HARGAI AKU SEBAGAI ISTRIMU

HARGAI AKU SEBAGAI ISTRIMU
Bab 18


__ADS_3

Fadil dengan wajah Sedu karna kelehan Menyenangi Tubuhnya memuasķan para wanita dengan keagresifannya membuat dia kewalahan Untuk Melepaskan diri, walaupun dia suka dengan tingkah wanita seperti itu.


Fadil melihat kearah Gisel yang tertidur pulas di Kasur miliknya, dia mengerutkan dahinya seperti tidak biasanya.


"Berani"Beraninya dirinya meniduri Milikku" geram Fadil lalu memukul keras Bahu Gisel dan dengan terbata bata Gisel melihat kearah seseorang yang berani Memabngunkan dirinya Dan Degg... Sang pemilik Kasur sudah kembali . Gumam Gisel yang merutuki kebodohannya.


"Eh Tuan, Kau sudah pulang.." Ujar Gisel lalu Merangkak Untuk menjauh dari Kasur empuk itu.


"Enak sekali kau tidur di tempat milikku bodoh!" Decih Fadil


""Ini sudah malam tidurlah, aku malas berdebat denganmu... Apa kau sudah mengatakan Pada Mami semua yang aku katakan padamu tadi siang?" tanya Fadil dan digelengkan Gisel dengan ketakutan


"Saya tidak berani Mengatakannnya, Mami pasti kecewa" Ujar Gisel dengan menundukkan kepalanya.


"Ck" decih Fadil sambil mengacak acak rambutnya.


"Kenapa kau tidak mengatakannya?" tanya Fadil

__ADS_1


"Aku tidak memiliki keberanian tuan, Tuan kan yang meminta Untuk pindah.. Jadi Tuan saja yang meminta izin pada Mami dan Papi" ucap Gisel membuat Fadil menatapnya dengan tatapan membunuh


"Stop panggil dia Mami dan Papi dihadapanku apalagi kita hanya berdua, Aku benci kau memanggil Mami dan Papi ku dengan Panggilan yang aku sebutkan." ujar Fadil lalu Berbaring dikasur yang empuk yang sempat ditiduri oleh Gisel


"ehm tuan...


"Apa lagi hah? Ini sudah malam besok lagi kita bicarakan. Tidurlah, Jika kau tidak mau tidur... pergi sana, jangan menggangguku" Ucap Fadil membuat Gisel terdiam dan menuruti perkataan Fadil dan tertidur Di Sofa yang agak Nyaman yang Penuh dengan keempukan. Mungkin Sofa mahal kali ya!


...


Gisel terbangun, Dia melihat kearah Jam dan Jam sudah menunjukkan Pukul 6 Pagi. Hari ini adalah Hari minggu dan besok dia akan melakukan sekolah lagi.


"Selamat Pagi Mami" sapa Gisel dan disenyumkan oleh Mami dengan sejuta senyumnya


"Suami kamu mana sayang? Belum turun juga?" tanya Mami membuat Gisel tersadar jika dia melupakan Fadil sang Suami.


"Aku bangunkan dulu ya Mi, Mami sarapan aja diluan" ucap Gisel lalu melangkahkan kaki menuju Kamar

__ADS_1


"Ceklek..


"Baru ingat kamu membangunkan ku" tatapan tajam Fadil membuat Gisel menelan ludahnya dengan kasar


"Jika tidak mampu menjadi seorang istri, cepat urus surat perpisahan" Geram Fadil yang sudah Kembali mood sisi kejamnya .


Gisel menundukkan kepalanya tanpa banyak tanya jawab, dia mengikuti langkah kaki Fadil yang sudah rapi dengan balùtan Hoodie coklat, dan disuguhkan oleh Celana Pendek levis yang Menampilkan Aura ketampannannya


"Morning Mami, Morning Papi" Sapa Fadil lalu mencium Pipi Maminya seperti kebiasaannya


"Dimana istrimu?" tanya Mami


"Eh, aku disini Mami" ucap Gisel


"Kenapa belum berganti? Setelah sarapan kamu mandi, Mami akan membelikan seragam Yang baru buat kamu . Mulai besok kalian Akan mulai sekolah kan? Dan kau Fadil, Papi sudah Memberikan Sejumlah uang besar padamu untuk membelikkan peralatan sekolah! Apa kau sudab membelinya?" Tanya Mami


"Sudah mami, Fadil titipkan sama Hary. Tenang aja" Ucap Fadil acuh dan fokus memakan Sarapannya

__ADS_1


"Duduklah sayang, Nanti mami akan mengenalkanmu dengan teman arisan Mami" ucap Mami dengan lembut dan disenyumkan oleh Gisel dan menikmati sarapan paginya yang dia buat pagi jam 6 tadi.


Bersambungg


__ADS_2