" tanya Aulia bingung.
"Pilihlah dulu baju untuk kau pake sekarang Li, memang nya kau mau menonton memakai seragam sekolah seperti itu," ucap Hari.
"Oh iya aku lupa, lalu kaka?"..
"Aku sudah memakai Hoodie, masuklah aku tunggu disini," perintah Hari.
"Baiklah," Aulia pun masuk ke toko itu, dan Hari tenyata membuntutinya, tidak memakan waktu lama akhirnya Aulia pun keluar dengan pakain yang di pilihnya.
"Cantik." kata itu yang keluar dari mulut Hari tanpa sadar saat melihat Aulia keluar dari ruang ganti.
"Ka Hari, mengejutkan aku," Ucap Aulia.
"Sudah? Yuk," Hari kembali menggandeng tangan Aulia menuju kasir, setelah semuanya di bayar Hari, keduanya pun menuju ke bagian bioskop.
Tiba di Stand pembelian tiket, Aulia telah memilih Flm apa yang ingin di tonton nya dan memilih kursi di bagian baris tengah.
Selama flm berlangsung Aulia sangat fokus dengan Filmnya, Hari hanya fokus memandang wajah ayu Aulia yang sedang fokus ke layar lebar di depannya dan tangannya yang setia memegangi Cup besar Popcorn.
Saat Flm menampilkan adegan berciuman, Aulia langsung menoleh ke samping tepat ke hadapan Wajah Hari yang sedang memandang wajahnya.
Dan Cup!
Bibir mereka tidak sengaja bertemu.
Aulia membesarkan matanya karena terkejut, tapi tidak mencoba menjauhkannya. Hari dengan kesempatan yang sangat baik langsung meraih tengkuk Aulia, Bibir yang semula hanya menempel sekarang sudah saling melummat, awalnya Aulia hanya diam saja tapi dengan terbawa suasana, Aulia pun ikut dengan insting nya.
Lumhatan demi Lumhatan, lhidah pun saling berperang, Aulia dan Hari hanyut dengan saling bertukar Saliva. Cukup lama mereka saling menyalurkan Hasrat mudanya sampai kedua nya merasa kehabisan oksigen lalu mereka melepaskan pagutan bibir mereka.
Ada rasa kecewa di keduanya saat mereka harus melepaskan pagutan yang sangat nikmat itu.
Untung saja penonton hanya ada di barisan pertama dan kedua, dan bagain barisan Aulia dan Hari hanya ada mereka berdua jadi tidak ada yang menyaksikan mereka saling bergelut kasih.
"Maaf." ucap keduanya berbarengan.
Hari melihat bibir Aulia yang basah karena ulahnya langsung mengelapnya dengan ibu jarinya.
"Maafkan aku Lie, aku sungguh tidak sengaja," lirih Hari .
"Tidak ka, ini juga salah aku," jawab Aulia.
Setelah Flm itu selesai, mereka pun pulang kerumah, Aulia pulang dengan yang pasti di antar oleh Hari.
Bersambung....
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
__ADS_1