
"Sayang...Bangun..."pekik Nyonya Lilis dengan menepuk nepuk Pipi Menantunya itu yang tidur disofa.
Fedil yang melihat Gisel tertidur Di Sofa dengan kecepatan dia berlalari menuju Kamar Gisel atau Kamar Fadil sang Saudara Kembarnya untuk memastikan kecurigaannya.
"Fedil? ada gerangan apa kau datang kesini?" tanya Fadil Dengan nada santainya
"Kau sudah pulang?" tanya Fedil dengan wajah terkejut dan hal itu membuat Fadil tertawa sinis.
"Kau berharap aku tidak pulang? agar kau bisa mendekati istriku yang statusnya menjadi Nyonya Muda yang paling Tua dirumah ini?" tanya Fadil membuat Fedil terdiam.
Bukan itu maksudnya, Maksud Fedil datang kekamar Fadil agar memastikan kecurigaannya Yang Melihat Gisel menunggu sepanjang malam.
"Berarti Gisel Menonton sepanjang Malam" lirih Fedil tapi masih didengar oleh Fadil.
"Aku Mau mandi, apa masih ada urusan yang lain?" tanya Fadil dan digelengkan oleh Fedil.
"Apa? Ahh lupakan. mungkin kebiasaan Gisel sekarang hanya menonton dan menonton" pekik Fedil lalu turun Kebawah.
...
"Mandilah sayang, Kenapa kau tidur disini semalaman? padahal Fadil tidur dikamarnya?" ucap Mami dengan mengikat rambut Gisel yang Tergerai dengan acak acakan.
"Fadil dikamar?" tanya Gisel memastikan jika pendengaranya benar atau tidak.
__ADS_1
"Iya sayang... Apa kau menunggu suamimu semalaman?" tanya Mami dan tepat Fedil hadir dengan wajah tampannya apalagi pakaian yang sudah rapi bersih.
"Tidak Mami, aku tadi menonton Drakor Favoriteku" ucap Afyani membuat Mami Lilis tertawa mendengarnya.
"Mami juga suka dengan Drakor, kenapa kamu tidak mengajak Mami untuk menemanimu menonton?" tanya Mami dan digelengkan oleh Gisel dia tidak tau mau jawab apalagi.
"Mami, sarapan sudah siap" ucap Fedil dan dianggukin oleh Mami
"Mandilah sayang..." perintah Mami dan dianggukin Gisel
...
"Apa Tidurmu Nyenyak Istriku sayang" pekik Fadil yang sudah rapi dengan Kaos Oblong Apalagi rambutnya yang basah dapat memancarkan Aura Ketampanannya.
"Hahahaha, membangunkanmu? maksudmu aku tidur denganmu seranjang?" pekik Fadil membuat Gisel terdiam
"Jangan Mimpi, kau pembantu dan kau harus tau diri" ucap Fadil lagi lalu meninggalkan Gisel yang terdiam seribu bahasa.
"Syukurlah dia tidak menendangku" gembira Gisel karna dia hanya mendapatkan omelan singkat dari Fadil.
"Tapi kenapa aku tidak menyadari kedatangannya ya? padahal aku menunggunya?" tanya Gisel dalam hatinya.
Flashback On
__ADS_1
"Aku sudah mengantukk sekali" gumam Gisel lalu mematikan Televisi
Dan mengambil sejumlah Buku untuk dia baca.
"Hoammm" Gisel yang memutuskan untuk tidur sebentar dan Ketika dia mendengar sesuatu dia harus bangun.Dia memejamkan Matanya dan Terhanyut dalam Mimpinya.
Deengkuran Halus menggema diseisi Rumah yaitu Dengkuran Gisel yang menandakan jika Gisel sudah terlelap dengan tidurnya.
"Selamat malam Tuan Fadil" sapa Satpam itu tapi tidak dihiraukan Oleh Fadil.
"Tuan Fadil tidak akan pernah berubah, Menikah gak menikah sifatnua tetap sama. tidak ada yang berubah dalam dirinya" batin Satpam itu lalu melanjutkan tugasnya yaitu Ronda Malam.
Ceklek
Fadil memiliki Kunci Cadangan Rumah Utama, dia sengaja Membuat kunci itu agar dia leluasa pulang kerumah itu ditengah malam.
"Krukkk Fiyuhhh" Dengkuran halus Gisel membuat langkah kaki Fadil terhenti. Dia Melihat sekilas Gisel yang meringkuk disofa, dia sama sekali tidak memiliki niatan untuk membangunkan Gisel karna dia takut akan Merusak Tidur Gisel.
"Dasar Gadis Bodoh, Dia menungguku. Hahaha Mungkin dia menjalankan tugasnya" pekik fadil
Bersambung
Annyeong cinghuuuđ
__ADS_1