HARGAI AKU SEBAGAI ISTRIMU

HARGAI AKU SEBAGAI ISTRIMU
Bab 20


__ADS_3

"Menantumu sangat Luar Biasa Jeng" Jawab Seorang Mama Cantik yang sama-sama cantiknya seperti Mami, Ibu Mertuaku.


"Iya dong, Fadil Anakku sangat beruntung Memilikinya..." Ucap Mami dengan Baangganya


"Keenapa tidak mengundang Kami Jeng? Apa kamu sudah lupa dengan Kami Lilis?" Tanya Mama Cantik itu


"Heheh ini kan Privat Jeng, Jangan beritahu yang Lain Oke! Jaga rahasia, Anggap aja Ini Keponakan Ku. Gisel sayang, Mami gak apa apa kan dipesta ini nganggep kamu sebagai Keponakan Mami dulu?" Tanya Mami dengan wajah yang tulus


Gisel mengangguk dan itu mempertandakan Bahwa dia setuju dengan Usulàn Mami.


Mami merayakan Arisan Mami dengan mewah, Mungkin Teman Mami itu yang Menang, makanya arisannya diadakan besar-besaran.


Gisèl merasakan Minder didekat para Ibu Ibu yang sudah Tua tapi wajahnya tidak menunjukkan Ketuan Di Raut wajah mereka.


Gisel Duduk Didekat Pohon Besar yang menjulang tinggi didekat perempatan Parkiran Mobil Mewah, Dia menggesek gesekkan kaki ke Tanah itu, karna perasaan Malasnya Untuk Berbincang dengan Kaum Ibu tua tapi Masih Muda.


"Gisel" Sapa Seorang Wanita yang Tingginya sama dengan Gisel.


"Yola" Sapa Gisel lalu memeluk Tubuh Yola dengan Hangat.


Yola adalah Temab seangkatannya, Yaitu Jurusan IPA kalau Boleh dikatakan Yola Teman sekelas Gisel.


"Hari Senin kita sudah mulai Sekolah dan disitu Aku akan melepaskan kerinduanku, Eh Ternyata Kamu disini, Jadi disini deh Melepaskan Kerinduan yang aku pendam" Yola kembali Memeluk Gisel

__ADS_1


"Lebay Yol.. Lebay..." Kekeh Gisel


"Ngapain disini Yol?" Tanya Gisel yang memulai Perbincangan


"Mau Jemput Mama Arisan, Eh taunya aku lihat Kamu Gisel. Kamu Ngapain disini? Nyonyamu yang Pernah kamu cerita lagi Arisan?" Yola Membalikkan Tubuhnya menghadap Gisel


"Eh Iya, Mami Sedang Arisan dan dia ajak Aku" Gisel menjawab dengan santainya


"Eh, Kok Mami? Tumben tumbenan Gisel Manggil Nyonya Rumahnya Mami? Ada angin apa Lu!" Yola Bertanya sambil memicingkan Matanya Mengitimidasi Gisel.


"Eh,aku merasa tidak enak hati pada Nyonya. Dia sudah memperlakukanku sebagai Putrinya, dan aku malah mengecewakannya! Jadi sebagai tanda permintaamaafan ku Mami pengen aku juga memanggilnya Mami" Bohong Gisel


"Oh" Yola Mengangguk Berohria


Jam Menunjukkan Pukul 21:00, Para Ibu Ibu Arisan memasuki Mobil jemputan Mereka, Yola dan Gisel yang masih asik bercerita sampai melupakan diri bahwa mereka sedang menunggu Ibu mertua dan Ibu Kandungnya .


"Rupanya Kamu disini" Kesal Fadil dengan menatap tajam kearah Gisel dan Yola


"Fadil, Jangan menatapnya seperti itu... menyeramkan" Ngeri Yola


Fadil tidaak menghiraukan perkataan Yola, dia menarik tangan Gisel.


"Ayo Pulang... jangan membantahhh" Tekan Fadil sambil mencengkram tangan Gisel dengan kuat, Gisel meringis sambil Menahan air matanya yang jatuh

__ADS_1


Bughhh


Yola menarik tangan Gisel lalu mengusapnya dengan pelan.


"Hargai wanita Fadil... Jangan perlakukan Gisel seperti Budakmu.. aku tau Dia pembantu dirumah kalian, Tapi hargai dia sebagai wanita...Kau bisa melakukan Hal kemerasan dengan Orang lain, Tapi tidak dengan dia" Kesal Yola


"Yola .."Lirih Gisel, Dia tidak dnak hati karna Yola sangat barbar sampai berani Memukul Fadil


"Astaga Yolla...Mama sudah Bilang, Jaga sikapmu" Kesal Mama Yola


"Maaf Jeng, Sikap anakku itu sangat keterlaluan." Ucap Mama Yola tidak enak hati karna sikap anaknya yang seperti laki-laki


"Sudahlah ma... dia memang...Hmpftttt" Gisel menutup Mulut Yola dengan kedua tangannya


"Gisel" Kesal Yola


"Ada apa Sayang? Kenapa Kamu membiarkan Suamimu dikerjain sama Teman kamu hem? ada msalah apa? Jika kalian ingin bermain-main? Tidak begini caranya" Mami Lilis mendekat Kearah Fadil


"Hah Menikah?" Yola menatap Gisel dengan mengitimidasikan. Gisel yang ditatap merasakan kegugupan dihatinya.


Bersambungg


MAAFIN AUTHOR YANG JARANG UP... AUTHOR SEDANG MEMPERSIAPKAN DIRI UNTUK UJIAN, MAAFIN YA SEMUANYA. DAN TERIMA KASIH YANG SSETIA MENUNGGU CERITA AUTHOR.

__ADS_1


__ADS_2