
Rencana Tuhan tak pernah ada yang tau
Semua telah digaris kan kepada setiap umatnya bahkan sebelum kau terlahir di dunia ini.
Kita sebagai manusia hanya bisa bersyukur atas apa yang Tuhan berikan. Namun disaat duka melanda jangan pernah salahkan Tuhan atas apa yang menimpa mu, karna hanya Tuhan lah yang tau akan baik dan buruknya untuk dirimu.
Suasana pagi ini sangat lah cerah , mentari sudah tak malu malu lagi untuk menampakkan sinarnya.
Namun lain halnya dengan suasana di ruang keluarga kediaman keluarga Sanjaya itu. Hawa mencekam, panas dingin terasa, udara terasa begitu sulit untuk di hirup. Sorot tatapan tajam seorang ayah kini seolah olah siap menerkam anaknya kapan saja.
" Kau, tak boleh egois Zi, Pikirkan anak anakmu! " Ucap Jaka kepada sang Putra yang kini tengah terduduk dihadapnya dengan wajah yang kusut.
" Tak ada salahnya " Ucap Jaka lagi
" Iya nak, ini demi kebaikan kamu dan anak anakmu. Bagaimana pun, Ia membutuhkan kasih sayang seorang ibu. Walaupun ada mama nenek nya disini itu tidaklah bisa mencukupi kebutuhan nya Nak " Ujar Wina panjang lebar.
Kanapa aku harus disituasi seperti ini lagi , dipaksa menikah dengan orang yang sama sekali tidak aku cintai
Andai kamu masih disini Din, setidaknya aku tidak akan ada disposisi sepertiini, anak kita juga tidak akan kekurangan kasih sayang seorang ibu
Flassback on
Waktu sudah menunjukkan pukul 11.30 namun seorang wanita nampak gelisah dalam tidurnya . Keringat bercucuran memenuhi dahinya. Sesekali ia juga meringis kesakitan pada perut buncitnya. Nafasnya ter-engah engahh.
" Argghhh,, sa-kit " Rintih wanita itu.
Di rogohnya benda pipih miliknya untuk menghubungi seseorang. Beberapa kali ia coba namun hasilnya tetap nihil. Hanya jawaban dari operator yang mengatakan nomor sedang sibuk.
" Sa-kit, akhhh" Rintihnya lagi.
Wanita itu coba bangkit dari tempat tidur, dengan tubuhnya yang lemah. Cukup sulit memeng ia melakukan nya ,dengan menahansakit yang teramat dibagian perut.
Brukkk
Nasib baik tak memihak dirinya. Wanita itu terjatuh tertelungkup ke lantai, sakit di perutnya semakin mejadi. Darah nampak mengalir disela sela kedua kakinya , namun apa lah daya Dia hnya sendirian dirumah tak ada pelayan sama sekali sungguh kebetulan yang sangat menyakitkan bertepatan dengan para pelayan yang mengambil cuti kerja, Di tambah lagi sang suami belum menampakkan dirinya.
"Kejam" mungkin itu lah satu kata yang teoat bagi suami yang meninggalkan istrinya hamil tua sendiri an dirumah seperti itu.
" Sa-kit,,, tolongggggg" Teriak nya sekencang kencangnya, berharap dewi fortuna memihaknya.
__ADS_1
" Pe-perut ku,, hikss,,,, argggg,, arggghh" Rintihnya yang tak bisa lagi menahan sakit yang teramat. Darah segar semakin deras mengalir membasahi dreas tidur sang wanita.
Kesadaran sang wanita mulai menurun, penggelihatan nya mulai meredup, dengan perlahan matanya mulai menutup.
Dan setelah beberapa lama, suara pintu kamar nampak terbuka.
" Adindaaaaa" Teriak Zidan sang suami dari perempuan yang mengalami nasib yang cukup buruk itu.
Mata Zidan membulat, melihat istrinya dengan keadaan yang sangat mengkhawatirkan, berlumur darah dibagian bawah. Muka cantik itu nampak memucat dengan peluh keringat di sekujur wajahnya.
