
Gisel melangkahkan Kakinya Menuju Rumah, dia tidak meperdulikan perkataan Fadil apalagi Fadil yang seenak jidat meninggalkan Dirinya ditengah Jalan dan Mencumbu Seorang Wanita tepat dimatanya. Seharusnya Dia menghargainya sebagai seorang istri, jangan suka Membuat Orang sakit Hati.
"Jawab Aku" Bentak Fadil
"Lepaskan tuan, aku Lelah" Ucap Gisel
Fadil Mendorong Tubuh Gisel dengan Kasar, dia menyudutkan Tubuh Gisel ditembok tembok,dia mengunci Tubuh Gisel dan melancarkan Aksinya, dia mencumbu Gisel dengan ke Agresifannya.
Gisel tidak Memberontak sama Sekali, dia bahkan Ingin sekali Mencakar wajah Fadil. Tapi apa daya dia, dia hanya seorang wanita malang yang tinggal dirumah Fadil. Berstatus seorang Istri, tapi perlakuan seperti Pelayan khusus buat Fadil Seorang
"Huh Huh..." Gisel Menghirup Udara dengan Bebas saat Fadil melepaskan dirinya
"Ini Hukuman Buatmu, Cepat Bereskan Barang-barangmu. Kita akan pergi hari ini, jangan membuatku Menunggu" Fadil menajamkan Matanya Membuat Gisel Bergedik Ngeri.
Yola yang mengantar Toni di Rumahnya, karna ini adalah suatu kebiasaan Yola. Toni yang selama perjalanan tidak habis-habisnya Mendumel tentang Gisel, apalah Daya Yola, kupingnya menjadi sasaran Empuk dari Ocehan si Pria Toni Ini.
"Sudah sampai" lega Yola
__ADS_1
"Cepat Turun" Yola menatap Tajam Sahabatnya membuat Toni Mengedipkan Matanya,dam seketika Yola ingin Muntah Melihat Kedipan Toni.
"Ingat Rencana yang aku sebutkan Tadi" Teriak Toni saat Yola sudah Menjauh keluar dari Gerbang Keluarga Brijaya.
"Siapa Ton" Wanita cantik, Kulit Putih dan Rambut yang Teurai Panjang Dengan warna Hitam Pekat, keluar dengan Dress Anggun, walaupun dirumah Saja. Sudah menjadi kebiasaan seorang wanita cantik ini untuk memakai pakaian Cantik ini.
"Kak Ananda, itu Kak Teman Toni" Toni Menyalam Tangan Kak Ananda sang Kakak Antoni
"Oh, Si Yola." Ujar Ananda dan dianggukin Toni
"Kak"
"Papa? Mama? Mobil?"
"Papa dan Mama sedang pergi keluar Negeri, ayo Makan, kakak sudah menyiapkan makanan buatmu" Ananda Tersenyum lebar itu adalah sudah menjadi kebiasaan dirinya.
Toni sangat menganggumi sang Kakak,dia tau Kak Ananda adalah Jelmaan Dewi sama Seperti Gisel.
__ADS_1
Antoni berteman dengan Gisel hanya karna sifat, wajah dan karakter Gisel sama dengan Kakaknya yaitu Ananda.
"Teman kamu yang kamu ceritakan satu lagi kemana? Kok gak pernah kamu bawa kesini" tanya Kak Ananda di Sela sela Makan
"Eh itu... Dia sibuk kak. Dia pekerja ART dirumah keluarga IBANEZ" Ujar Toni dan Kak Ananda Hanya mengangguk mengerti.
"Eh sayang, kok baru pulang? Suami kamu Nungguin lohh!" Mami Lilis memeluk Gisel dengan Hangat, Gisel hanya Terpaku dan tidak membalasnya.
"Mami sudah Mengirim Barang-barang kalian semua, dan Mami sudah mendesain Rumah kalian sesuai Selera Mami. Semoga kalian suka, Pergi gih,kalian Ke Apartement Baru kalian" ucap Mami dan disenyumin Gisel .
"Fadil, sesekali Bawa Gisel Menemui Mami. Eh, Ralat... harus Setiap hari kalian Berkunjung kesini, kalau tidak... awas kamu anak Nakal. Dan ingat Fadil, Gisel masih sekolah, jangan buat dia Hamil dulu... tahan Dirimu" Peringatan Mami Lilis kepada Fadil membuat Fadil Menganggukkan kepalanya.
Gisel Melangkahkan Kaki Menuju Ruang Dapur, dia Mengendap endap Untuk Mengejutkan sang Ibunya. Sungguh Kebiasaan Yang sangat menyenangkan pikir Gisel
"Dorr" Gisel Mengejutkan Sang Ibu dengan Sifat kekanakkanakannya.
"Ibu Hanya Tersenyum menyambut kedatangan Gisel, dan memeluk Gisel."
__ADS_1
"Semoga kmu Bahagia selalu Nak, ingat Pesan Ibu... " Ibu Memberi Colekan Dihidung Gisel membuat Gisel Tertawa
Bersambungg