
Menduakan perasaan hati sendiri? Melupakan sejenak kekecewaan hati? Demi sng buah hati.
Itulah pengorbanan orang tua ,rela melakukan apapun itu demi kebahagiaannya.
Hari ini nampak seorang ayah muda sedang menimang nimang bayi mungil nya dengan penuh kasih sayang di halaman rumah. Ya,, Zidan memutuskan untuk libur beberapa hari untuk merawat bayi nya yang baru terlahir itu.
" Apa Jagoan Daddy? Hemm " Ucap Zidan pada bayi laki lakinya yang tengah berada di stroler bayi itu.
" oeekk,,, oeekkk " Tangis bayi perempuan yang berada di gendongan Zidan.
" cup,, cup,, cup sayang " Tenang Zidan.
" Maaaaa, mama " Teriak Zidan memanggil mamanya. Nampak nya Zidan mulai kewalahan mengurusi dua bayi kecil itu.
" cup cup duhh kok kalian malah nagis sihh" Ucap Zidan yang masih berusaha menenang kan kedua buah hatinya.
" Duh, Zidan kamu kenapa sih pagi pagi udah teriak teriak " Omel Wina yang masih mengerutu karna teriak kan sang anak
" Maahh, bantuin Bulan ama Bintang malah nangis " Ucap Zidan panik
" Lahh, anak nangis yah di diemin kok malah teriak teriak" Omel Wina
Zidan zidan 😂
" Bantuin dong Ma,, malah ngomel aja dari tadi" Jawab Zidan yang masih berusaha menenang kan Bulan yang berbeda di gendongan nya, sementara Bintang berada di storrler
" Iya iya" Jawab Wina gemas ama anak laki laki nya.
" Permisi Tante, Kak Zidan " Salam seseorang yang baru saja masuk.
" Ehh, kamu " Ucap Wina
" Maaf ya tante saya lancang masuk, habisnya saya tadi denger kembar nangis" ucap Wanita itu
" Tidak apa apa nak Zilfi " Ucap Wina ramah. Ya wanita itu tak lain dak tak bukan adalah Bunga Zilfina Tama adik ipar Zidan, sekaligus calon ibu sambung untuk si kembar.
Zidan dari tadi hanya diam saja melihat interaksi ibu dan adik ipar nya. Entah apa yang sedang dipikirkan Zidan saat ini.
Aku tak bisa bayangin harus menikah dengan Zilfi.
" Boleh saya gendong Bintang nya tante?" Tanya Zilfi pada Wina yang tengah kerepotan menenangkan Bintang.
__ADS_1
" Tentu boleh silahkan" Ucap Wina dengan menyerah kan Bintang pada Silfi
" Hati - hati " Ucap Zidan yang nampak khawatir saat Zilfi akan menggendong anaknya.
Zilfi hanya membalas dengan senyuman nya.
" cup cup cup sayang, anak ganteng kok nangis" Tenang Zilfi pada bayi yang digendong nya. Tanpa Zidan sadari ia tersenyum melihat Zilfi yang nampak lihai menenangkan Bintang.
" Ihh, cucu oma pinter ya sama tante Zilfi" Ucap Wina senang karena Bintang menjadi anteng saat bersama Zilfi.
" Iya Oma" Ucap Zilfi dengan menirukan suara anak kecil sambil menggoyangkan tangan mungil Bintang.
" Ehhh, Bintang ketawa" Ucap Zilfi dengan riang.
" Aku tidak salah akan menjadi kan Zilfi menantuku sekaligus ibu sambung bagi si kembar " Batin Wina
" Gadis ini kenapa nampak lihai mengurus bayi, padahal ia masih seorang mahasiswi " Ucap Zidan dalam hati.
" Semoga dia bisa merawat anak anaku dengan baik " Batin Zidan dengan tersenyum.
" Yaudah ayo masuk kita sarapan bareng nak Zilfi "Ajak Wina yang disambut angguk kan kepala oleh Zilfi
Sesampainya dimeja makan, Zidan dan Zilfi menaruh kembar dalam storlernya. Lalu mereka makan bersama dengan Bu Wina dan Pak Jaka.
Setelah selesai sarapan keluarga Sanjaya mengajak Zilfi untuk berbicara di ruang keluarga.
" Nak Zilfi bagaimana kabar mu? " Tanya Pak Jaka membuka suara.
" Baik Om" Jawab Zilfi dengan tenang, Zilfi memng sudah akrab dengan keluarga Sanjaya semenjak almarhum kakaknya menjadi menantu keluarga Sanyaja.
" Bagaimana dengan kuliah mu Nak? " Tanya Bu Wina
" Baik Tante, tinggal beberapa bulan lagi lulus" Ucap Zilfi, memang Zilfi seorang mahasiswi semester akhir.
Pak Jaka dan Bu Wina saling melirik.
" Begini Nak, ada yang ingin om sampai pada kamu" Ucap Jaka serius
" Ohh, silakan om bicara aja" Ucap Zilfi santai.
Pak Jaka nampak menarik nafas panjang
__ADS_1
" Om ingin kamu tinggal di rumah ini " Ucap Jaka serius menatap Zilfi yang sedang duduk berhadapan dengan nya.
Mata Zilfi terbelalak. Tinggal!!! Disini?!!! Whattt
" maksudnya gimana om, daya kan sudah ngekos" Jawab Zilfi polos.
" Om mau kamu tinggal disini sebagai menantu om" Ucap Jaka lagi
Ohhh, Tuhannnnnn batin Zilfi menjerit
" om, om ja-jangan ber-canda om" Ucap Zilfi terbata bata
" Iya nak Om serius " Ucap Jaka.
" Nak Zilfi jadi begini Tante dan Om berkeinginan kmu dan Zidan menikah Nak" Ucap Wina angku suara.
" Tante Om saya masih tidak mengerti, bagaimana bisa kalian menyuruh saya untuk menikah dengan kakak ipar saya? " Tanya Zilfi.
" Nak Om dan Tante hanya ingin kembar tidak kekurangan kasih sayang dari seorang ibu Nak, dan kamu orang yang paling cocok dan amanah Nak " Ucap Jaka. Lalu jaka menarik nafas lagi dan melanjutkan bicara nya.
" Jika suatu saat nanti Zidan menikah dengan orang lain, itu tidak menjamin jika istri Zofan nanti akan menyayangi kembar dengan tulus Nak " Sambung Pak Jaka.
" Ta-tapi kenapa saya Om, apa Om dan Tante percaya dengan saya" Tanya Zilfi
" Nak kami sudah mengenal kamu, Kamu Tante dadi si kembar kamu punya ikatan darah dengan mereka,Tante rasa kamu bisa menjadi ibu yang baik untuk Bulan dan Bintang" Ucap Wina.
" Saya tidak yakin Tante, " Ucap Zilfi lirih, dengan meremas jari jarinya.
" Tante yakin Nak, tadi kamu dengan mudah menenangkan Bintang, Tante kihat kamu ke ibuan sekali" Ucap Wina menjelaskan.
" Pikiran dulu Nak, tapi kami berharap kamu menyetujui nya" Ucap Jaka.
.
.
jangan lupa LIKE COMENT dn VOTE
mampir juga ke
" Garis Takdir Adeeva "
__ADS_1