Dengan tergesa gesa ia membopong tubuh lemas istrinya.Zidan memacu mobil mewah nya dengan kecepatan di atas rata rata. Rasa bersalah mengrogoti dirinya. Zidan merutuki dirinya sendiri yang telah lalai menjaga sang istri yang tengah mengandung calon buah hatinya tersebut.
.
.
Zidan nampak frustrasi memikirkan keadaan istri dan calon anak nya yang sedang ditangani dengan dokter di dalam ruang operasi. Satu jam berlalu akhir nya pintu terbuka menandakan operasi telah berakhir.
" Bagaimana Dok? Bagaimana keadaan keduanya? " Tanya Zidan dengan cemas.
" Anak anak anda selamat " Ucap Dokter laki laki tersebut.
" Alhamdulillah, anak ku" Ucap Zidan dengan meneteskan air matanya.
" Tapi apa dokter cepat katakan" Ucap Zidan berteriak
" Istri anda tidak selamat setelah melahirkan anak anda karena telalu banyak mengeluarkan darah" Ucap Dokter itu.
DeG!
Tidak, Tidak, ini Tidak mungkin. Gunam Zidan dalam hati.
Flassback off
" Aku akan pikirkan " Ucap Zidan lalu beranjak dari duduknya. Zidan menaiki tangga untuk menuju lantai dua lebih tepat nya menuju kekamar anak anaknya.
Clekkkk
Pintu terbuka Zidan melihat dua sosok malaikat kecilnya yang tengah terlelap di box bayi yang cukup berrukuran besar itu. Satu jagoan dan satu princess hidup Zidan yang masih belum genap berusia dua hari.
__ADS_1
Zidan melangkah kan kaki pelan menuju box anaknya. Senyum terukir indah dibibir sexy Zidan.
" Sayang " Panggil Zidan dengan lembut dan lirih pada dua bayi yang tengah terlelap.
Diusapnya pipi mulus kedua bayi itu, setetes air mata pun jatuh membasahi pipi Zidan.
" Sayang apa kalian membutuhkan seorang ibu? " Tanya Zidan dengan tersenyum getir pada kedua bayinya.
"Apakah kasih sayang Dady nantinya kurang untuk kalian? "Tanya Zidan lagi. Walau mustahil bayi berusia dua hari dapat menjawab pertanyaan tapi Zidan terus saja menanyakan hal itu bada kedua bayi itu.
" Bulan Putri Sanjaya, Putri Daddy " Ucap Zidan sambil mengecup pelan pipi mulus yang masih berwarna kemerahan merahan itu.
" Bintang Putra Sanjaya, Putra Daddy" Ucap Zidan yang sudah beralih mengecup pipi putranya itu.
" Daddy, akan lakukan apapun untuk kebahagiaan kalian,apapun itu baby " Ucap Zidan dengan tersenyum.
****
Malam harinya dimeja makan keluarga Sanjaya,
" Ma,Pa Zi-Zidan akan menikah Zilfi " Ucap Zodan dengan tertunduk wajahnya.
Kedua orangtua paruh baya itu tersenyum mendengar perkataan ayah muda itu.
" Kamu serius ka. Nak? " Tanya Wina
" Serius Ma, aku nggak akan biarin anak anak aku kekurangan kasih sayang orang tua nya " Ucap Zidan.
" Bagus, Nak papa bangga dengan mu " Ucap Jaka dengan bangga pada putranya.
" Besok kita akan melamar nya " Ucap Jaka dengan tegas.
____________________________________
Kebahagiaan orang tua yaitu disaat dia berhasil membahagiakan anak anaknya, tak peduli dengan keadaan nya sendiri susah ataupun sedih itu semua hal belakangan .
__________________________________
Jangan lupa like vote comnet
__ADS_1
Dan mampir juga ke novel ku
" Garis Takdir Adeeva"