
Fadil didalam Mobil, dia tidak berhenti henti mendumel tentang Gisel. Dia kesal dengan Gisel yang memasuki Club itu, dia tidak habis pikir dengan pikiran Gisel.
"Udah tau itu Club, tapi tetap Nekat untuk masuk" oceh Fadil didalam hatinya sambil memandang wajah Ayu Gisel yang masih Diam dalam Pandangan Arah Keluar Jendela.
"Ehkm" Deheman Fadil membuat Gisel menatap arahnya.
"Lain Kali, Jangan tidur Di Mobil. Kau mengerti..." gertak Fadil dan dianggukin oleh Gisel. Dia juga Ntah kenapa bisa ketiduran? Mungkin karna Semalaman dia menunggu Fadil diruang sofa
"Tuan... apa anda akan pergi lagi?" tanya Gisel yang sudah keluar dari mobil karna mereka sudah sampai ditujuan yaitu Rumah mewah tempat mereka tinggal
"Bukan urusanmu" ketus Fadil
"Apa Saya akan menunggu Tuan lagi?" tanya Gisel agak takut, jika Kemarahan Fadil down Lagi.
"Tidak Perlu, Aku sekalian akan membelikan perlengkapan sekolah" ucap Fadil sambil melihat ponselnya yang sudah terisi Saldo yang banyak.
"Ehm..." gumam Gisel takut karna dia ingin bertanya lagi
"Apa? Katakan... aku mau pergi, dan pulang besok Malam" ucap Fadil
__ADS_1
"Ehm, Tolong beli juga Beberapa Novel di Toko Buku Tuan..." pinta Gisel, Fadil mendengarnya tapi tidak menghiraukannya dia berjalan menuju mobil dan langsung melajukannya menuju Club Malam itu lagi .
"Jika dia tidak membelikan Novel itu... aku akan kehilangan series Novel....huaa Author Favoriteku. ." gumam Gisel sambil berjalan menuju rumah dengan perasaan berkecamuk.
Gisel Menundukkan Kepalanya dengan Lesu, ada kebimbangan dihatinya. Dia tidak tau lagi mau bilang apa jika Fadil tidak membelikkan Novel sebagai koleksinya!
"Nak, Kau sudan pulang..." sambut Mami Lilis dengan sejuta senyuman
"Mami" sapa Gisel sambil menyalam tangan Mami dengan penuh kehormatan
"Fadil dimana sayang? Bukannya kalian tadi Melakukan Kencan?" tanya Mami dnegan sejuta kekepoaannya
"Hehehe, Kencan ya? Waahhh Tadi kami melakukannya Banyak kencan di Mall! Kami bermain dan bermain. Fadil juga tidak marah karna aku terus bermain" cerita Gisel yang membuat senyuman Mami makin melebar, sedangkan Papi dia Tersenyum kecut.
"Makanlah sayang, Apa Fadil tadi mengajakmu makan siang?" tanya Mami
"Eh,... Tadi Kami Makan di Restoran Sana Mami. Mami tenang aja, Fadil sangat baik padaku"ucap Gisel sambil menggarut garut kepalanya yang tidàk gatal.
"Oh Baguslah, Berarti Anak Mami itu sangat memanjakanmu" ucap Mami lalu menyediakan Lauk Pauk dipring Papi.
__ADS_1
"Kalian akan mulai sekolah, Apa kalian sudah melakukan Hubungan?" tanya Mami dan sukses membuat Gisel tersedang dan terbatuk-batuk
"Uhuk Uhuk..." batuk Gisel lalu mengambil secangkir air dan meminumnya.
"Dia melakukannya dengan kasar" batin Gisel sambil tersenyum sinis.
"Gisel sayang... Mami tadi bertanya lohh" ucap Mami
"Mi... jangan tanyakan Privasi Anak anak Mi. Biarkan mereka menjalani Rumah tangga mereka, Bukannya itu kemauan Mami?" tanya Papi yang mulai membuka bicara
"Tapi Pi..."
"Udah mi, Mami makan aja... biar ada tenaga layani Papi" nakal Papi membuat Gisel menggeleng geleng dan Mami menahan Malu
...
Setelah menyelesaikan Makan, Pelayan atau Ibu Gisel membantu membersihkan semua peralatan Makanan. Sedangkan Gisel dia kembali kekamar dan merbahkan dirinya di Kasur yang penuh empuk itu.
"Kasurnya empukk, Ahhh... Aku pengen tidur disini sepanjang hari hanya bersama kedamaian" gumam Gisel sambil mebolak balikkan badannya dengan penuh kesenangan
__ADS_1
"Ehh dia kan gak pulang hari ini, Uhhh kesempatan yang sangat menguntungkan" teriak Batin Gisel dengan penuh kebahagiaan
Bersambunggg