
"Selamat Pagi Mami.. Papi ... Fedil..Bu Mertua" sapa Fadil dengan senyum melebar, Dan semua orang terkejut dengan kesenyuman Yang tidak biasa terukir dibibir indah Fedil.
"Apa kau keserupan kak?" tanya Fedil dengan memegang wajah Fadil dan langsung dibantai oleh Pukulan Fadil.
"Jangan macam-macam Fed... Aku bahagia karna akhirnya kau berangkat juga pulang" ucap Fadil
"Aku pulang hanya untuk kelulusanku, dan aku akan mengambil kuliah di Indonesia" ucap Fedil
"Tidak sayang, Mami sudah mendaftarkanmu Kuliah di Negara Papimu, nanti kau akan tinggal bersama Sepupumu" ucap Mami Lilis sambil Menyuapkan nasi kedalam mulutnya.
"Tapi Mami, Fed gak mau lagi jauh dari Mami dan Papi." ucap Fedil dengan Gaya merengeknya
"Eh, Istrimu dimana Fadil?"tanya Papi tiba tiba karna dia yakin akan ada keributan anatara Mami Lilis dan Fedil.
"Aku disini Tuan eh maksudku Papi, Aku tadi hanya mandi sebentar" ucap Gisel lalu duduk dihadapan Fadil sang Suami.
__ADS_1
Fadil hanya acuh sama perkataan Gisel, yang terpenting buatnya adalah, Gisel tidak bisa macam macam dan berbuat seenak jidat tanpa sepengatuhannya.
"Mami Lupa dengan kamu sayang, maafin Mami. Mami jadi makan diluan deh tanpa mengajakmu" ucap Mami sambil membelai rambut Gisel
Gisel hanya menampilkan senyum tulusnya, Dia benar benar melihat ketulusan muncul dimata sang Mami.
"Aku menyayangimu Nyonya..."batin Gisel lalu menyyendokkan Nasinya kepiring miliknya sendiri.
"Fadil..Antarkan saudara kembarmu ini. Mami dan Papi nanti pergi kekantor.. Jangan Biarkan dia gagal menaiki pesawatnya seperti Tahun yang lalu" ucap Mami dengan tegas dan dianggukin oleh Fadil.
"Kau juga Fedil... Papimu sudah mengirim uang banyak buat kebutuhannmu dinegara Pendidikanmu. Gunakan uang itu sesuai kebutuhannmu, jika kurang Hubungi Mami saja. Oke sayang" ucap Mami lagi dan diiyakan oleh Fedil.
Didalam ruang makan mereka berbincang-bincang sambil menikmati Makanan Mereka. Mereka membahas bahas tentang Kejadian Masa Lalu yang tidak Gisel ketahui dan itu sekedar percakapan mereka.
Setelah menyelesaikan makanan mereka, Mami dan Papi sudah pergi karna adanya sebuah urusan. sedangkan Gisel, Fadil dan Fedil mereka pergi menuju Bandara lebib awal. Karna setahun dulu, Fedil Lupa akan waktu sehingga dia ketinggalan Pesawat. Jadi agar kejadian itu tidak lagi terulang, Mereka Berangkat lebih Awal agar bisa menunggu Di Bandara saja.
__ADS_1
"Terimah kasih Kak atas kesedianmu mengantarku" ucap Fedil memeluk Fadil sang saudara kembarnya. Ffadil hanya menerima pelukan itu tanpa harus membalas, dia hanya bisa terdiam.
"Gisel aku pergi dulu...jaga dirimu baik baik oke! Jika kalian sudah berserai , tunggu aku ya Janda Muda. Aku akan langsung menikahimu walaupun kau hamil atau tidak perawan lagi" ucap Fedil terkekeh lalu memeluk Gisel dengan penuh dramatis.
"Tunggu aku oke! Jaga kakak, Mami dan Papiku" ucap Fedil lalu menarik Kopernya.
"Cengeng sekali" Ucap Fadil tiba tiba dan hal itu membuat Gisel terkejut
"Ayo pulang? Mau disitu hah? Kamu pikir ada Angkot yang lewat dibandara ini?" bentak Fadil membuat gisel terburu buru memasuki Mobil lalu terdiam dan menikmati peerjalanan panjang itu.
"Ehkm, Kita akan pindah" ucap Fadil ditengah tengah Saat mobil berhenti karna lampu merah .
"Pindah kemana Tuan? Bukannya Tuan belum kerja?" tanya Gisel tapi didiamkan oleh Fadil
Bersambungg
__ADS_1