
Gisel menatap kearah Jam, Jam menunjukkan Pukul 11 Malam.
Dia mondar mandir hanya menunggu kedatangan Sang Suami. Dia takut jika dia tidur diluan, Maka bisa saja Fadil marah dan akan menendang dia lagi seperti Malam Pengantin Mereka
"Aku mengantuk sekali" gumam Gisel sambil mengucek ucek matanya yang berair karna kerjaannya cuman menonton televisi dan Membaca Baca Buku SMA Sewaktu dia Kelas 2.
Saat Gisel ingin memutar Siaran Lain, Dia mendengar suara Gerbang yang sudah terbuka dan menandakan Ada penghuni Rumah yang akan masuk.
Dengan Bergegas Gisel Membuka Pintu Utama, Dia berharap Fadillah yang Pulang. dia sangat mengantuk sekali dia tidak bisa menahan Mata terbuka hanya menunggu Fadil dia ingin sekali tidur dan Memimpikan Keindahan walaupun mimpi itu tidaj nyata.
Dan Degg
Bukannya Fadil Yang Pulang, Tetapi Fedillah yang pulang.
"Fedil" lirih Afyani lalu menundukkan Wajahnya.
Fedil Belum sadar penuh akan keberadaan Gisel yang membukkakan Pintu. Dia hanya mendengar suara Gisel, lalu mencari keberadaan suaranya dan dia sadar jika Gisel berada didepannya. Dia menatap wajah Gisel dengan sangat Tajam.
"Kenapa belum tidur Gis? Ada apa?" tanya Fedil dengan suara berat. dia Sangat mengantuk... Dia menghabiskan sepanjang Waktu bersama teman teman lamanya karna besok dia akan berangkat pulanh untuk menempuh pendidikannya yang sudah dia tinggalin.
__ADS_1
"ehm, Lagi Nungguin Filim kesukaan Fed" ucap Gisel dengan menunjukkan kebohongan. Dia takut Jujur...
Jika dia Jujur, Pasti Fedil akan mengadu kepada Mertuanya itu dan jika Mertuanya marah, Bisa saja Gisel yang disalahkan.
"Filim apa Gis? Tumben Kamu Menonton Televisi. Biasanya Kamu gak pernah nonton!"ucap Fedil dia merasa curiga dengan kebiasaan Gisel, dann kenapa Gisel Malah membukakan pintu? Bukannya Menonton!! Fedil akan Memainkan Kata katanya hanya ingin membongkar kebohongan Gisel. Dia ingin Gisel Jujur kepadanya tentang permasalahannya.
Gisel yang mendengarnya dia sempat terdiam, Dia bingung mau bicara apalagi. apa dia akan berbohong lagi? Jika dia terus terusan berbohong maka dosanya akan Bertambah banyak, Tapi dia tidak punya Pilihan Lain Selain Berbohong.
"Mas Fedil kan selama ini Keluar Kota. Ehm aku sudah menyukai menonton dan aku menonton semua drama drama yang terkenal bahkan filim Favoriteku yang sering aku tonton Love Alarm. kan kebiasaan orangkan akan berubah Ubah menurut jangka Waktu dan Mood Hidupnya" Ucap Gisel lagi dia memutuskan untuk terus Berbohong dia tidak ingin Fedil terus terusan bertanya.
Dia sudah berjanji pada Ibunya, Dia akan menjadi Istri yang baik dan tidak mengumbarkan Masalah rumah tangganya kepada orang lain.
"Oh Iya, Hmm baiklah. Kak Fadil udah pulang?" tanya Fedil dengan memicingkan Matanya dia ingin mengitrogasikan Gisel. Apa jangan jangan Gisel menunggu Kak Fadil? Ya Pasti dia Bermain lagi dengan cewek lain.
"Ehm, dia udah dikama'r
"sedang tidur....." ujar Gisel dengan suara Lirih, Dia berbohong dan dia takut ketahuan dengan Fedil. apalagi Fedil menatapnya dengan penuh kecurigaan. Fedil yang mendengarnya dia menghela nafas dalam dalam. Dia melihat Mata Gisel yang menunduk, Benar Gìsel menunggu Kakaknya. Jadi Gisel menjalani Tanggung jawabnya sebagai seorang Istri. dan karna itu membuat Fedil merasakan Sakit luar biasa dihatinya.
"Benarkah? lalu kenapa Kamu tidak menemaninya?" tanya Fedil lagi membuat Gisel menutup Mulutnya. dia takut keceplosan, karna setiap kali dia berbicara dengan Fedil, dia akan keceplosan.
__ADS_1
"Aku...Aku...Akukan, sudah bilang kalau aku menunnggu filim kesukaanku. Lebih baik kau istrirahat dulu.. besok kamu kan sudah berangkat" Ucap Gisel dengan suara lantang.
"Gisel... Gisel... Kamu telah dihianati oleh Kak Fadil. tapi kamu tidak tau itu... Tunggu aku Gis... jika dia masih menyakitimu Selama aku Diluar Negeri aku akan mengambilmu darinya, itu janjiku gis" batin Fedil lalu meninggalkan Gisel yang menatap Kearah Luar dengan penuh kehampaan.
"Apa Aku harus terus terusan berbohong? Kuatkanlah aku Ya Allah... Aku Memohon.. aku meminta Engkau memberikannku kekuatan" batin Gisel lalu kembali duduk Di Sofa dalam keadaan Tv Menyala.
Dia ingin sekali Menelepon Fadil, Tapi dia tidak memiliki Ponsel untuk menghubunginya.
.....
Gisel menunggu Fadil dengan kegigihannya, Sedangkan Fadil dia menikmati kesenangannya bersama Orang Orang Bayarannya.
Bersambungg
Hayy😂
Dukung Author ya.. Komen dong....
Hei Ayolah Admin Noveltoon😣Izinkan..
__ADS_1
aku udah capek nulis tapi Ditolakk...
author tadi udah up jam 2 siang... tapi reviewnya lama... terus ditolak mulu.. ih Author jadi Galau sama Pihak Noveltoon😥