
Pagi hari telah tiba , sang mentari telah memancarkan kehangatan. Hari ini merupakan hari libur , karna itulah Zidan menghabiskan waktu nya di rumah bermaian bersama kedua buah hatinya.
Dengan kaos berwarna abu abu polos serta celana pendek setinggi lutut berwarna hitam Zidan nampak terlihat begitu muda walau telah di karuniai dua buah malaikat kecil.
.
Kini papa muda itu tengah menikmati pagi nya di taman belakang kediaman mewah nya. Duduk di kursi kayu dengan satu buah stroler gandeng di hadapannya. Bintang dan Bulan nampak bertelanjang dengan hanya memakai popok serta sebuah kaca mata pada matanya. Kedua bayi kecil yang belum genap berusia dua bulan itu rupanya tengah berjemur di temani oleh Zidan.
.
Mantari seperti nya semakin menghangat , Zidan pun menyudahi aktivitas berjemur nya. Dengan hati hati Zidan mendorong stroler yang di tempati Bintang dan Bulan , Sesampai nya di dalam Zidan di sambut dengan sapaan kedua orangtua nya.
.
" Habis aja si kembar berjemur Nak? " Tanya Papa Zidan pada putranya.
" Iya Pa " Jawab Zidan dengan terus mendorong stroler si kembar.
__ADS_1
" Mas , sini biar aku mandikan Bintang dan Bulan " Ucap Zilfi saat baru saja tiba di lantai bawah dan berpapasan dengan Zidan.
" Iya " Jawab Zidan singkat dan Zilfi pun langsung mendorong storel si kembar menuju lift di rumah mereka.
Zidan pun juga ikut naik keatas untuk menganti baju yang sudah basah karena keringat.
" Mah Pahh Zidan ke atas dulu yah " Pamit Zidan pasa kedua orangtua nya yang sedang duduk di meja makan.
" Iya buruan terua ajak Zilfi turun sarapan " Teriak Mamah Zidan.
.
Sedangkan Si Kembar tengah menyusu dengan Bintang yang berada dalam gendongan Mama Zaidan dan Bulan dalam gendongan Zilfi.
.
Zilfi nampak begitu bahagia karena ia bisa merasakan kembali hangat nya keluarga. Dengan wajah cantik tanpa polesan make up Zilfi menatap sendu Zidan yang tengah menikmati secangkir kopi dengan matanya yang terfokuskan pada layar televisi .
__ADS_1
Mas entah kenapa aku sangat takut kehilangan mu
Bahkan aku tak setakut ini saat kehilangan Keano
.
" Sayang Zilfi bagaimana dengan kuliah mu Nak? " Tanya Mama Zidan yang membuyarkan lamunan nya.
" Zilfi telah mengambil keputusan untuk menyelesaikan nya Mah " Jawab Zilfi yang memang berubah pikiran , dulunya Zilfi berencana untuk cuti kuliah hingga si kembar cukup usia untuk ia tinggal namun setelah di timbang timbang Zilfi memilih untuk menyelesaikan kuliahnya yang tinggal semester akhir.
" Mama setuju Nak , kuliah kamu kan sebentar lagi selesai jadi memang seharusnya begitu " Ucap Papa Zidan yang ikut menyambung obralan para perempuan itu.
" Untuk masalah si kembar selama kamu kuliah kamu tenang saja , ada Mama dan Papa yang bisa menjaga mereka berdua " Ucap Mama Zidan dengan tersenyum menatap menantunya.
" Makasih Mah Pah sudah menegerti Zilfi " Zilfi merasa lega karna keputusan nya di dukung penuh oleh kedua mertua nya itu.
" Kamu harus ingat Zidan , Zilfi sekarang adalah tanggung jawab kamu sepenuhnya jadi segela kebutuhan Zilfi kamu yang memenuhi " Nasihat Papa Zidan pada putra semata wayang nya .
__ADS_1
*****
Jangan Lupa Like Coment Rate 5 💕