
" Ka... kakak " Ucap Zilfi dengan gugup saat Zidan berjalan mendekat ke arahnya.
Tatapan Zidan sudah di penuhi oleh hawa nafsu , sementara Zilfi ia semakin gugup di buatnya. Dengan begitu erat kedua tangan Zilfi memanggang pakain yang ingin ia kenakan.
" Kakak bu.. butuh se.. suatu? " Tanya Zilfi dengan terbata bata.
" Kamu " Ucap Zidan entah sadar atau tidak.
" A.. aku? " Tanya Zilfi dengan badan yang sudah gemetar karna jarak dirinya dan Zidan hanya dua langkah lagi.
" Kamu mengoda Kakak Zil " Dengan suara parau Zidan berbisik di Telinga Zilfi.
Deg Deg
Mata Zilfi membulat mendegar apa yang di bisikan Zidan. Bohong jika Zilfi tak gugup di buatnya. Aliran darah Zilfi berdesir hebat , jari jarinya meremas kuat baju yang niatan awalnya tadi hendak ia pakai.
.
" Ka.. kamu harus bertanggung jawab " Ucap Zidan yang kini kedua tangan nya telah bertengger indah di pinggang Zilfi.
" A.. apa yang Ka.. kakak katakan ? " Dengan terbata bata Zilfi berucap sembari menatap kedua manik mata Zidan.
" Zill " Ucap Zidan dengan serak , dan kini kepada nya telah ia sadarkan pada bahu Zilfi.
Zilfi pun mengeliat karna ulah Zidan yang mengendus endus leher dan juga rambut nya .
__ADS_1
" Le.. lepas Kak " Ucap Zilfi yang mulai ketakutan.
" Wangii " Ucap Zidan yang sama sekali tak mengindahkan perkataan Zilfi.
Ya Tuhannn , tolonglah Hamba. A.. aku belum siap untuk , Ahhhh ngakk ngakkk
" Hemm " Desih Zidan yang masih mencium mi Tengkuk Zilfi.
" Kak " Ucap Zilfi dengan tangan yang berusaha melepas pelukan Zidan.
Dalam kamar ber -nuansa putih abu abu itu terasa begitu tegang dengan Zilfi yang masih takut akan sesuatu yang mungkin akan di lakukan oleh Zidan , sedang kan Zidan justru semakin larut dalam nafsunya.
Zidan pun secara perlahan menuntun Zilfi ke ranjang king size berwarna hitam.
" Kakkk Zidannnnn " Teriak Zilfi dengan begitu keras saat Zidan hendak melepaskan ikatan kimono Zilfi.
Degg
Mendengar teriakan Zilfi yang begitu memecahkan gendang telinga , membuat Zidan tersentak kaget hingga seketika nafsu yang mulai memuncak sekarang telah di hempaskan jatuh kebawah.
Mata Zidan kini membulat saat menyadari dengan apa yang sedang terjadi.
Apaa yang gue lakuainnn???
Zidan segera bangkit dari atas tubuh Zilfi dan berlalu pergi dari kamar itu. Maluu??? atau apa? entah apa yng di pikiran Zidan kala itu.
__ADS_1
" Hikss "
" Hiksss "
Zilfi pun tak kuasa menahan air mata nya , perasaan nya terasa sakittt. Zilfi pun sama seperti wanita wanita pada umumnya yang menginginkan di sentuh oleh suaminya nya , namun suami yang benar benar menaruh hati pada nya..
Di perlakukan tanpa adanya rasa cinta yang mendasari , secara tidak langsung Zilfi merasa dirinya bagai seorang ja**** pelampiasan sebuah hawa nafsu semata.
Dan sepeninggal Zidan , Zilfi pun terisak dalam tangisnya. Dalam lubuk hatinya ia masih bersyukur Zidan tak menyentuh nya.
Durhaka kah aku?
Ma.. maaf Kakk a.. aku akan menyerahkan diriku sepenuhnya se.. setelah a.. aku memastikan ka. kau me.. mencintai ku
.
Sedangkan Zidan , laki laki itu langsung keluar dari kamar setelah tersadar. Dengan gusar Zidan berjalan menuju kamar sebelah.
Hati Zidan terasa sakitt , entah apa yang membuat nya merasakan itu. Akankah Zidan merasa sakit karna sempat melihat Zilfi ketakutan dengan mata yang memerah atau merasa sakit karna kecewa dengan penolakan Zilfi?
entahlah :)
*****
JANGAN LUPA LIKE COMENT :)😉
__ADS_1