
"Gimana Hukumannya? Enak? OH tentu pasti Enak!!!" Fadil Duduk di Sisi Ranjang dengan gaya Coolnya.
Gisel tidak memperdulikan Perkataan Fadil, dia berjalan terus Dia memasuki Wakk Closet, Dia menjatuhkan Tubuhnya Dan Mengangkat Kakinya untuk mengadu kesedihan yang dia alami.
Bila jika Dunia ingin mengambil dirinya, dia rela bahkan dia akan Ikhlas menerima kenyataannya.
"Woyy, dengar Gak?"Fadil tetap Santuy walaupun ada rasa Marah dihatinya.
"Lu Pikir... Gwa Angin berlalu gitu? hah? Dasaŕ.. Kalau dipanggil orang, Lu seharusnya dengar jangan Diam Gini...." Fadil Ngoceh tapi tetap saja Gisel tidak bergeming dengan perkataan Fadil dia masih tetap didunianya.
Fadil yang merasa tidak dihargai oleh Gisel, Dia pergi meninggalkan Gisel dan Menutup Pintu Kamar dan langsung Menguncinya. Fadil Membuka Kemejanya dengan kasar sehingga terpampanglah ***** po***nya.
Fadil Menarik Tangan Gisel yang masih berdiam diri dengan kasar, dia melancarkan Aksinya dengan Melu**** pakaian Gisel. Bukannya pemberontakan, Gisel Menerima semua perlakuan Fadil.
Fadil tetap Melakukan Aksinya, setelah berjam-jam lebih, dia Kelelehan dan membaringkan tubuhnya disamping Gisel. Dia ingin Menendang Gisel, tapi ada Tak tega Muncul dihatinya.
"Kenapa dengan dirinya? Apa Aku terlalu kasar? Ahhhh, Kenapa aku harus peduli padanya!!!!" Batin Fadil kesal
__ADS_1
Kaŕna tidak ada Perkataan yang keluar dari Bibir Gisel, Fadil Keluar dan memakai Pakaiannya kembali. Dia akan mencari kepuasan diluar sana seperti biasanya.
"Hahahah, Sekarang Dia Puas!!! Bodoh!!! Kenapa sih aku lahir dari ****** Ayah yang Tidak mengingkan ku? Bahkan Didepanku dia Melecehkan Ibu seperti, Fadil memeperlakukanku yang sekarang. Apa Nasibku akan sama seperti Ibu? Bu, Seharusnya Gisel membawa Ibu jauh dari Bapak... kenapa Ibu tidak Kabur saja saat Bapak lakuin itu? Hah, apa yang aku harapkan!!! Ibu saja Menyuruhku bertahan dengan Iblis itu!" Gisel bernawang sendirian, Dia menangis dan Menangis. Dia Pergi Kekamar Mandi dan menguyur tubuhnya yang Remuk Padam itu.
Udahnya di Pukulin Bapak habis-habisan, Seharusnya dia mengobati Luka habisan Pukulan itu, malahan ditambah oleh Fadil yang memaksa kehendaknya pada Gisel.
Gisel tertatih-tatih Berjalan, Dia Berjalan meringis kesakitan apalagi Buliran-buliran Air Matanya berjatuhan membasahi kedua Pipinya. dia tetap Pergi menuju Kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
"Hahahah Aku bahagia.... sangat Bahagia... Bahkan Keluargaku Bahagia sekali. Kak, Kau sangat beruntung ada keluarga yang mau merawatmu!!bahkan Kau tidak mengalami penderitaan yang aku alami ini... Bahkan kau sangat beruntung Dijual oleh Bapak, karna kau tidak mendapatkan kekerasan dari Bapak" Gisel Menangis dia Menangis, Sampai Matanya terpejam didalam guyuran Air Mancur itu.
Gisel mengerjap-erjapkan Matanya, dia melihat keseliling Tapi dia tidak menemukan Manusia yang dia cari.
"Hem mungkin dia Pergi" Gumam Gisel ingin melakukan Aktifitasnya
"Apa yang kau harapkan semalam Gisel? Fadil Mengangkatmu dari kamar mandi gitu? hah? sampah!!" Gisel merutuki kebodohannya yang tertidur didalam Kamar mandi.
Bahkan saat dia sadar, dia sudah melihat Fadil yang tertidur dalam keadaan tidak berselimut. Gisel menyelimuti Fadil, Gisel yang sadar jika Tubuh Fadil yang berbabu Farhum perempuan. Dia hanya Meneteskan Buliran air mata tanpa Bertanya kepada orang yang sudah tidur.
__ADS_1
Jika dia bertanyapun tidak ada gunanya? Fadil akan membuatnya kalah telak sebelum melawan Musuhnya.
"Bodohnya aku" Gisel Pergi kekemar mandi untuk melakukan aktivitasnya dipagi hari
"Selamat pagi Mami.. Papi" Fadil menyapa kedua orang tuanya dengan Senyum Terbit disudut Bibirnya.
"Selamat Pagi sayang" mami langsung menaruh sarapan yang diperlukan Anaknya dipiring Fadil.
"Mi... menantu kita kan sudah àda? Biarkan Gisel yang memberikan sarapan pada suaminya!" Papi Farhan menarik tangan Mami Lilis
"Gausah papi... Menantu kita kan seorang RATU, jadi SUAMINYA mau Makan, Ataupun yang lain, dia gak akan peduli" Mami Lilis mencebir Gisel; dia sengaja menekan kata kata Ratu dan suaminya agar Gisel mendengar Perkataan sang Mami
Bersambung
ANYYEONG READERS...
AUTHOR IS COME BACK
__ADS_1