HARGAI AKU SEBAGAI ISTRIMU

HARGAI AKU SEBAGAI ISTRIMU
Bab 23


__ADS_3

Gisel Mendudukkan Bokongnya pada kursi Makan, Dia mencoba mengambil makanan sesuai Kebutuhan Fadil tapi Mami selalu mengedeluankan Mengambil hal tersebut.


Gisel yang merasa tidak enak hati, dia meninggalkan Ruang makan, walaupun Perutnya meronta-ronta ingin diberi Makanan.


"Nak... Mau kemana?" Papi Farhan Menarik tangan Menantunya, dia sudah yakin pasti ada masalah antara Istri dan Anak menantunya ini.


"Pi...Gisel mau ke toilet, kalian Makan diluan aja, Gisel nanti Akan Nyusul. Ini udah kebelet Pi" Bohong Gisel, Gisel merasa Mami yang sekarang tidak suka lagi dengannya.


Itu cuman kesalahpahaman, tapi dia menjadi tersangka Utama didalam masalah kesalahpahaman ini.


"Udahlah Pi... Biarkan aja anak itu pergi. Kita lanjut makan aja Pi...Papi mau lauk apa?" Mami Lilis tidak menghiraukan Gisel .

__ADS_1


"Ini Akibat kamu Melukai Anak saya Sayang... Mami gak suka, kamu lebih Memilih Teman kamu itu kebanding Fadil Suami kamu" Batin Mami Lilis yang merasa Bersalah dengan sikapnya yang agak kekanakkanakan


...


"Anak Ibu" Ibu Gina memeluk Gisel dengan erat, dia tidak menyangka Putri Bungsunya Menderita karna perjodohan ini.


"Ibu Gisel gak apa-apa! Gisel... Gisel hanya.. hanya Merasakan bersalah. Mami jadi ngejauhin Gisel... Huuu" Gisel Mengadu bahkan menumpahkan Air Matanya hingga dia Tertidur Lelap diranjangnya


"Sungguh Malang Nasib Mu sayang... Ibu gak Nyangka perjodohan ini membuatmu Menderita" Ibu Gina membelai Rambut Gisel dan membaringkan ditempat tidur.


"Dimana Anak itu?" Bapak Pino yang tidak sabaran ingin sekali menghukum sang Putrinya.

__ADS_1


Dia tidak habis pikir, kenapa Putrinya itu menerima? Seharusnya dia meminta maaf pada keluarga itu, supaya Gaji Bulanan Keluarga mereka Tetap Lancar karna Sejak menikah, dan mereka menjadi Besanan. Gaji yang Diperoleh mereka adalah 5 Kali Lipat dari gaji Biasanya.


"Pak, Putri kita sedang tidur. Dia baru saja menangis... Biarkan dia tidur Pak. Kasihan Gisel yang selalu Diatur Apalagi Sejak semalam, Ibu Mertuanya mendiamkan dia bahkan Tidak memperdulikan kehadirannya." Ibu Gina berusaha menjelaskan Kepada Bapak Pino, tapi karna tekad Bapak Pino Bulat, Ibu Gina Pasrah pada sikap Bapak Pino.


"Jika itu kemauan Bapak, Biarkan Ibu yang Membangunkan Putri kita Pak" Ibu Gina Beranjak dari Posisinya dan Mengoyang-goyangkan Tubuh Gisel.


Gisel yang merasa Tidurnya telah diganggu dia mengerjap-erjapkan matanya Mencoba memahami isi sekitarnya, dia hanya melihat keberadaan sang Ibu yang mengeluarkan Air mata dan Bapak yang Terlihat Murka


Gisel mendekati Ibu, tapi ditahan oleh Bapak. Dia Bahkan Mencengkram erat Dagu Gisel yang membuat Gisel meringis kesakitan, Dia mencoba meronta-ronta tapi Nihil, Malahan Cengkraman itu makin Kuat.


Gisel Pasrah, dia Pasrah jika hidupnya begini. Mungkin Takdir sudah berkata begini pada hidupnya, dia membayangkan Hidupnya seperti Cinderellah, walaupun berfrofesi Pembantu Ibu tiri dan Saudara tirinya. Dia mendapatkan Suami yang kaya Raya bahkan suami seorang pangeran yang ada dikerajaan Itu.

__ADS_1


"Minta Maaf pada suamimu, dan Memohonlah Pada Ibu dan Ayah Mertuamu. jangan Buat Bapak Malu Gisel... Bersyukurlah mereka Mengambilmu saat kau lahir dan Bersyukurlah Kau dibesarkan dikeluarga ini, dan kau harus bersyukur karna kau Tidak korban kebejadan ku" Bapak Pino Berkata Lembut pada Putrinya, dia memang Ingin marah pada Gisel. tapi saat melihat buliran air mata menetes dipelupuk matanya dia mengurungkan niatnya.


Bersambungg


__ADS_2